{"id":20271,"date":"2024-01-22T14:01:20","date_gmt":"2024-01-22T07:01:20","guid":{"rendered":"https:\/\/www.cekpremi.com\/blog\/?p=20271"},"modified":"2024-01-22T14:01:22","modified_gmt":"2024-01-22T07:01:22","slug":"cap-ignition","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.cekpremi.com\/blog\/cap-ignition\/","title":{"rendered":"Mengenal Cap Ignition dan Rotor dalam Siklus Pengapian"},"content":{"rendered":"\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sistem pengapian pada mesin mobil tidak hanya soal busi saja tetapi juga pengaruh dari komponen cap ignition serta rotor. Kedua komponen ini seringkali terlupakan padahal jika rusak busi tidak bisa mengeluarkan percikan api.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Saat percikan api tidak muncul atau tidak stabil pembakaran di ruang bakar tidak akan sempurna. Akibatnya mobil tidak dapat berjalan sesuai dengan keinginan Anda. Komponen kecil yang berperan penting ini harus Anda perhatikan. Supaya tidak salah, cek fungsi hingga cara kerjanya.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Apa Fungsi Cap Ignition dan Rotor\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Istilah yang lebih akrab dari ignition cap adalah distributor cap yang menjadi bagian dari distributor sistem pengapian mobil konvensional. Seperti yang banyak diketahui bahwa sistem pengapian dapat bekerja ketika busi memercikkan api ke dalam ruang pembakaran.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Nantinya bahan bakar, udara dan percikan api akan menciptakan tenaga pada mesin. Sebelum percikan api pada mobil tercipta, dibutuhkan daya listrik yang tinggi untuk menghidupkan busi. Pada proses pembuatan daya ini ignition coil, rotor, dan distributor cap bekerja untuk menciptakan dan mengalirkan daya listrik tinggi tersebut.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut ini pengertiannya :<\/span><\/p>\n<h3><b>Rotor\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Komponen ini memiliki fungsi utama membagikan arus listrik tegangan tinggi yang dihasilkan oleh kumparan sekunder pada ignition coil. Kemampuannya utamanya adalah menerima tegangan listrik dari coil kemudian membagikannya ke setiap terminal yang terdapat pada distributor cap.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Supaya bisa menerima tegangan daya yang tinggi maka pada ujung rotor terdapat konduktor. Konduktor ini terhubung langsung dengan kumparan sekunder sehingga daya mengalir dengan lebih baik seberapa besar pun dayanya.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>Ignition Cap\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Bentuk dari komponen ini adalah seperti tutup dengan ujung yang terhubung pada beberapa kabel. Kabel-kabel tersebut akan terhubung ke busi yang akan menerima daya tinggi dari ignition coil.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jumlah terminal akan disesuaikan dengan jumlah busi yang terdapat pada sebuah mobil. Tutup ini juga terhubung langsung dengan kumparan sekunder dari coil dan harus ditutup dengan rapat supaya daya yang dihasilkan tersalurkan dengan baik. Selain itu juga mencegah kotoran atau air masuk ke coil.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Fungsi utama adalah untuk mendapatkan daya listrik tinggi saat bersinggungan langsung dengan rotor. Artinya komponen rotor menempel langsung dengan distributor cap. Nantinya daya listrik tinggi yang dihasilkan oleh coil akan dialirkan ke setiap terminal yang memiliki kabel terhubung pada busi.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Cara Kerja Ignition Cap dan Rotor\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memperhatikan fungsi dari rotor dan ignition cap tadi maka cukup jelas seperti apa cara kerjanya. Komponen yang kerap terlupakan ini memiliki cara kerja yang cukup mudah namun jika terjadi kerusakan pengapian mesin mobil tidak akan berjalan.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berikut ini cara kerja dari masing-masing komponen tersebut:<\/span><\/p>\n<h3><b>Cara Kerja Rotor<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ignition coil memiliki poros dan rotor akan memanfaatkan poros yang berputar untuk bisa bekerja. Ketika poros berputar maka rotor pun akan mengikuti pergerakannya. Putaran ini nantinya akan bekerja untuk mendistribusikan listrik tegangan tinggi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jadi rotor akan selalu berputar ketika mesin dinyalakan dan terus menerus mendistribusikan daya listrik. Jika rotor tidak berputar artinya daya listrik tidak sampai ke busi.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>Cara Kerja Ignition Cap\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terhubung langsung ke kabel yang tersambung ke busi membuat komponen yang berupa tutup ini tidak ikut berputar seperti halnya poros. Tidak ada pergerakan sama sekali, namun akan langsung menerima daya seperti halnya rotor.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Tidak ada tambahan komponen lagi, semua daya yang didapatkan akan dibagikan ke setiap terminal yang terhubung dengan kabel ke busi. Pembagiannya pun dilakukan sama rata karena jenis kabel yang digunakan sama.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Kerusakan yang Kerap Terjadi pada Rotor dan Ignition Cap\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Selama penggunaan mobil, rotor dan ignition cap bisa saja mengalami kerusakan. Apabila rusak mobil tidak dapat distarter. Beberapa kerusakan yang kerap terjadi dan harus menjadi perhatian Anda adalah sebagai berikut:<\/span><\/p>\n<h3><b>Muncul Keretakan\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Rotor bisa saja mengalami keretakan karena kinerja poros yang tidak benar. Retaknya rotor tidak bisa diperbaiki sehingga Anda harus menggantinya. Sedangkan pada ignition cap retak juga bisa terjadi yang membuat daya tidak bisa dialirkan pada setiap terminal kabel busi.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>Terdapat Kotoran\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kerak juga bisa menempel di bagian rotor serta ignition cap. Komponen yang cukup terbuka ini sangat mudah rusak karena kotoran. Oleh karena itu setiap kali Anda servis biasanya teknisi akan mengecek kebersihannya.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>Rusaknya Konduktor Rotor\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kerusakan juga bisa terjadi pada <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Konduktor\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">konduktor<\/a> yang menempel pada rotor. Konduktor atau isolator ini berperan penting untuk bisa menyerap daya listrik tinggi. Jika rusak, penyerapan akan tersendat atau tidak berfungsi sama sekali.\u00a0<\/span><\/p>\n<h2><b>Cara Mudah Mengecek Kondisi Rotor dan Ignition Cap\u00a0<\/b><\/h2>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Berada di lokasi yang tidak sulit, Anda bisa mengecek kondisi rotor dan ignition cap sendiri. Ikuti langkah berikut ini untuk mengeceknya:<\/span><\/p>\n<h3><b>Mencari Lokasi Cap Ignition\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Supaya mudah Anda bisa membuka kap mobil dan temukan lokasi dari ignition cap. Carilah di bagian mesin sebuah tutup yang berupa tutup plastik berwarna abu-abu yang ada di bagian tengah mesin. Bentuknya mirip mahkota yang terhubung dengan banyak kabel di atasnya.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>Mengecek Kondisi Cap Ignition\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Lanjutkan dengan mengecek posisi ignition cap apakah terpasang dengan kuat. Jika tidak Anda bisa mencoba membukanya menggunakan klip, namun ada juga yang cara membukanya dengan diputar. Berhati-hatilah agar kabel yang terhubung tidak terlepas.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>Mengecek Kondisi Rotor\u00a0<\/b><\/h3>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika tutup sudah terbuka Anda bisa melihat rotor di bagian bawahnya. Cek apakah ada retakan atau kerak kotoran yang menempel. Jika kotor Anda tinggal membersihkannya menggunakan kain. Baru jika sudah bersih pasang kembali ignition cap dengan kencang.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kini setelah mengetahuinya Anda bisa dengan mudah mengecek kondisinya kapan saja. Jika rusak segera hubungi bengkel langganan untuk memperbaikinya.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Perbaikan komponen mobil ini membutuhkan biaya yang tidak sedikit, namun jika Anda memiliki <\/span><a href=\"https:\/\/www.cekpremi.com\/asuransi-mobil\"><span style=\"font-weight: 400;\">asuransi mobil <\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">masalah biaya tentu tidak akan menjadi masalah. Bagi Anda yang belum memiliki asuransi sebaiknya cek pilihan produknya melalui <\/span><a href=\"https:\/\/www.cekpremi.com\/\"><span style=\"font-weight: 400;\">Cekpremi<\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">.\u00a0<\/span><\/p>\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Anda bisa dengan mudah membandingkan dan memilih produk asuransi mobil yang paling tepat. Segera kunjungi Cekpremi sekarang agar Anda tidak ketinggalan asuransi mobil terbaik.\u00a0<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Sistem pengapian pada mesin mobil tidak hanya soal busi saja tetapi juga pengaruh dari komponen cap ignition serta rotor. Kedua komponen ini seringkali terlupakan padahal jika rusak busi tidak bisa &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":37,"featured_media":20272,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[52],"tags":[],"class_list":["post-20271","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-automotive"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.cekpremi.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20271"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.cekpremi.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.cekpremi.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.cekpremi.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/37"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.cekpremi.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=20271"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.cekpremi.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20271\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":20273,"href":"https:\/\/www.cekpremi.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20271\/revisions\/20273"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.cekpremi.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/20272"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.cekpremi.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=20271"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.cekpremi.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=20271"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.cekpremi.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=20271"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}