4 Fakta dan Mitos Tentang Gerhana Bulan Berdarah

gerhana bulan berdarah

Tidak terasa beberapa minggu lagi yaitu 9 Maret 2016, fenomena gerhana matahari yang di tunggu-tunggu akan segara tiba. Sudah banyak peneliti yang tidak bersabar untuk menyaksikan fenomena langka ini di Indonesia hingga berbulan-bulan.

Jika beberapa waktu yang lalu cekpremi menyajikan beberapa fakta dan mitos tentang gerhana matahari, pada kesempatan kali ini cekpremi akan membahas hal-hal yang berhubungan juga dengan gerhana yaitu gerhana bulan atau agar lebih seru lagi, bagaimana jika kita membahas tentang gerhana bulan berdarah? Agar semuanya dapat lebih jelas dan anda mengetahui sebenarnya apa yang membedakan dari kedua gerhana ini, melalui mitos-mitos yang berkembang di tengah masyarakat mengenai gerhana ini.

Gerhana bulan berdarah mungkin sudah menjadi berita basi untuk di ulik lagi, namun yang sangat menyukai segala hal yang berhubungan tentang mitos akan tertarik dengan hal ini, setidaknya agar sedikit menambah pengetahuan kita masing-masing.

Berikut beberapa mitos tentang gerhana bulan berdarah, diantaranya yaitu:

1. Pertanda Kehidupan Akan berakhir
Banyak yang mengira bahwa fenomena gerhana bulan berdarah merupakan sebuah pertanda kiamat, bukan hanya itu gerhana matahari juga sering disebut-sebut  sebagai pertanda kiamat. Awalnya teori ini dikemukakan oleh Pastur Hagee dimana terjadi sebuah gerhana bulan berdarah pada tahun 1982 silam sebagai sebuah “pertanda kiamat”.

2. Gerhana yang dapat Mengubah Dunia
Gerhana bulan berdarah yang terjadi hanya selama 33 tahun sekali ini yang berlangsung selama 4 menit 43 detik. Gerhana bulan yang terjadi pada pada 2015 silam di percaya dapat mengubah dunia, hal ini di ungkapakan oleh seorang pemuka agama yaitu John Hage yaitu momen untuk mengubah dunia. Ia menulis dalam bukunya yang berjudul “Four Blood Moons”, dimana gerhana yang jatuh pada akhir pekan pada paskah ini adalah ada sebuah takdir yang dramatis akan terjadi yang dapat mengubah dunia cepat atau lambat.

3. Bulan Telah Terluka
Lain lagi halnya dengan kepercayaan suku Hupa di bagian utara California yang berpendapat bahwa bulan darah tetrad ini merupakan bulan telah di serang oleh hewan peliharaanya sendiri. Mereka percaya bahwa bulan telah memiliki 20 istri dengan banyak hewan peliharaan seperti singa dan juga ular. Jadi, karena bulan tidak memberi mereka makan atau terlambat memberi makan, maka hewan-hewan tersebut akhirnya menyerang dia dan akhirnya bulan pun di rawat oleh istri-istrinya.

4. Penampakkan Ibu Bulan
Beda halnya dengan kepercayaan orang-orang asli Amerika yang berpendapat bahwa munculnya gerhana bulan darah kategori tetrad ini merupakan sebuah tanda  ibu bulan menampakkan diri, dimana di percaya hadirnya ibu bulan ini dapat membawa sebuah penerangan dan dapat membersihkan energi, emosional, jiwa dan juga spritiual pada manusia khususnya untuk wanita yang berada di bumi.

Demikianlah 4 Fakta dan Mitos Tentang Gerhana Bulan Berdarah yang mungkin bisa menjadi informasi dan juga menambah pengetahuan bagi kita bersama. Semoga bermanfaat, terima kasih.

Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

February 28, 2016

Posted In: Hot News

Tags: , ,

Leave a Comment

Kontak Cekpremi

Icon 21 Kebon Jeruk
BLok B no. 17 Jl. Meruya Ilir raya Srengseng - Kembangan
Jakarta Barat, ID 11620
Telp : 021-50517000


2014-2016 © PT. Reventon Mitra Pratama
DMCA.com Protection Status
Ikuti Kami