Kemarau Melanda Beberapa Daerah Di Indoneseia

nasional.tempo.co
nasional.tempo.co

Puluhan orang tampak berendam dalam kubangan sungai di Desa Mapeganda, Sikka, Nusa Tenggara Timur (NTT). Pria dan wanita beragam usia ini mandi di kubangan yang sama. Mereka tak terlihat jijik dan canggung meski air kubangan tersebut keruh karena bercampur lumpur dan kotoran hewan. Tak jauh dari mereka, kawanan hewan ternak melakukan hal yang sama. Puluhan kerbau dan sapi milik warga tersebut ikut mandi dan berendam di kubangan yang sama.

Mapeganda merupakan salah satu desa di NTT yang mengalami kekeringan. Warga terpaksa mandi di kubangan, berbagi tempat dengan hewan piaraan mereka. Mereka tak hanya memanfaatkan air kubangan untuk mandi namun juga untuk masak dan mencuci.

Sumur yang mereka miliki sudah kering kerontang sejak sebulan lalu. Satu-satunya sumber air yang bisa dimanfaatkan warga hanya dari kubangan di sungai yang melintasi desa yang berada di pantai utara Sikka ini. Meski terpaut jauh dari Sikka, nasib mereka hampir sama, yakni mengalami krisis air akibat kemarau panjang yang mendera. Akibatnya, mereka rela antre di sendang yang terletak di tengah hutan demi mendapatkan air bersih.

Tiap hari ratusan orang antre di Sendang Cemara ini. Sumber air bersih yang diburu warga ini adalah sebuah mata air kecil di bawah pohon besar. Sendang yang berdiameter tujuh meter ini ramai dikunjungi warga sejak tiga bulan terakhir, meski letaknya jauh dari permukiman warga. Tak hanya jauh, jalan menuju ke sana juga terjal, sempit, dan curam. Meski jauh dan sulit, warga tetap berbondong-bondong menuju sendang ini demi mendapatkan air.

Desa Cemara merupakan salah satu wilayah yang mengalami kekeringan terparah di wilayah Semarang. Warga terpaksa mengambil air di sendang. Sebab jika tidak, mereka harus merogoh kocek lumayan dalam untuk membeli minimal empat jeriken sehari seharga Rp10 ribu. Namun, warga tetap cemas, air sendang yang menjadi tumpuan mereka semakin lama akan semakin habis, seiring kemarau panjang. Sementara itu, mereka tak punya uang untuk membeli air bersih guna memenuhi kebutuhan.

Tak hanya di Semarang. Antrean panjang juga terjadi di Lapangan Gelaran, Kecamatan Paranggupito, Wonogiri, Jawa Tengah. Puluhan warga berdiri memanjang dengan jeriken dan ember di tangan. Hari itu, ada jadwal bantuan air bersih. Mereka datang berbondong-bondong untuk bisa mendapatkan air bersih. Sebab, selama musim kemarau, mereka hanya mengandalkan kebutuhan air bersih dari dropping tangki.

Di daerah ini tak ada sumber mata air. Selama ini,  warga mengandalkan air bersih dari bak penampungan air tadah hujan. Untuk bisa memenuhi kebutuhan air sehari-hari. Berdasarkan data BPBD Wonogiri, jumlah warga yang mengalami kekeringan mencapai 67.320 jiwa dari 18.169 kepala kerja (KK). Untuk memenuhi kebutuhan air, warga mengandalkan pasokan tangki air bersih. Untuk itu, BPBD Wonogiri telah melakukan kegiatan bantuan dropping air di daerah yang dilanda kekeringan tersebut.

Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

August 12, 2015

Posted In: Uncategorized

Tags: , ,

Leave a Comment

Kontak Cekpremi

Icon 21 Kebon Jeruk
BLok B no. 17 Jl. Meruya Ilir raya Srengseng - Kembangan
Jakarta Barat, ID 11620
Telp : 021-50517000


2014-2016 © PT. Reventon Mitra Pratama
DMCA.com Protection Status
Ikuti Kami