Hari Guru: Bentuk Penghargaan Untuk Pahlawan Tanpa Jasa

Hari Guru
Mencetak generasi muda yang cerdas, inovatif, kreatif dan berakal budi adalah tugas seorang guru. Dengan senantiasa sosok pahlawan tanpa jasa ini terus berjuang untuk mendidik dan memberi pengetahuan kepada generasi muda. Tidak banyak yang diharapkan oleh seorang guru kepada muridnya, yang mereka inginkan hanya agar muridnya tersebut tumbuh menjadi generasi penerus yang sukses memajukan negeri ini dan memiliki ahlak yang baik.

Sayangnya pengadian para guru yang tulus tersebut, sering sekali dianggap remeh oleh para muridnya, bahkan ada beberapa murid menjadi benci pada gurunya hanya karena sering dimarahin. Padahal kita tahu, guru hanya ingin muridnya menjadi orang yang berguna bagi nusa dan bangsa.

Dahulu, banyak orang yang akan berpikir berkali-kali jika ingin menjadi seorang guru, karena dahulu hidup seorang guru sangat jauh dari kata sejahtera. Namun, seiring berjalannya waktu pemerintah mulai sadar bahwa guru adalah profesi yang paling penting untuk melahirkan generasi-generasi yang cerdas yang dapat membawa bangsa ini lebih maju lagi.

Salah satu bentuk penghargaan terhadap guru saat ini ialah dengan diperingati hari guru setiap tahunnya, yaitu pada tanggal 25 November. Hari guru ditetapkan pada tanggal 25 karena pada saat itulah Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) terbentuk dimana sebelumnya diberi nama PGHB (Persatuan Guru Hindia Belanda).

Sedangkan, untuk tema di tahun 2016 ini adalah “Guru dan Tenaga Kependidikan Mulia Karena Karya”, tema yang sangat pas dan relevan dengan kebijakan pemerintah saat ini dalam menghargai profesi pahlawan tanpa jasa ini, menuju bangsa Indonesia yang makmur, adil dan beradab di tengah-tengah masyarakat global yang semakin meningkat dan maju.

Diharapkan dengan kepedulian pemerintah terhadap guru, para tenaga pendidik ini semakin makmur dan sejahtera, sehingga setiap tahunnya Indonesia memiliki stok guru-guru yang berkompeten baik itu di desa maupun di perkotaan, karena hingga saat ini, kualitas pendidikan Indonesia di desa dan di kota ibarat langit dan bumi, sangat jauh perbedaan. Dimana, anak di kota lebih gampang mendapat akses pendidikan dan memiliki banyak guru, karena banyak para guru akan memilih mengajar di kota dan desa.

Tapi, walau begitu masih ada pula guru-guru yang mengabdikan dirinya untuk mengajar di desa, agar banyak masyarakat Indonesia banyak memiliki pendidikan yang terbaik, sehingga mereka berani bermimpi untuk memajukan negeri ini.

Diharapkan dengan adanya program pemerintah tersebut, para guru tidak hanya memilih mengajar di kota, tetapi di desa. Sehingga, kualitas pendidikan di Indonesia pun menjadi rata. Tetapi, kita juga mengharapkan bahwa guru yang mengajar di pendesaan dan rela mengabdi, seharusnya di beri pengahargaan setinggi-tingginya. Setidaknya mereka mendapatkan akses yang baik, saat akan mengajar di pendesaan atau pendalaman Indonesia.

Mari, untuk memperingati Hari Guru ke 71 ini kita bantu pemerintah ini menjalankan program dengan menghormati guru yang pernah mengajar kita dahulu dan mengingat setiap didikan yang diajarkan olehnya.

Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

November 25, 2016

Posted In: Hot News, Inspirational

Tags: , ,

Leave a Comment

Kontak Cekpremi

Icon 21 Kebon Jeruk
BLok B no. 17 Jl. Meruya Ilir raya Srengseng - Kembangan
Jakarta Barat, ID 11620
Telp : 021-50517000


2014-2016 © PT. Reventon Mitra Pratama
DMCA.com Protection Status
Ikuti Kami