{"id":17145,"date":"2022-12-11T11:12:47","date_gmt":"2022-12-11T04:12:47","guid":{"rendered":"https:\/\/www.cekpremi.com\/blog\/?p=17145"},"modified":"2024-08-19T14:21:30","modified_gmt":"2024-08-19T07:21:30","slug":"sohc-vs-dohc-kelebihan-dan-kekurangannya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.cekpremi.com\/blog\/sohc-vs-dohc-kelebihan-dan-kekurangannya\/","title":{"rendered":"SOHC Vs DOHC: Kelebihan dan Kekurangannya"},"content":{"rendered":"<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pecinta otomotif kerap bertanya mengenai keunggulan mesin DOHC Vs SOHC. Kedua mesin ini itu cukup familiar digunakan untuk produk\u00a0otomotif\u00a0yang dipasarkan di Indonesia. Simak perbedaan SOHC Vs DOHC berikut ini.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.cekpremi.com\/asuransi-mobil\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-21541 size-full\" src=\"https:\/\/www.cekpremi.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Banner-Artikel_Mobil01-1.jpg\" alt=\"asuransi mobil\" width=\"768\" height=\"257\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/www.cekpremi.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Banner-Artikel_Mobil01-1.jpg 768w, https:\/\/www.cekpremi.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Banner-Artikel_Mobil01-1-300x100.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 768px) 100vw, 768px\" \/><\/a><\/p>\n<p><b>SOHC (Single Over Head Camshaft)<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">SOHC memiliki satu noken as yang digunakan per kepala silindernya. Noken as ini biasanya terletak di tengah <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">cylinder head<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Mesin segaris dengan teknologi SOHC hanya memiliki satu noken as. Untuk mesin datar atau boxer akan dibekali dua noken as per kepala silinder. Teknologi SOHC lebih sederhana, karena biasanya noken as hanya dilengkapi dua katup. Peran masing-masing katup adalah berbeda. Satu katup berfungsi untuk mengatur bahan bakar masuk, sedangkan satu lainnya mengatur keluarnya gas buang.\u00a0 Pada mesin SOHC, pengaturan buka tutup klep digerakkan langsung oleh noken as. Maka dari itu, SOHC cuma bisa mengadopsi dua katup. Walau demikian seiring perkembangan zaman, ada mesin SOHC yang sudah memiliki empat katup. Contoh mobil-mobil yang menggunakan mesin SOHC empat katup antara lain, Mobilio, BR-V, Jazz, HR-V dan Brio. Dengan memiliki konfigurasi empat silinder segaris, serta masing-masing silinder punya empat katup. Total semuanya mengantongi 16 <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">valve,<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> efeknya pembakaran jadi lebih sempurna. Kemudian performa dan tingkat keiritan BBM yang diklaim tinggi.<\/span><\/p>\n<p><b>DOHC (<\/b><b><i>Dual Over Head Camshaft<\/i><\/b><b>)<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Mesin DOHC terdiri dari dua <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">camshaft<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Dengan begitu satu kepala silinder didukung dengan dua noken as yang masing-masing menggerakkan dua katup sekaligus. Prinsip kerja mesin DOHC, satu noken as mengatur dua katup sebagai pintu masuk campuran bensin dan udara ke ruang bakar. Satu noken as lainnya bertugas mengatur bukaan dua katup untuk jalur keluarnya gas buang. Alhasil dengan dua katup yang tersedia artinya membuat kapasitas campuran bensin dan udara ke ruang bakar lebih banyak. Selain itu, adanya dual katup di gas buang, juga menjadikan mesin lebih dingin lewat distribusi operasi yang sama.Sejumlah pabrikan otomotif di Indonesia mengklaim bahwa mesin DOHC mampu memberikan rasa berkendara\u00a0 lebih mulus, tanpa adanya gangguan suara bising di dapur pacu. Tak hanya itu, mesin DOHC pun diklaim menyuguhkan akselerasi yang lebih baik daripada SOHC.\u00a0Mobil dengan SOHC yakni varian dari Wuling seperti Confero S, Cortez dan Almaz.<\/span><\/p>\n<p><b>Kelebihan dan Kekurangan SOHC Vs DOHC<\/b><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak berbeda jauh, dua mesin tersebut membutuhkan perawatan rutin. Namun dari segi biaya perawatan, tentu SOHC lebih murah. Perawatan mesin DOHC jauh lebih mahal karena biaya reparasi cenderung lebih sulit. Khususnya bila dibandingkan dengan mesin SOHC.\u00a0Selain itu, bobot mesin DOHC juga cenderung lebih berat. Perawatan mesin baik DOHC ataupun SOHC dapat dilakukan ketika kilometer sudah mencapai 5000 hingga 6000 kilometer sebagai batas minimal dengan rutin per tiga bulan sekali.\u00a0<\/span><\/p>\n<table>\n<tbody>\n<tr>\n<td><b>SOHC<\/b><\/td>\n<td><b>DOHC<\/b><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Memiliki 1 pasang over head<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Memiliki 2 pasang over head<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Memiliki 2 klep dan 1 noken as<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Memiliki 4 klep dan 2 noken as sehingga tenaga yang dihasilkan relatif lebih besar<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">RPM rendah, top speed relatif tidak begitu tinggi<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">RPM dan top speed relatif lebih tinggi<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Biaya perawatan murah<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Biaya perawatan cenderung lebih besar<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Suku cadang sederhana dan relatif mudah didapat<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Suku cadang dan reparasi cenderung lebih kompleks<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Irit bahan bakar<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Boros bahan bakar<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<tr>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Mesin lebih ringan dengan torsi yang bekerja lebih baik pada low-end torque<\/span><\/td>\n<td><span style=\"font-weight: 400;\">Mesin lebih berat dengan torsi yang bekerja lebih baik pada top-end power<\/span><\/td>\n<\/tr>\n<\/tbody>\n<\/table>\n<p>&nbsp;<\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Dapat disimpulkan bahwa mesin SOHC dan DOHC berfungsi untuk mengatur buka tutup klep. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Power<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan torsi maksimal SOHC dan DOHC dipengaruhi oleh faktor lain juga. Misalnya, besaran diameter klep, besaran sudut payung klep, diameter, dan panjang langkah piston. Untuk kalian yang ingin mobil harian irit dan mudah perawatannya, memilih SOHC adalah pilihan tepat. Namun, jika kamu ingin performa tinggi dan powerful, maka DOHC lebih cocok.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lindungi mobil kesayanganmu dengan asuransi mobil. Untuk mendapatkan pilihan asuransi terbaikmu, kamu bisa mengunjungi<\/span><a href=\"https:\/\/www.cekpremi.com\/\"><span style=\"font-weight: 400;\"> Cekpremi<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. Layanan ini menyediakan <\/span><a href=\"https:\/\/www.cekpremi.com\/asuransi-mobil\"><span style=\"font-weight: 400;\">asuransi mobil<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"> yang sesuai untukmu. Pilih produknya dan dapatkan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">cashback <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">dalam jumlah menarik.<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/www.cekpremi.com\/asuransi-mobil\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" class=\"alignnone wp-image-21472 size-full\" src=\"https:\/\/www.cekpremi.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Banner-Artikel_Mobil01.jpg\" alt=\"asuransi mobil\" width=\"768\" height=\"257\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/www.cekpremi.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Banner-Artikel_Mobil01.jpg 768w, https:\/\/www.cekpremi.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/08\/Banner-Artikel_Mobil01-300x100.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 768px) 100vw, 768px\" \/><\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pecinta otomotif kerap bertanya mengenai keunggulan mesin DOHC Vs SOHC. Kedua mesin ini itu cukup familiar digunakan untuk produk\u00a0otomotif\u00a0yang dipasarkan di Indonesia. Simak perbedaan SOHC Vs DOHC berikut ini.\u00a0 SOHC &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":37,"featured_media":21807,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[52],"tags":[],"class_list":["post-17145","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-automotive"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.cekpremi.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17145"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.cekpremi.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.cekpremi.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.cekpremi.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/37"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.cekpremi.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=17145"}],"version-history":[{"count":3,"href":"https:\/\/www.cekpremi.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17145\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":21808,"href":"https:\/\/www.cekpremi.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/17145\/revisions\/21808"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.cekpremi.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/21807"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.cekpremi.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=17145"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.cekpremi.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=17145"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.cekpremi.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=17145"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}