8 Penyebab Rem Blong dan Cara Mengantisipasinya

rem blong

Last Updated on November 16, 2021 by Rhandy Verizarie

Cekmates, berdasarkan data, kecelakaan di jalan raya banyak disebabkan oleh kegagalan pengereman alias rem blong. Sebenarnya hal ini bisa dihindari dengan perawatan rutin dan pengecekan sebelum Anda berkendara.

Walaupun mungkin terlihat ‘ribet’, tapi ‘better safe than sorry’, bukan? Oleh karena itu, penting untuk mengetahui penyebab dan apa tindakan yang harus dilakukan ketika mengalami rem blong. Yuk, simak informasinya berikut ini! 

Penyebab Rem Bisa Blong

Ada banyak hal yang bisa menyebabkan rem menjadi blong, di antaranya sebagai berikut:

1. Minyak Rem Habis

Bisa karena minyak rem habis sampai kanvas dan membuat piston rem rusak. Piston atau kanvas rusak atau aus umumnya karena faktor usia. Untuk pencegahannya dengan melakukan pemeriksaan berkala setiap kendaraan menempuh jarak 10.000 km.

2. Minyak Rem Kotor

Penyebab selanjutnya adalah minyak rem yang sudah kotor. Kondisi ini umumnya disebabkan oleh adanya tangki tambahan dan proses penggantian minyak rem. Selain itu, kualitas minyak rem yang kurang baik ternyata juga bisa menjadi pemicunya, lho.

Pasalnya, minyak rem dengan kualitas rendah mudah mengendap yang mana endapan tersebut akan menjadi kotoran.

Itu sebabnya, pastikan Anda selalu menggunakan minyak rem berkualitas baik. Juga, jangan lupa untuk melakukan penggantian minyak rem tersebut secara berkala.

3. Selang Minyak Rem Tersumbat

Faktor lainnya adalah tersumbatnya selang minyak rem, yang mana ukuran selang tersebut memang kecil dan rentan terjadi penyumbatan. Oleh karena itu, lakukanlah pengecekan rutin untuk memastikan tidak terjadi penyumbatan pada selang minyak rem. 

4. Kanvas Rem Aus

Penyebab rem blong selanjutnya adalah kanvas rem yang aus. Biasanya, hal ini ditandai dengan bunyi kasar ketika Anda menginjak rem.

Kondisi ini sejatinya wajar terjadi, khususnya pada mobil yang memiliki plat indikator. Akan tetapi, Anda harus segera mengganti kanvas yang terindikasi aus sebelum menimbulkan akibat yang fatal.

5. Seal Piston Master Aus

Hal lain yang bisa membuat rem tidak berfungsi adalah seal piston master mengalami aus. Penyebabnya bisa karena usia atau kualitas minyak rem yang sudah tidak bagus atau terkontaminasi. 

Untuk menjaga minyak rem dalam kondisi bagus, disarankan untuk menguras dan menggantinya setiap 6 bulan sekali atau maksimal 1 tahun sekali. 

6. Vapour Lock

Vapour lock adalah kondisi ketika minyak rem mengalami penguapan. Penyebabnya karena mesin yang terlalu panas sehingga menyebabkan oli rem mendidih.

Oli rem yang mendidih tersebut lantas menimbulkan gelembung. Nah, gelembung udara ini akan mengendap sehingga mengganggu pengereman mobil.

Selain itu, vapour lock juga disebabkan oleh, lagi-lagi, minyak rem yang berkualitas rendah. Jadi, pastikan minyak rem yang Anda gunakan berkualitas baik, ya.

7. Piston Rem Rusak

Piston rem rusak juga menjadi penyebab rem blong. Pasalnya, kerusakan tersebut membuat piston tidak dapat meneruskan tekanan hidraulis dari pedal rem untuk menekan kanvas.

Akibatnya, sistem pengereman mengalami malfungsi. Piston rem yang rusak umumnya berupa aus dan berkarat.

8. Sistem Pengereman Bocor

Sistem pengereman yang mengalami kebocoran secara otomati membuat kinerjanya menjadi tidak maksimal, atau bahkan tidak dapat berfungsi sama sekali. Umumnya, ada dua area yang biasanya mengalami kebocoran, yaitu:

  • Master rem. Kebocoran pada master rem biasanya berkaitan dengan jangka waktu dan kuantitas penggunaan rem.
  • Selang saluran rem. Kebocoran pada saluran rem diakibatkan oleh penggunaan dalam kurun waktu lama sehingga menyebabkan elastisitasnya menurun.

Jangan Panik, Begini Cara Mengatasi Rem Blong

penyebab rem blong

Ketika menyadari rem mobil blong, pasti Anda langsung merasa panik. Namun, cobalah untuk berpikir jernih dan tenang dan lakukan sejumlah langkah berikut ini: 

1. Menurunkan Gigi Secara Bertahap

Sebagian besar kecelakaan terjadi akibat pengendara berada dalam kecepatan tinggi. Nah, ketika menyadari rem tidak berfungsi, segera turunkan gigi secara bertahan untuk menurunkan putaran RPM. Terus lakukan penurunan gigi hingga ke level paling rendah. Segera juga tekan tombol lampu hazard dan klakson supaya kendaraan sekitar tau kalau kendaraan Anda sedang bermasalah dan dalam keadaan darurat.

2. Gunakan Rem Tangan

Selagi melakukan pengereman mesin, imbangi juga dengan rem tangan. Rem tangan akan sangat efektif menurunkan kecepatan. Namun harus dilakukan setelah menurunkan gigi karena saat Anda menggunakan rem tangan secara otomatis akan langsung menghentikan ban dan bisa menyebabkan selip. Akibat fatalnya bisa membuat mobil terbalik. Jadi tahapannya adalah dengan menurunkan gigi, baru memanfaatkan rem tangan untuk menghentikan mobil.

3. Jangan Matikan Mesin

Ketika panik, mungkin Anda langsung berpikir untuk mematikan mesin mobil agar mobil langsung berhenti. Tindakan ini malah bisa membuat Anda kehilangan kendari lho, terutama untuk mesin dengan power steering. Sebaliknya, pertahankan mesin mobil untuk tetap menyala. 

4. Guncangkan Pedal Rem

Ada kemungkinan pengereman tidak bisa dilakukan karena kesalahan sistem sementara. Jadi, cobalah untuk mengguncangkan pedal rem dan terus menginjaknya. Namun apabila mobil masih belum bisa berhenti, cara terakhir yang bisa dilakukan adalah menabrakkan mobil ke bidang yang tidak terlalu keras, bisa gundukan pasir, pagar kayu atau benda lain yang cukup aman. 

Untuk mencegah terjadinya rem blong, selalu periksa kendaraan secara berkala demi keselamatan Anda dan penumpang. Anda juga bisa melakukan langkah antisipasi dengan memiliki asuransi mobil.

 

Temukan asuransi mobil terbaik untuk proteksi maksimal terhadap kendaraan Anda hanya di Cekpremi.com! Nikmati diskon 25% plus cashback 11%! Tunggu apalagi? Yuk, beli asuransi mobil untuk kendaraan kesayangan Anda sekarang juga!

About Titi Setianing R

a storyteller

View all posts by Titi Setianing R →