{"id":20198,"date":"2024-01-02T15:14:30","date_gmt":"2024-01-02T08:14:30","guid":{"rendered":"https:\/\/www.cekpremi.com\/blog\/?p=20198"},"modified":"2024-01-02T15:14:32","modified_gmt":"2024-01-02T08:14:32","slug":"cakram-rem","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.cekpremi.com\/blog\/cakram-rem\/","title":{"rendered":"Yuk Cari Tahu! Apa Peran Cakram Rem dalam Sistem Pengereman"},"content":{"rendered":"\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sistem keamanan kendaraan bermotor yang paling utama yaitu rem. Salah satu jenis rem yang digunakan pada kendaraan bermotor biasanya adalah cakram rem. Alasan mengapa jenis rem ini paling banyak digunakan yaitu karena lebih stabil ketika menghentikan kendaraan. Simak bagaimana cara kerja jenis rem ini pada penjelasan berikut.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Rem Cakram Adalah<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Secara umum <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">cakram rem mobil <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">merupakan sistem pengereman yang berfungsi untuk mengurangi dan menghentikan putaran piringan pada roda kendaraan Anda. Jenis rem ini paling banyak digunakan di sebagian besar kendaraan bermotor, sebab lebih responsif jika dibanding jenis rem lainnya.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jenis rem ini memiliki luas penampang dengan arah gaya gesekan yang saling menekan, sehingga pengereman lebih efektif. Model jenis rem ini terbuka, sehingga mampu mengurangi panas yang timbul akibat gesekan. Rem ini akan bekerja dengan tenaga yang sangat kuat untuk menjepit piringan cakram.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oleh karena itu, sistem<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> hidraulis <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">pada jenis rem ini akan berjalan lebih efektif.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Prinsip Kerja pada Sistem Pengereman<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Cakram rem bekerja dengan menekan piringan cakram yang dilakukan kampas rem karena mendapatkan dorongan oleh torak dalam silinder logam. Untuk mudah memahami sistem kerjanya, simak dua prinsip kerja cakram berikut ini:<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">Saat Pedal Rem Diinjak<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat Anda menginjak pedal rem, maka terdapat tekanan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">hidraulis<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dari master silinder. Tekanan tersebut diarahkan ke bagian kaliper rem, sehingga dapat menggerakkan piston yang ada di dalamnya. Pergerakan piston akan mendorong kedua kampas rem yang kemudian mengunci piringan cakram, sehingga berhenti dan kendaraan perlahan melambat.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">Saat Pedal Rem Dilepas<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Setelah pedal rem Anda lepaskan, maka tekanan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">hidraulis<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> pada sistem rem akan hilang. Akibatnya, kampas rem tidak lagi memiliki daya tekan, sehingga membuat cakram dapat kembali berputar. Saat pedal rem dilepas, maka kendaraan dapat bergerak kembali karena tidak ada tekanan di bagian piringan cakram.<\/span><\/p>\n<h2><span style=\"font-weight: 400;\">Komponen Rem Cakram dan Fungsinya<\/span><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terdiri dari banyak komponen dengan fungsi dan tugas yang berbeda-beda ketika mobil melaju di jalan. Untuk mempelajari bagaimana kinerja rem cakram ini, pahami setiap komponen dan fungsinya berikut ini:<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">Kaliper<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Komponen <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">rem cakram motor <\/span><span style=\"font-weight: 400;\">dan mobil yang pertama yaitu kaliper. Kaliper menjadi bagian vital pada jenis rem ini dan menjadi pembeda dengan rem tromol. Fungsi dari komponen ini yaitu untuk menghimpit kampas rem dalam piringan cakram. Selain itu, kaliper juga menopang kampas dan piston rem.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kaliper dapat bekerja dengan baik berkat bantuan tekanan hidrolik dari minyak rem melalui selang rem. Ada dua jenis kaliper pada cakram rem yang digunakan pada mobil, yaitu:<\/span><\/p>\n<h4><i><span style=\"font-weight: 400;\">Floating<\/span><\/i> <i><span style=\"font-weight: 400;\">Caliper<\/span><\/i><\/h4>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Floating calipe<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">r bisa Anda temukan pada brake <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">support caliper<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang bisa bergerak ke kanan dan kiri. Fungsi dari jenis kaliper ini yaitu untuk menekan kampas rem. Satu sisi<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> floating caliper<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> telah dilengkapi piston rem. Saat bekerja, sisi yang memiliki piston rem akan bergerak menekan rem, sedangkan sisi lainnya menekan kampas rem dari sudut berbeda.<\/span><\/p>\n<h4><i><span style=\"font-weight: 400;\">Fixed Caliper<\/span><\/i><\/h4>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jenis <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">fixed caliper<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> bisa Anda jumpai pada brake <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">support caliper<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang tidak dapat bergerak layaknya<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> floating caliper<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Tugas utama komponen pada cakram rem ini yaitu menekan kampas rem hanya pada sisi yang memiliki piston rem.<\/span><\/p>\n<h3><i><span style=\"font-weight: 400;\">Caliper Bracket<\/span><\/i><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Komponen rem cakram mobil<\/span><span style=\"font-weight: 400;\"> selanjutnya yaitu <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">caliper bracket<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang berfungsi menahan kaliper agar tetap berada di tempatnya. Komponen ini terhubung dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">steering knuckle<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">Priston Brake<\/span><\/h3>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Caliper<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> tidak berfungsi secara sempurna jika tidak mendapat dukungan dari <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">piston brake<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Komponen ini memiliki tugas menekan kampas rem ke piringan cakram. Letak <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">priston brake<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> di dalam <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">calliper <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">berbentuk mirip tabung. Sedangkan salah satu ujung <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">piston brake<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> berbentuk lekukan berfungsi untuk menyimpan karet pelindung debu.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">Seal Piston<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Seal piston adalah yang krusial. Fungsinya yaitu menarik piston kembali ke tempat semula setelah proses pengereman. Selain itu, komponen ini juga memiliki tugas untuk menutup aliran minyak dari mekanisme hidrolik saat pedal rem Anda injak.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">Selang Hidrolik<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selang hidrolik berfungsi menyalurkan minyak rem ke bagian <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">caliper rem<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Cara kerja komponen ini yaitu memanfaatkan tekanan hidrolik yang berasal dari rem. Saat mobil melaju, tekanan dalam selang hidrolik terjadi sangat fluktuatif.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menghindari minyak tidak bocor, maka selang hidrolik sengaja dibuat menggunakan material yang mampu menahan tekanan.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">Kampas Rem<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Fungsi kampas rem yaitu menekan piringan cakram agar terjadi gesekan, sehingga mampu menghentikan putaran. Saat memilih kampas rem, pastikan memiliki kualitas unggul. Material penyusun kampas rem bervariasi, mulai dari keramik, asbes hingga semimetal.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">Pinggiran Cakram<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pinggiran cakram bisa Anda temukan di dekat poros roda mobil. Komponen ini berputar searah putaran roda dengan tugas menerima tekanan dari kampas rem. Selanjutnya, piringan cakram akan meneruskannya ke poros roda, hingga putaran roda berhenti. Pinggiran cakram umumnya terbuat dari besi cor, namun beberapa jenis terbuat dari karbon.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">Master Silinder<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kinerja rem ditentukan oleh master silincer yang fungsi utamanya mengubah tekanan dari pedal rem menjadi tekanan hidrolik. Ada dua jenis master silinder yang bisa Anda temukan, yaitu tipe tandem dan tunggal.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">Minyak Rem<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Komponen minyak rem<\/span><span style=\"font-weight: 400;\">\u00a0memiliki fungsi utama sebagai penggerak. Adanya minyak rem akan membantu mekanisme hidrolik karena menyalurkan tenaga gerak dari rem ke kaliper. Ada beberapa jenis minyak rem jika dilihat dari titik didihnya. Indikator titik didih ini dapat Anda kenali dari kode DOT dengan angka tertentu.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">Booster<\/span><\/h3>\n<p><i><span style=\"font-weight: 400;\">Booster<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> merupakan komponen yang berfungsi meringankan dan melipatgandakan daya pengereman. Komponen ini terbuat dari selaput tipis yang tersambung ke <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">intake manifold<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dan master silinder.<\/span><\/p>\n<h3><span style=\"font-weight: 400;\">Pedal Rem<\/span><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Komponen terakhir yaitu pedal rem yang bekerja sebagai sebuah saklar dalam sistem pengereman. Pedal rem akan mengaktifkan atau mematikan pengereman. Pada saat rem Anda injak, maka timbul gaya tekan dan menghasilkan mekanisme hidrolik serta menggerakkan minyak rem.<\/span><\/p>\n<p><b>Cakram rem<\/b><span style=\"font-weight: 400;\"> memiliki fungsi penting untuk menjamin keselamatan dan keamanan selama berkendara. Rem jenis ini memiliki banyak komponen yang bersinergi dengan tugas yang berbeda. Oleh karena itu, Anda wajib menjaga setiap komponen tetap berfungsi dengan baik.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selain cakram rem, untuk menjaga keselamatan berkendara Anda juga membutuhkan <\/span><a href=\"https:\/\/www.cekpremi.com\/asuransi-mobil\"><span style=\"font-weight: 400;\">asuransi mobil<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. Jika Anda ingin membandingkan beberapa jenis asuransi mobil, maka bisa mengunjung website <\/span><a href=\"https:\/\/www.cekpremi.com\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">cekpremi<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">. Dapatkan informasi lengkap dan jenis asuransi apa yang tepat untuk Anda hanya di cekpremi.com.<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Referensi :<\/span><\/p>\n<p><a href=\"https:\/\/auto2000.co.id\/berita-dan-tips\/prinsip-kerja-rem-cakram\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Auto2000<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sistem keamanan kendaraan bermotor yang paling utama yaitu rem. Salah satu jenis rem yang digunakan pada kendaraan bermotor biasanya adalah cakram rem. Alasan mengapa jenis rem ini paling banyak digunakan &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":37,"featured_media":20199,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[52],"tags":[],"class_list":["post-20198","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-automotive"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.cekpremi.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20198"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.cekpremi.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.cekpremi.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.cekpremi.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/37"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.cekpremi.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=20198"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.cekpremi.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20198\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":20200,"href":"https:\/\/www.cekpremi.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20198\/revisions\/20200"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.cekpremi.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/20199"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.cekpremi.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=20198"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.cekpremi.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=20198"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.cekpremi.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=20198"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}