{"id":8607,"date":"2021-05-11T19:47:46","date_gmt":"2021-05-11T12:47:46","guid":{"rendered":"https:\/\/www.cekpremi.com\/blog\/?p=8607"},"modified":"2023-10-16T14:42:36","modified_gmt":"2023-10-16T07:42:36","slug":"gejala-usus-buntu-yang-harus-dikenali","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/www.cekpremi.com\/blog\/gejala-usus-buntu-yang-harus-dikenali\/","title":{"rendered":"Gejala Usus Buntu yang Harus Dikenali Sebelum Bertambah Parah"},"content":{"rendered":"<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gejala usus buntu terjadi ketika usus buntu mengalami peradangan (apendisitis) akibat terinfeksi bakteri, virus, dan jamur. Yuk, kenali gejalanya sebelum bertambah parah!<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Usus buntu yang sehat adalah tempat berlindung dan berkembang biak bakteri baik yang membantu proses pencernaan makanan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, usus buntu bisa saja mengalami peradangan karena banyak faktor seperti penyumbatan usus, cacing usus, bakteri, masuknya benda asing, ataupun cedera.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Oleh karena itu, Anda perlu mewaspadai gejala infeksi usus buntu berikut ini sebelum semakin parah!<\/span><\/p>\n<h2 style=\"text-align: justify;\"><b>9 Gejala Usus Buntu yang Harus Diwaspadai<\/b><\/h2>\n<h3><b>1. Sakit di Perut Bagian Kanan Bawah<\/b><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Usus buntu yang letaknya di perut bagian kanan bawah memiliki gejala yang mudah diketahui, terutama jika bagian tersebut sakit.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Akan tetapi, Anda perlu cermat membedakan sakit perut biasa dan apendisitis.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gejala usus buntu biasanya terasa sakit dari pusar lalu menjalar ke perut bagian kanan bawah yang intens selama beberapa jam.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Rasa sakit ini muncul ketika Anda beraktivitas seperti berjalan, menggerakkan perut, batuk atau bersin, ataupun saat Anda berkendara.<\/span><\/p>\n<h3><b>2. Nyeri di Bagian Belakang hingga ke Anus<\/b><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jika bagian belakang Anda sampai ke area sekitar anus terasa nyeri, bisa jadi itu adalah tanda-tanda gejala.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Infeksi pada usus buntu dapat menjalar ke organ lainnya hingga menimbulkan peradangan pada anus dan usus besar.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Sebaiknya, segera periksakan ke dokter agar Anda memperoleh diagnosis dokter secara tepat.\u00a0<\/span><\/p>\n<h3><b>3. Mual dan Muntah<\/b><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gejala mual dan muntah adalah salah satu gejala umum pada infeksi di saluran pencernaan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Namun, jika Anda mengalami mual dan muntah berturut-turut bahkan sampai 12 jam, Anda patut mencurigai usus buntu Anda mengalami peradangan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jika hal ini terjadi, segera cari pertolongan medis terdekat.<\/span><\/p>\n<h3><b>4. Demam Ringan sampai Menggigil<\/b><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Infeksi dapat mengakibatkan suhu tubuh Anda meningkat dan salah satu mekanisme tubuh melawan infeksi yaitu melalui demam.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hal ini dapat dirasakan saat gejala radang usus buntu, terutama jika infeksi yang dialami sudah parah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Selain demam, Anda juga dapat merasa menggigil.<\/span><\/p>\n<h3><b>5. Perut Kembung<\/b><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gejala yang masih ringan dapat dirasakan dari perut yang terasa kembung.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Umumnya, penderita penyakit usus buntu akan merasa perut kembung sampai beberapa hari, yang tidak hilang meskipun sudah diisi makanan.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Adanya masalah di organ usus membuat gas perut terperangkap dan sulit untuk dikeluarkan.<\/span><\/p>\n<h3><b>6. Kehilangan Nafsu Makan<\/b><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gangguan pada usus buntu juga dapat membuat Anda kehilangan nafsu makan karena perut terasa kembung dan begah.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gejala ini biasanya diikuti dengan sakit pada bagian perut yang menandakan usus buntu sedang meradang.<\/span><\/p>\n<h3><b>7. Kebingungan dan Kehilangan Orientasi<\/b><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kondisi tubuh yang menurun ditambah dengan infeksi pada usus buntu yang sudah parah dapat menimbulkan gejala kebingungan dan kehilangan orientasi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Saat tubuh melawan infeksi usus buntu, Anda membutuhkan energi dan oksigen yang cukup banyak.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Kekurangan kedua hal tersebut dapat membuat Anda linglung dan kehilangan orientasi karena otak kekurangan asupan oksigen.<\/span><\/p>\n<h3><b>8. Gangguan Pencernaan<\/b><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Penderita radang usus buntu akan mengalami gangguan pencernaan, baik berupa diare maupun konstipasi.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jika diare dan sembelit yang umum dialami akan sembuh dengan sendirinya, gejala ini disertai dengan nyeri perut pada area usus buntu berada.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Gangguan pencernaan ini akan terasa sampai beberapa hari dan mempengaruhi feses Anda.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hal yang perlu digaris bawahi, jika <a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Tinja#:~:text=Tinja%2C%20juga%20disebut%20sebagai%20feses,dikeluarkan%20melalui%20anus%20atau%20kloaka.\" target=\"_blank\" rel=\"noopener\">feses<\/a> Anda berlendir, bisa jadi usus buntu Anda sudah pecah.<\/span><\/p>\n<h3><b>9. Hasil Tes Darah<\/b><\/h3>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Peradangan pada usus buntu atau organ tubuh lainnya juga dapat diketahui dari hasil tes darah.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jika tes darah menunjukkan sel darah putih yang tinggi, artinya tubuh Anda sedang melawan infeksi.<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Hasil tes darah disertai dengan satu atau beberapa gejala yang disebutkan sebelumnya dapat menjadi indikasi penyakit tersebut.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">***<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Itulah 9 gejala usus buntu yang perlu Anda waspadai.\u00a0<\/span><\/p>\n<p style=\"text-align: justify;\"><span style=\"font-weight: 400;\">Jangan lupa untuk mengikuti program <a href=\"https:\/\/www.cekpremi.com\/asuransi-kesehatan\">asuransi kesehatan<\/a>, agar kesehatan Anda dan keluarga lebih terjaga ya!<\/span><\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Gejala usus buntu terjadi ketika usus buntu mengalami peradangan (apendisitis) akibat terinfeksi bakteri, virus, dan jamur. Yuk, kenali gejalanya sebelum bertambah parah! Usus buntu yang sehat adalah tempat berlindung dan &hellip; <\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":8608,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[44],"tags":[],"class_list":["post-8607","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-kesehatan"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/www.cekpremi.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8607"}],"collection":[{"href":"https:\/\/www.cekpremi.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/www.cekpremi.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.cekpremi.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.cekpremi.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=8607"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/www.cekpremi.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8607\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":19690,"href":"https:\/\/www.cekpremi.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/8607\/revisions\/19690"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/www.cekpremi.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media\/8608"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/www.cekpremi.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=8607"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.cekpremi.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=8607"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/www.cekpremi.com\/blog\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=8607"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}