Bagaimana Nasib Klaim Asuransi Pengemudi di Bawah Umur

Asuransi
Image Source motors.co.uk

 

Masih ingat kasus kecelakaan yang melibatkan anak dari salah satu musisi ternama Indonesia beberapa waktu lalu ? Seorang anak musisi terkenal dengan inisal AQJ memacu mobil Mitsubishi Lancer dengan kecepatan tinggi dan menghantam pembatas jalan lalu menabrak beberapa pengendara lainnya di Tol Jagorawi. Kecelakaan hebat tersebut merenggut nyawa 7 orang korban dan membuat AQJ sendiri masuk ruang ICU RSPI.

Mobil yang dikendarai oleh AQJ pun kondisinya hancur dan nyaris tak berbentuk. Kerugian yang ditanggung oleh sang ayah pun tak sedikit, selain harus bertanggung jawab terhadap keluarga korban dan menanggung biaya perawatan rumah sakit anaknya.

Akan tetapi beban bertambah saat klaim asuransi nya ditolak oleh pihak asuransi. Hal ini dikarenakan penilain dari perusahaan asuransi bahwa kecelakaan yang melibatkan AQJ tersebut merupakan pelanggaran hukum. Sesuai dengan peraturan yang berlaku maka pihak asuransi tidak dapat mencairkan klaim yang konon besarnya mencapai Rp 500 juta.

Lalu mengapa bisa demikian ? Pertama mari kita lihat mengenai kelengkapan secara hukum yang harus dimiliki oleh para pengemudi untuk bisa turun gelanggang ke jalanan. Apakah AQJ sudah melengkapi persyaratan mengendaranya ? Bukan bermaksud menyudutkannya, namun jelas pada saat itu usia AQJ baru 13 tahun, dan jelas belum memiliki SIM (Surat Izin Mengemudi).

Itu adalah salah satu bentuk pelanggaran hukum sebagaimana penilaian dari pihak asuransi yang menolak klaim asuransinya yang senilai Rp 500 juta. Sebagaimana yang kita ketahui anak yang masih di bawah umur tidak boleh mengemudi di jalan raya. Jadi yang dilakukan oleh pihak asuransi sudah benar.

Sesuai dengan peraturan yang ada pihak asuransi tidak dapat mencairkan klaim jika resiko yang terjadi merupakan sebuah bentuk tindakan pelanggaran hukum. Maka dari itu meskipun diri anda sudah diasuransikan namun tetap saja klaim tersebut tidak dapat dicairkan oleh perusahaan asuransi jika terdapat unsur pelanggaran hukum disana.

Anak di bawah umur dilarang mengemudikan kendaraan termasuk pelanggaran hukum tertulis UU Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Jalan Raya, disitu disebutkan batas minimal seseorang boleh punya SIM adalah 17 tahun.

Sama halnya apabila anda mengemudi dalam pengaruh obat-obatan atau dalam keadaan mabuk lalu terjadi kecelakaan, dan kemudian polisi menetapkan anda sebagai tersangka dalam kejadian tersebut maka perusahaan asuransi juga akan menolak klaim asuransi anda.

Kesimpulannya klaim asuransi untuk pengemudi di bawah umur tidak dapat dilakukan, karena sesuai dengan peraturan anak di bawah umur dilarang mengemudikan kendaraan di jalan raya dan merupakan sebuah tindak pelanggaran hukum.

Asuransi
Yukk pilih asuransi mobil terbaik anda disini (klik gambar)

Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

July 30, 2015

Posted In: Features

Tags: , , ,

Leave a Comment

Kontak Cekpremi

Icon 21 Kebon Jeruk
BLok B no. 17 Jl. Meruya Ilir raya Srengseng - Kembangan
Jakarta Barat, ID 11620
Telp : 021-50517000


2014-2016 © PT. Reventon Mitra Pratama
DMCA.com Protection Status
Ikuti Kami