Orang Dengan Empat Penyakit Ini Sebaiknya Jangan Mengemudikan Mobil

penyakit
image source scoopwhoop

Untuk menjadi seorang pengemudi yang handal tentu ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi. Tentu saja yang pertama adalah masalah teknis, bagaimana seseorang bisa dikatakan sebagai pengemudi yang handal jika masalah teknis saja tidak dapat dikuasainya. Faktor utama keselamatan seseorang saat mengemudi kebanyakan berasal dari faktor teknis ini.

Selain teknis sebenarnya kesiapan fisik dan mental anda pun akan mempengaruhi konsentrasi anda saat mengemudi. Untuk itu penting buat anda untuk mempersiapkan kondisi fisik semaksimal mungkin, terutama untuk anda yang akan mengendarai mobil menempuh perjalanan jauh. Karena kondisi fisik yang tidak maksimal akan memuat anda menjadi cepat lelah, dan konsentrasi anda berkurang.

Dalam hal ini kesiapan fisik juga akan dipengaruhi oleh penyakit yang anda derita, terutama penyakit yang mempengaruhi system saraf dan kinerja otak anda. Tentu saja semua itu akan mempengaruhi keselamatan si pengemudi sendiri ataupun pengguna jalan lain disekitarnya.

Berikut ini adalah empat penyakit yang dapat mempengaruhi kemampuan seseorang saat mengendarai mobil :

1. Hemianopsia

Hemianopsia yaitu penyempitan bagian penglihatan yang membuat penderitanya mempunyai pandangan terbatas. Penderita cuma dapat melihat separuh sisi dari bidang pandangan. Obyek yang semula kelihatan dapat mendadak hilang dan menjadi gelap. Hal semacam ini dipicu oleh otak penderita yang mengalami kerusakan organik yang dapat diakibatkan oleh stroke atau cedera kepala. Peneliti menjelaskan pasien hemianopsia tak dianjurkan untuk menyetir lantaran mereka akan mengalami problem ketika mendeteksi pejalan kaki atau objek bergerak lainnnya di jalan raya.

2. Panic Attack atau Panic Disorder

Panic attack yaitu serangan kepanikan yang menjurus pada ketakutan hebat yang terjadi mendadak tanpa adanya sebab sebelumnya. Panic attack bisa menyerang setiap saat dalam keadaan apapun. Penderita panic attack yang sudah mengalami serangan sekurang-kurangnya empat kali sudah dikelompokkan sebagai pengidap Panic Disorder. Penderita panic attack kerap disalahartikan sebagai penderita sakit jantung lantaran pada umumnya gejala yang ditimbulkan serupa dengan serangan jantung, mulai dari detak lebih cepat dari biasanya dan berdebar-debar, sampai  pusing, kepala seperti melayang, tubuh merasa dingin, nafas pendek-pendek, serta seolah-olah terasa akan meninggal atau sekarat.

Panic attack kerap menyerang pada saat penderita sedang menyetir mobil. Oleh karenanya, penderita panic attack tak dianjurkan menyetir mobil, terlebih saat sendirian.

3. Epilepsi

Epilepsi adalah kelainan yang dipicu oleh terbentuknya sinyal listrik dalam otak yang mengakibatkan kejang berulang. Penderita epilepsi dilarang untuk mengemudi lantaran epilepsi kerapkali muncul secara mendadak yang mengakibatkan pasien kehilangan seluruh kontrol tubuh, otot jadi kaku, gerakan tak termonitor, serta penurunan kesadaran. Pasien epilepsi sangatlah rawan terkena cahaya langsung dari kendaraan yang terlalu terang secara mendadak. Di banyak negara, pasien epilepsi diijinkan menyetir dengan ketentuan khusus. Di Amerika Serikat, apabila dalam dua tahun berturut-turut tak terkena serangan, pasien epilepsi diijinkan untuk menyetir.

4. Vertigo

Terserang vertigo saat menyetir sangatlah membahayakan. Pasien vertigo harus lekas menepikan kendaraan. Vertigo adalah rasa sakit kepala seolah-olah kepala berputar hebat yang disebabkan masalah keseimbangan, kerapkali dikarenakan masalah pada telinga bagian dalam.

Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

January 25, 2016

Posted In: Automotive, Health, Tips & Tricks

Tags: , , , ,

Leave a Comment

Kontak Cekpremi

Icon 21 Kebon Jeruk
BLok B no. 17 Jl. Meruya Ilir raya Srengseng - Kembangan
Jakarta Barat, ID 11620
Telp : 021-50517000


2014-2016 © PT. Reventon Mitra Pratama
DMCA.com Protection Status
Ikuti Kami