{"id":20363,"date":"2024-02-05T14:24:30","date_gmt":"2024-02-05T07:24:30","guid":{"rendered":"https:\/\/www.cekpremi.com\/blog\/?p=20363"},"modified":"2025-01-06T11:50:36","modified_gmt":"2025-01-06T04:50:36","slug":"cacar-monyet","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.cekpremi.com\/blog\/cacar-monyet\/","title":{"rendered":"Waspada Penyakit Cacar Monyet, Begini Gejalanya!"},"content":{"rendered":"\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penyakit cacar monyet atau<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> monkeypox <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">kini sedang menjadi topik pembicaraan di masyarakat. Namun, apakah Anda mengetahui apa sebenarnya <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">monkeypox<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">? Penyakit ini adalah sebuah masalah kulit yang disebabkan oleh infeksi virus, ditandai dengan munculnya bintil bernanah pada kulit.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kondisi ini memiliki gejala yang hampir sama seperti pada cacar air. Hanya saja, gejala yang dirasakan cenderung lebih berat, lebih lama, serta menyebabkan pembengkakan kelenjar getah bening (limfadenopati). Untuk lebih memahami penyebab, gejala, hingga cara mengobatinya, mari simak informasinya di bawah ini.<\/span><\/p>\n\n\n\n<h1 class=\"wp-block-heading\"><b>Apa itu Cacar Monyet atau<\/b><b><i> Monkeypox<\/i><\/b><b>?<\/b><\/h1>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Monkeypox adalah sebuah penyakit yang penyebabnya adalah virus dan dapat ditularkan melalui binatang <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">(zoonosis)<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">. Virus<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> monkeypox<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> termasuk dalam genu<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">s Orthopoxvirus<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> keluarga Poxviridae, yang juga mencakup virus variola (penyebab cacar <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Smallpox<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">) dan virus <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">vaccinia<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (digunakan dalam vaksin cacar<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> Smallpox)<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">.&nbsp;<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penyakit ini pertama kali diidentifikasi pada tahun 1958 selama dua wabah penyakit mirip cacar pada kelompok kera, dan sejak itu disebut <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">&#8220;monkeypox&#8221;.<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Kasus<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> monkeypox<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> menjadi perhatian nasional, dengan 17 kasus dilaporkan di DKI Jakarta hingga 28 Oktober 2023, menurut catatan Dinas Kesehatan.<\/span><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><b>Penularan Virus Cacar Monyet<\/b><\/h2>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Penularan virus cacar monyet dapat terjadi melalui sentuhan dengan hewan terinfeksi, orang yang telah terjangkit, atau bahan yang terkontaminasi. Selain itu, virus ini dapat menyebar dari hewan ke manusia melalui gigitan atau cakaran, penanganan pada hewan buruan, atau penggunaan produk dari hewan terinfeksi.&nbsp;<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Kontak langsung dengan cairan tubuh atau luka dari orang yang terinfeksi, serta benda yang bersentuhan dengan cairan atau luka tersebut, seperti pakaian atau linen, juga dapat menjadi sumber penularan. Selain itu, virus dapat pula menular dengan melewati plasenta dari ibu hamil ke janin. Penyakit ini juga dapat menyebar melalui droplet pernapasan saat melakukan kontak langsung yang berkepanjangan dengan penderita.&nbsp;<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Meskipun berbagai spesies hewan rentan terinfeksi, namun belum jelas mengenai reservoir atau pembawa virusnya secara spesifik. Maka dari itu, penelitian lebih lanjut masih diperlukan. Selain itu, meskipun disebut cacar monyet, namun monyet bukanlah reservoir utamanya.<\/span><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><b>Gejala dan Tanda Penyakit Monkeypox<\/b><\/h2>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Gejala dan tanda yang muncul akibat cacar ini terjadi melalui beberapa tahap. Setelah 1-3 hari gejala awal atau fase prodromal, seseorang akan memasuki fase erupsi, yang ditandai dengan demam tinggi mencapai 38\u2070C dan diikuti munculnya ruam atau lesi pada kulit. Proses ini dimulai dari wajah dan secara bertahap menyebar ke bagian tubuh lainnya.&nbsp;<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Ruam tersebut berkembang dari bintik merah seperti cacar (makulopapula), lepuh berisi cairan bening, lepuh berisi nanah, mengeras atau berkeropeng, dan akhirnya rontok. <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Monkeypox<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> cenderung sembuh sendiri dalam 14-21 hari. Selain itu, perlu dipahami pula bahwa gejala awal<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> monkeypox<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> ini serupa dengan berbagai penyakit lain, seperti flu atau cacar manusia.&nbsp;<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Oleh karena itu, penting untuk segera mencari perawatan medis jika mengalami gejala tersebut. Penting juga mengetahui riwayat kontak dengan primata atau daerah yang terjangkit cacar monyet sebagai langkah antisipasi penularan. Untuk penyembuhan penyakit ini juga memerlukan waktu yang cukup lama.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Namun kondisi tersebut dapat sembuh secara alami <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">(self-limiting<\/span><\/i> <i><span style=\"font-weight: 400;\">disease).<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> Meskipun demikian, hal ini masih berpotensi berbahaya bagi seseorang yang memiliki penyakit penyerta seperti Diabetes, HIV, atau gangguan autoimun yang memengaruhi sistem imun.<\/span><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><b>Bagaimana Cara Mencegah dan Mengobati Monkeypox?&nbsp;<\/b><\/h2>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Pengobatan untuk cacar monyet sendiri masih belum pasti, namun ada beberapa langkah yang dapat dilakukan selama pemulihan. Termasuk diantaranya adalah memperbanyak minum air putih dan mengonsumsi antibiotik sesuai resep untuk mencegah infeksi sekunder.&nbsp;<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Sementara itu, Anda bisa menggunakan obat penurun demam atau penghilang rasa sakit untuk mengatasi demam dan nyeri. Beberapa jenis antivirus seperti<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> cidofovir<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> atau <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">tecovirimat<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> yang umumnya digunakan untuk <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">smallpox<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> juga dapat membantu. Selanjutnya, membersihkan diri dengan air hangat dan oatmeal koloid dapat meredakan gatal serta ruam.&nbsp;<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika perlu, Anda dapat menutupi ruam dengan pakaian tertutup atau perban. Selain itu, Anda pun bisa melakukan isolasi di rumah, membersihkan permukaan yang sering disentuh, serta menjaga kebersihan tangan dengan mencuci atau menggunakan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">hand sanitizer.<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">&nbsp;<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terbaru, diketahui bahwa pemberian vaksin Jynneos dapat mengurangi risiko penyakit <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">monkeypox<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> hingga 85%. Asosiasi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">Food and Drug Administration<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dari Amerika Serikat pun telah mengesahkan vaksin Jynneos sebagai proteksi efektif terhadap virus cacar, termasuk cacar monyet.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Menurut informasi dari Kementerian Kesehatan RI, vaksinasi <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">monkeypox i<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">ni telah dimulai sejak 23 Oktober 2023. Program vaksinasi ini ditargetkan untuk 477 peserta, sesuai dengan ketersediaan vaksin <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">monkeypox <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">yang ada. Vaksin <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">monkeypox <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">memerlukan dua dosis, dengan interval empat minggu antara dosis pertama dan kedua.&nbsp;<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Efektivitas vaksin biasanya mencapai puncaknya dua minggu setelah dosis kedua. Sasaran vaksinasi ini adalah kelompok rentan yang erat atau sering terlibat dengan penderita <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">monkeypox <\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\">atau individu dengan <\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\">human immunodeficiency virus<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> (HIV).<\/span><\/p>\n\n\n\n<h2 class=\"wp-block-heading\"><b>Apakah Pengobatan dan Vaksinasi Dicover Asuransi Kesehatan?<\/b><\/h2>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Jika terkena virus<\/span><i><span style=\"font-weight: 400;\"> monkeypox<\/span><\/i><span style=\"font-weight: 400;\"> dengan gejala yang cukup parah, dokter biasanya akan menyarankan rawat inap untuk perawatan intensif. Durasi rawat inap ini bergantung pada tingkat keparahan penyakit, sehingga memungkinkan biaya perawatannya juga tidak bisa diprediksi.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Untuk menghindari beban finansial yang tak terduga dan sebagai langkah pencegahan, pilihan bijak adalah memanfaatkan asuransi kesehatan. Asuransi ini bermanfaat untuk melindungi dari biaya pengobatan yang tinggi dan di luar prediksi. Pasalnya, risiko jatuh sakit atau terpapar virus dapat menyebabkan masalah keuangan jika tidak dikelola dengan baik.&nbsp;<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Terlebih lagi, dengan banyaknya penyakit baru dan kenaikan biaya medis setiap tahunnya, memiliki asuransi kesehatan menjadi langkah perlindungan yang penting. Dengan demikian, kondisi keuangan keluarga dapat tetap terjaga meskipun ada anggota keluarga yang mengalami sakit.<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Memiliki asuransi kesehatan, memungkinkan Anda dapat mengurangi risiko keuangan yang perlu dikeluarkan jika Anda atau anggota keluarga mengalami sakit. Perusahaan asuransi akan memberikan penggantian biaya rumah sakit sesuai dengan manfaat polis yang dimiliki.<\/span><\/p>\n\n\n<div class=\"wp-block-image\">\n<figure class=\"aligncenter size-full\"><a href=\"https:\/\/www.cekpremi.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/Banner-Artikel_HEALTH01-scaled.jpg\"><img loading=\"lazy\" decoding=\"async\" width=\"720\" height=\"241\" src=\"https:\/\/www.cekpremi.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/Banner-Artikel_HEALTH01-scaled.jpg\" alt=\"asuransi kesehatan\" class=\"wp-image-21043\" title=\"\" srcset=\"https:\/\/www.cekpremi.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/Banner-Artikel_HEALTH01-scaled.jpg 720w, https:\/\/www.cekpremi.com\/blog\/wp-content\/uploads\/2024\/05\/Banner-Artikel_HEALTH01-300x100.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 720px) 100vw, 720px\" \/><\/a><\/figure><\/div>\n\n\n<p class=\"has-text-align-center\"><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Untuk mendapatkan informasi seputar produk maupun polis asuransi kesehatan, Anda bisa kunjungi web<\/strong> <\/span><a href=\"https:\/\/www.cekpremi.com\/?utm_source=blog\"><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>Cekpremi.com<\/strong><\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\">.<strong> Di sini Anda bisa memilih dan membandingkan berbagai produk<\/strong><\/span><a href=\"https:\/\/www.cekpremi.com\/asuransi-kesehatan\/?utm_source=blog\" data-type=\"link\" data-id=\"https:\/\/www.cekpremi.com\/asuransi-kesehatan\/?utm_source=blog\"><strong><span style=\"font-weight: 400;\"> <\/span><\/strong><span style=\"font-weight: 400;\"><strong>asuransi kesehatan<\/strong><\/span><\/a><span style=\"font-weight: 400;\"><strong> tepercaya sesuai kebutuhan Anda dan keluarga. <\/strong><\/span><\/p>\n\n\n\n<p><span style=\"font-weight: 400;\">Referensi<\/span><\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/www.halodoc.com\/kesehatan\/cacar-monyet#h-pengobatan-cacar-monyet\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Halodoc<\/a><\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"http:\/\/www.b2p2vrp.litbang.kemkes.go.id\/mobile\/berita\/baca\/419\/Penyakit-Cacar-Monyet-Monkeypox-dan-yang-Perlu-Kita-Tahu-Tentangnya\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Kemkes<\/a><\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/indonesia.go.id\/kategori\/editorial\/7701\/waspada-kasus-cacar-monyet-melonjak-kenali-penyebab-dan-gejalanya?lang=1\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Indonesia<\/a><\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/www.google.com\/amp\/s\/health.detik.com\/berita-detikhealth\/d-7026180\/biaya-pengobatan-pasien-cacar-monyet-dipastikan-dicover-bpjs-kesehatan\/amp\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Detik<\/a><\/p>\n\n\n\n<p><a href=\"https:\/\/www.google.com\/amp\/s\/finance.detik.com\/moneter\/d-6228795\/asuransi-apa-yang-bisa-cover-penyakit-cacar-monyet\/amp\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">Detik Finance<\/a><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penyakit cacar monyet atau monkeypox kini sedang menjadi topik pembicaraan di masyarakat. Namun, apakah Anda mengetahui apa sebenarnya monkeypox? Penyakit ini adalah sebuah masalah kulit yang disebabkan oleh infeksi virus, &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":44,"featured_media":24520,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[44],"tags":[],"class_list":["post-20363","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kesehatan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.cekpremi.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20363"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.cekpremi.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.cekpremi.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.cekpremi.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/44"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.cekpremi.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=20363"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/www.cekpremi.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20363\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":24522,"href":"https:\/\/www.cekpremi.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/20363\/revisions\/24522"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.cekpremi.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/24520"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.cekpremi.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=20363"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.cekpremi.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=20363"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.cekpremi.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=20363"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}