Apa itu Asuransi Syariah? Apa Perbedaannya dengan Asuransi Biasa?

Jan - 16
2021
Kenali Pengertian Polis Asuransi Yang Benar

Apa itu Asuransi Syariah? Apa Perbedaannya dengan Asuransi Biasa?

Beberapa waktu terakhir asuransi syariah tengah banyak dibicarakan di kalangan masyarakat Indonesia. Sebenarnya apasih asuransi syariah itu dan apa bedanya dengan asuransi konvensional yang biasa kita lihat di pasaran?

Berdasarkan fatwa DSN MUI 21/DSN-MUI/X/2001 tentang Pedoman Umum Asuransi Syariah, menyebutkan bahwa asuransi syariah adalah usaha untuk saling membantu dan berbagi di antara sejumlah orang atau pihak melalui investasi dalam bentuk aset atau tabarru yang memberikan pola pengembalian untuk menghadapi risiko tertentu menggunakan akad yang sesuai dengan syariah.

Daftarkan Gratis !

Dapatkan penawaran MENARIK dan diskon BESAR dari kami

I agree to have my personal information transfered to MailChimp ( more information )

I will never give away, trade or sell your email address. You can unsubscribe at any time.

Dalam asuransi jenis ini, perusahaan menjamin bahwa dana dari nasabah tidak akan digunakan untuk membiayai atau berinvestasi di bidang yang bertentangan dengan syariat, seperti produk tembakau untuk rokok dan minuman keras karena mengikuti 3 akad yang ada, yaitu:

 

  • Akad Tijarah yang bertujuan komersial, yaitu dengan melakukan investasi dari premi nasabah,
  • Akad Tabbaru’ yang dilakukan berdasarkan prinsip saling tolong-menolong.
  • Akad Wakalah bil Ujrah yang memberikan wewenang kepada penyedia asuransi dalam mengelola dana proteksi atau investasi milik nasabah.

 

Sedangkan asuransi konvensional tidak memiliki ketentuan tersebut, sehingga manfaat yang didapatkan oleh nasabah tidak bisa dipastikan berasal dari keuntungan atas investasi pada bisnis di bidang apa.

Untuk konsep kepemilikan dana pada asuransi syariah adalah dengan berbagi risiko pada peserta asuransi lainnya dengan melakukan akad tabbaru’ atau saling tolong menolong, di mana dana yang didapatkan oleh seorang nasabah berasal dari iuran peserta lain yang memberikan santunan yang disebut dengan sharing of risk. Sedangkan pada asuransi konvensional dana santunan di dapatkan karena nasabah yang membayar premi sendiri di tiap bulannya.

Perlindungan yang diberikan oleh asuransi ini telah dipastikan bersifat halal karena mengikuti syariat islam dan sesuai dengan fatwa yang dikeluarkan leh MUI. Berbeda dengan asuransi konvensional yang hanya diawasi oleh OJK, operasional perusahaan yang menyediakan asuransi syariah tidak hanya diawasi oleh OJK tetapi juga Dewan Pengawas Syariah (DPS) yang ditugaskan langsung oleh MUI.

Jadi, itulah beberapa perbedaan asuransi syariah dan asuransi konvensional yang ada di Indonesia. Untuk perencanaan masa depan memang harus dengan persiapan yang matang dan strategi yang tepat. Baik kamu memilih asuransi syariah ataupun konvensional, perlindungan finansial di masa depan harus sesuai dengan kebutuhanmu. Cari tahu lebih lengkap mengenai asuransi bersama Cekpremi.com biar keuanganmu di masa depan tetap aman!

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *