Enam Tips Mengurus Klaim Asuransi Jiwa

Asuransi Jiwa
Image Source contegoservicesgroup.com

Mengurus klaim asuransi memang terkadang sedikit menguras waktu anda, mulai dari memberikan keterangan kepada pihak asuransi hingga mengurus dokumen-dokumen pendukung klaim pastinya akan ada banyak waktu anda yang terbuang. Belum lagi sistem regulasi klaim yang ketat, jika nasabah tidak mempersiapkan klaim dengan baik tentu saja bisa ditolak mentah-mentah oleh pihak asuransi.

 

Untuk itu para nasabah perlu memiliki pengetahuan lebih tentang bagaimana cara klaim yang benar, gunanya agar klaim asuransi tidak bertele-tele atau ditolak oleh perusahaan asuransi. Terutama klaim asuransi jiwa yang Uang Pertanggungannya menyentuh angka Rp 1 Milyar regulasi pengajuan klaim ketat pasti akan diterapkan oleh perusahaan asuransi.

 

Berikut ini adalah enam tips mengurus klaim asuransi jiwa :

 

1.Komunikasi yang baik harus dibangun antara pengaju klaim dengan perusahaan asuransi. Jika si nasabah meninggal segera hubungi pihak asuransi kemudian siapkan hard copy (salinan) surat kematian dari rumah duka atau kantor pemerintahan. Pastikan data yang ada dalam surat kematian tersebut lengkap, misalnya waktu kejadian, lokasi, dan penyebab meninggalnya harus tertera jelas dalam surat kematian.

Pada saat pengaju klaim menghubungi pihak asuransi, akan ada beberapa pertanyaan yang akan diajukan oleh pihak asuransi. Pertanyaan yang akan diajukan seputar polis dan keikut sertaan si nasabah. Jadi penting bagi pengaju klaim mengetahui isi polis dan informasi mengenai keikut sertaan nasabah.

 

2. Setelah menghubungi pihak asuransi anda akan diberi formulir klaim asuransi jiwa, atau yang biasa disebut formulir “Pernyataan Klaim” . Isi formulir dengan lengkap dan jelas.

 

3. Sebelum anda menyerahkan formulir “Pernyataan Klaim” tadi, lengkapi dengan berkas-berkas yang menjadi persyaratan pengajuan klaim, seperti:

– Polis dan Endorsment (harus asli)

– Surat Keterangan Dokter yang berisikan sebab musabab kematian nasabah

– Surat Kematian dari Pamong Praja

– Surat Bukti Pemakaman dari Dinas Pemakaman

– Surat Keterangan Pemeriksaan Mayat dari Rumah Sakit/Dinkes (Dinas Kesehatan) jika tertanggung sempat dirawat/dirujuk ke rumah sakit.

 

4. Jika semua bukti dan persyaratan klaim sudah lengkap perusahaan asuransi akan mulai memverifikasi, menganalisa ,dan memproses klaim asuransi jiwa, perusahaan asuransi akan mengulas kembali polis asuransi nasabah apakah masih efektif atau tidak, kemudian data diri tertanggung, dan juga informasi mengenai kematian tertanggung.

 

5. Setelah pengajuan klaim asuransi jiwa dinilai sah dan benar maka perusahaan asuransi akan melakukan perhitungan tentang pembayaran kewajibannya kepada ahli waris tertanggung yang namanya sudah tercantum dalam polis asuransi.

 

6. Puncak dari proses pengajuan klaim adalah pembayaran klaim asuransi. Informasikan rekening bank yang akan digunakan sebagai wadah tempat dikirimkannya dana klaim, gunakan rekening pribadi agar tidak terjadi kekeliruan terhadap ahli waris dan orang lain diluar nama yang tertera dalam polis asuransi. Perlu ketelitian dan kesabaran dalam hal melakukan klaim asuransi ini, karena uang dengan nominal Rp 1 miliar atau lebih bisa menjadi perkara yang luas, jadi jangan sampai anda merugi akibat kesalahan kecil pada saat proses klaim.

 

Asuransi Jiwa
cekpremi dengan harga termurah (klik gambar)

Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

January 19, 2015

Posted In: Tips & Tricks

Tags: , , , , , ,

Leave a Comment

Kontak Cekpremi

Icon 21 Kebon Jeruk
BLok B no. 17 Jl. Meruya Ilir raya Srengseng - Kembangan
Jakarta Barat, ID 11620
Telp : 021-50517000


2014-2016 © PT. Reventon Mitra Pratama
DMCA.com Protection Status
Ikuti Kami