6 Macam Kelainan Tulang yang Perlu Diwaspadai

osteoporosis

Last Updated on January 11, 2022 by Rhandy Verizarie

Tulang adalah bagian tubuh penting yang membantu aktivitas sehari-hari. Organ ini berfungsi untuk menopang bentuk dan postur tubuh, menunjang pergerakan tubuh, menyimpan mineral, menghasilkan sel darah, hingga melindungi organ di dalam tubuh. Sayangnya, tulang tidak lepas dari sejumlah masalah kesehatan, seperti kelainan tulang.

Apa saja macam-macam kelainan tulang yang perlu Anda waspadai? Berikut informasinya!

Jenis Kelainan Tulang yang Umum Terjadi

contoh kelainan tulang

1. Osteoporosis

Merupakan kondisi dimana pembentukan jaringan tulang baru tidak dapat mengimbangi penghancuran jaringan tulang lama yang telah rusak. Hal ini akan membuat tulang menjadi lemah dan rapuh. Bagian tulang yang rentan mengalami kerusakan akibat osteoporosis adalah tulang belakang, pergelangan tangan, dan pinggul. Umumnya banyak terjadi pada lansia dan wanita.

Penyebabnya osteoporosis ada beberapa, seperti kekurangan kalsium, penggunaan kortikosteroid dalam jangka panjang, atau gangguan hormon. Gejala yang umum dirasakan oleh pasien adalah nyeri tulang atau punggung, perubahan postur tubuh, tulang mudah patah, hingga berkurangnya tinggi badan.

2. Penyakit Paget

Penyakit Paget adalah kelainan kronis yang menyebabkan tulang tumbuh lebih cepat namun rapuh. Akibatnya, tulang mudah mengalami kerusakan dan perubahan bentuk. Belum diketahui dengan pasti apa penyebab penyakit ini namun banyak ahli menduga bahwa faktor lingkungan dan genetik merupakan penyebab tulang tumbuh terlalu cepat dan lemah.

Keluhan yang biasanya dialami penderita adalah nyeri pada tulang atau sendi, pembesaran tulang, sakit kepala, gangguan pendengaran, serta kesulitan melakukan aktivitas tertentu.

3. Infeksi Tulang (Osteomielitis)

Osteomielitis adalah peradangan pada tulang yang umumnya disebabkan oleh infeksi bakteri. Kelainan tulang ini sering terjadi pada orang yang mengalami cedera atau patah tulang terbuka, memiliki daya tahan tubuh yang lemah, atau menggunakan alat bantu prostetik pada tulang atau sendi.

Gejala osteomielitis berupa nyeri dan pembengkakan pada tulang, bagian di sekitar tulang yang meradang terasa hangat saat disentuh, demam, serta tubuh terasa lemas.

4. Rakitis dan Osteomalacia

Rakitis adalah suatu kondisi yang mempengaruhi perkembangan tulang pada anak-anak. Sementara pada orang dewasa, rakitis dikenal dengan istilah osteomalacia atau tulang lunak. Rakitis dan osteomalacia dapat menyebabkan tulang menjadi lunak dan lemah, sehingga membuat penderitanya berisiko tinggi mengalami kelainan bentuk tulang dan patah tulang.

Penyebab utama kelainan tulang yang satu ini adalah kekurangan vitamin D dan gejala yang ditimbulkan berupa pegal-pegal, nyeri otot, kesemutan, dan nyeri pada tulang, terutama setelah melakukan banyak aktivitas fisik.

5. Osteogenesis Imperfecta

Osteogenesis imperfecta (OI) adalah kelainan genetik yang diturunkan dari orang tua, di mana formasi tulang tidak sempurna sehingga mudah patah. Selain patah tulang, OI juga dapat menyebabkan otot lemah, gigi rapuh, tulang belakang melengkung, dan hilangnya pendengaran. 

6. Tumor Tulang

Ketika sel-sel di tulang tumbuh tidak terkendali, dapat terbentuk suatu gumpalan jaringan yang disebut tumor. Tumor pada tulang biasanya bersifat jinak, namun tetap bisa membuat jaringan tulang yang sehat di sekitarnya menjadi rusak dan lemah.

Hal ini kemudian menyebabkan tulang rapuh dan mudah patah. Ada beberapa jenis tumor tulang yang bersifat ganas atau kanker dan bisa menyebar hingga menyebabkan kerusakan di bagian tubuh lain. 

Cara Mencegah Kelainan Tulang

kesehatan tulang

1. Menambah Asupan Kalsium dan Vitamin D

Jika Anda ingin memelihara kesehatan tulang, kalsium dan vitamin D adalah nutrisi yang berperan penting. Keduanya bisa didapatkan dari susu dan produk olahannya, kacang-kacangan, sayuran, daging, ikan, dan telur. Anda juga bisa mendapatkannya dari suplemen. Sedangkan vitamin D dapat diproduksi di dalam tubuh dengan bantuan paparan sinar matahari.

2. Rutin Olahraga

Beberapa jenis olahraga, seperti berjalan kaki, jogging, menari, basket, panjat tebing, yoga, dan latihan beban, dapat membantu Anda membangun tulang yang kuat dan mencegah tulang menjadi keropos.

3. Menjaga Berat Badan Ideal

Memiliki berat badan yang terlalu kurus atau gemuk dapat meningkatkan risiko Anda terkena osteoporosis. Untuk mengetahui apakah berat badan badan Anda sudah ideal, cobalah hitung indeks massa tubuh Anda.

4. Menjalani Pemeriksaan Kepadatan Tulang

Pemeriksaan yang dilakukan dengan foto Rontgen khusus ini bertujuan untuk menilai kepadatan dan kekuatan tulang. Dokter biasanya akan menyarankan pemeriksaan ini pada lansia atau wanita yang telah menopause dan orang yang rutin mengkonsumsi obat kortikosteroid.

Beberapa contoh kelainan tulang dan gejalanya di atas sebaiknya diwaspadai. Jadi ketika Anda merasakan beberapa gejala tersebut, langsung periksakan ke dokter untuk memastikannya. Mulailah untuk menjaga pola hidup sehat dengan makanan bergizi dan olahraga.