Apa yang Harus Dilakukan Ketika Rem Blong?

Mei - 31
2021
rem blong

Apa yang Harus Dilakukan Ketika Rem Blong?

Tahukah Anda berdasarkan data, kecelakaan di jalan raya banyak disebabkan oleh kegagalan pengereman alias rem blong. Sebenarnya hal ini bisa dihindari dengan perawatan rutin dan pengecekan sebelum Anda berkendara. Walaupun mungkin terlihat ribet, tapi better safe than sorry, bukan? Oleh karena itu penting untuk mengetahui penyebab dan apa tindakan yang harus dilakukan ketika mengalami hal ini. 

Penyebab Rem Bisa Blong

Ada banyak hal yang bisa menyebabkan rem menjadi blong. Bisa karena minyak rem habis sampai kanvas dan membuat piston rem rusak. Piston atau kanvas rusak atau aus umumnya karena faktor usia. Untuk pencegahannya dengan melakukan pemeriksaan berkala setiap kendaraan menempuh jarak 10.000 km.

Faktor lainnya adalah tersumbatnya selang minyak rem, dimana ukuran selang tersebut memang kecil dan rentan terjadi penyumbatan. Lakukanlah pengecekan rutin untuk memastikan tidak terjadi penyumbatan. 

Hal lain yang bisa membuat rem tidak berfungsi adalah seal piston master mengalami aus. Penyebabnya bisa karena usia atau kualitas minyak rem yang sudah tidak bagus atau terkontaminasi. 

Untuk menjaga minyak rem dalam kondisi bagus, disarankan untuk menguras dan menggantinya setiap 6 bulan sekali atau maksimal 1 tahun sekali. 

Apa yang Harus Dilakukan Ketika Rem Blong? 

penyebab rem blong

Ketika menyadari rem mobil blong, pasti Anda langsung merasa panik. Namun cobalah untuk berpikir jernih dan tenang, beberapa hal ini perlu Anda lakukan untuk meminimalisir terjadi kecelakaan.

Menurunkan Gigi Secara Bertahap

Sebagian besar kecelakaan terjadi akibat pengendara berada dalam kecepatan tinggi. Nah, ketika menyadari rem tidak berfungsi, segera turunkan gigi secara bertahan untuk menurunkan putaran RPM. Terus lakukan penurunan gigi hingga ke level paling rendah. Segera juga tekan tombol lampu hazard dan klakson supaya kendaraan sekitar tau kalau kendaraan Anda sedang bermasalah dan dalam keadaan darurat.

Gunakan Rem Tangan

Selagi melakukan pengereman mesin, imbangi juga dengan rem tangan. Rem tangan akan sangat efektif menurunkan kecepatan. Namun harus dilakukan setelah menurunkan gigi karena saat Anda menggunakan rem tangan secara otomatis akan langsung menghentikan ban dan bisa menyebabkan selip. Akibat fatalnya bisa membuat mobil terbalik. Jadi tahapannya adalah dengan menurunkan gigi, baru memanfaatkan rem tangan untuk menghentikan mobil.

Jangan Matikan Mesin

Ketika panik, mungkin Anda langsung berpikir untuk mematikan mesin mobil agar mobil langsung berhenti. Tindakan ini malah bisa membuat Anda kehilangan kendari lho, terutama untuk mesin dengan power steering. Sebaliknya, pertahankan mesin mobil untuk tetap menyala. 

Guncangkan Pedal Rem

Ada kemungkinan pengereman tidak bisa dilakukan karena kesalahan sistem sementara. Jadi, cobalah untuk mengguncangkan pedal rem dan terus menginjaknya. Namun apabila mobil masih belum bisa berhenti, cara terakhir yang bisa dilakukan adalah menabrakkan mobil ke bidang yang tidak terlalu keras, bisa gundukan pasir, pagar kayu atau benda lain yang cukup aman. 

Untuk mencegah terjadinya rem blong, selalu periksa kendaraan secara berkala demi keselamatan Anda dan penumpang. Anda juga bisa melakukan langkah antisipasi dengan memiliki asuransi mobil. Dapatkan penawaran terbaiknya hanya di Cekpremi.com.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner asuransi mobil cekpremi