E-Tilang : Pahami Mekanisme Alur Proses Beserta Info Terkait E-Tilang

CCTV untuk memantau lalu lintas

Pada masa sekarang ini, hampir semua hal dilakukan dengan teknologi. Seperti halnya penilangan bagi pengendara mobil atau motor yang melakukan pelanggaran. Semula penilangan dilakukan secara manual, melalui aparat kepolisian yang bertindak langsung di jalanan. Terhitung dari tanggal 23 Maret 2021 pemerintah resmi mengimplementasikan peraturan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE) atau e-tilang. Peraturan ini mengacu pada Undang-undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, serta Peraturan pemerintah Nomor 80 tahun 2012 tentang Tata Cara Pemeriksaan Kendaraan Bermotor di Jalan dan Penindakan Pelanggaran Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

E-tilang adalah penerapan kamera pemantau berteknologi canggih untuk mengontrol pelanggaran lalu lintas di sejumlah ruas jalan. E-tilang merupakan suatu kebijakan yang dikeluarkan oleh kepolisian Republik Indonesia, agar sistem penilangan terhadap pelanggar lalu lintas berjalan dengan transparan dan efisien. Serta memberikan kemudahan kepada masyarakat dalam mengurus proses tilang.

Kebijakan e-tilang dilakukan untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat. Masyarakat menganggap proses tilang konvensional tidak transparan dan banyak kasus pungutan liar di dalamnya. Dalam mekanisme e-tilang masyarakat diminta untuk langsung membayar denda ke bank. Sehingga tidak ada kekhawatiran akan adanya kecurangan yang dilakukan oleh pihak kepolisian.

Perbedaan E-Tilang dengan Tilang Konvensional

  • Efek Jera

Menerapkan e-tilang tentunya akan memberikan efek jera kepada masyarakat. Karena prosesnya langsung dilakukan tanpa adanya tangan ketiga. Berbeda dengan tilang konvensional yang bisa beradu mulut dengan pihak kepolisian, e-tilang justru tidak bisa melakukan hal tersebut.

  • Konektivitas

Sistem tilang konvensional tidak terhubung secara online dengan sistem lain. Berbeda dengan e-tilang yang terkoneksi dengan sistem lain yang terkoneksi oleh provider internet.

  • Persidangan

Untuk tilang konvensional, jika pelanggar berhalangan hadir di persidangan maka harus diwakilkan. Sedangkan, e-tilang pelanggar tidak perlu hadir dalam persidangan.

  • Waktu Penindakan

Jika tilang konvensional pelanggar bisa beradu mulut dengan petugas kepolisian. Tentunya hal tersebut kurang efisien, karena membuang waktu. Berbeda dengan e-tilang yang tidak mengharuskan pelanggar berkomunikasi dengan polisi. Sehingga dapat mempersingkat waktu.

  • Peluang Penyimpangan

Tilang konvensional sangat rawan dengan praktik pungutan liar (pungli). Sedangkan dengan sistem e-tilang pelanggar diminta untuk membayar denda melalui Bank. Sehingga meminimalisir adanya praktik pungli.

Sepuluh Jenis Pelanggaran Lalu Lintas yang Terkena Tilang

  • Melanggar Marka Jalan

Besaran denda tilang maksimal Rp 500 ribu atau pidana kurungan penjara paling lama dua bulan. Sesuai dengan Undang-undang Lalu Lintas dan Angkutan jalan (LLAJ) Nomor 22 Tahun 2009 Pasal 287 ayat 1.

  • Tidak Mengenakan Sabuk Pengaman bagi Pengemudi Kendaraan Roda Empat

Besaran denda maksimal Rp 250 ribu atau kurungan paling lama satu bulan.

  • Berkendara Sambil Menggunakan Gawai

Denda maksimal Rp 750 ribu atau pidana kurungan penjara paling lama tiga bulan.

  • Melanggar Batas kecepatan

Aturan kecepatan tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2013 dan Undang-undang LLAJ Nomor 22 Tahun 2009. Denda paling besar Rp 500 ribu atau kurungan penjara paling lama dua bulan.

  • Pelanggaran Ganjil Genap

Sesuai dengan Undang-undang LLAJ Nomor 22 Tahun 2009 denda bagi orang yang melanggar aturan ini adalah maksimal Rp 500 ribu atau kurungan penjara paling lama dua bulan.

  • Berkendara Melawan Arus

Berdasarkan Undang-undang LLAJ 22/2009 untuk pengendara motor pidana kurungan paling lama dua bulan atau denda maksimal Rp 500 ribu. Sedangkan untuk pengendara mobil denda maksimal Rp 1 juta atau kurungan penjara paling lama empat bulan.

  • Melanggar Lampu Merah

Besaran denda maksimal Rp 500 ribu atau kurungan penjara maksimal sebulan.

  • Tidak Mengenakan Helm

bagi pengendara motor yang tidak mengenakan helm SNI (Standar Nasional Indonesia) maka akan didenda paling banyak Rp 250 ribu atau kurungan maksimal sebulan.

  • Berboncengan Lebih dari Dua Orang

Pelanggar akan terkena tilang dengan denda maksimal Rp 250 ribu atau kurungan penjara paling lama sebulan.

  • Tidak Menyalakan Lampu utama pada Malam dan Siang Hari bagi Sepeda Motor

Bagi pengendara motor yang tidak menyalakan lampu utama di malam hari didenda maksimal Rp 250 ribu atau kurungan penjara maksimal sebulan. Sedangkan pengendara motor yang tidak menyalakan lampu utama di siang hari, didenda maksimal Rp 100 ribu atau kurungan penjara maksimal 15 hari.

Itulah sepuluh jenis pelanggaran lalu lintas yang terkena tilang. Jika kamu terkena e-tilang dan tidak membayar denda, maka sanksinya adalah pemblokiran Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK). Lalu bagaimana jika kamu terkena e-tilang? Apa yang harus dilakukan? 

Pelanggar yang terkena e-tilang terlebih dahulu akan menerima surat konfirmasi pelanggaran. Surat pelanggaran akan dikirimkan selambat-lambatnya tiga hari setelah pelanggaran dilakukan. Setelah itu, pelanggar diberi waktu delapan hari untuk melakukan konfirmasi melalui website https://etle-pmj.info/id

Pelanggar juga bisa langsung mendatangi kantor Sub Direktorat Penegakan Hukum untuk melakukan konfirmasi. Jika pelanggar tidak melakukan konfirmasi, maka akan dilakukan pemblokiran STNK.

Selanjutnya, petugas akan menerbitkan tilang untuk pembayaran denda. Prosedur pembayaran denda melalui Bank ataupun pelanggar bisa mengikuti sidang di tempat yang ditunjuk. Jika pelanggar tidak membayar denda dalam kurun waktu 15 hari, maka pajak STNK akan diblokir.

Mulai saat ini, cobalah untuk berhati-hati dan menaati peraturan ya. Agar kamu tidak terkena e-tilang.

Selain berhati-hati dalam berkendara, kamu juga perlu melakukan proteksi terhadap kendaraanmu. Tindakan proteksi tersebut bisa dilakukan dengan cara mendaftar asuransi untuk kendaraan kesayanganmu. 

Sekarang ini, banyak perusahaan menawarkan segala jenis asuransi kendaraan. Dengan mendaftar asuransi kamu bisa berkendara dengan nyaman. Kamu bisa mendaftar asuransi untuk mobilmu di cekpremi. Terdapat banyak mitra yang bekerjasama di dalamnya. Dapatkan perlindungan secara maksimal untuk kendaraan kesayanganmu.

Dapatkan rekomendasi asuransi mobil terbaik dengan cashback hingga 25%. Segera kunjungi cekpremi.

Pertanyaan Seputar E-Tilang

E-tilang merupakan peraturan baru dalam aturan lalu lintas. Tentunya masih banyak pertanyaan yang ingin ditanyakan masyarakat. Berikut pertanyaan yang sering ditanyakan.

Bagaimana proses e-tilang?

E-Tilang beroperasi menggunakan kamera Closed Circuit Television (CCTV) yang dipasang di sepanjang ruas jalan selama 24 jam dan pelanggaran akan terdeteksi oleh kamera elektronik.

Bagaimana cara mengecek denda tilang?

Pertama kunjungi laman https://etle-pmj.info/id lalu masukkan plat kendaraan, nomor mesin kendaraan dan nomor rangka kendaraan. Setelah itu cek data.