Hari Pahlawan: Kobarkan Semangat Juang Pemuda Indonesia

hari pahlawan

Tanggal 10 November sejak tahun 1945 diperingati sebagai Hari Pahlawan. Ketika mendengar kata “Hari Pahlawan”, bagi yang sudah mengetahui sejarah atas apa yang menyebabkan hari itu ada dan apa yang terjadi pada saat itu, pasti merasakan setidaknya sedikit rasa sedih bercampur bangga di hati mereka. Sedih atas apa yang harus dialami oleh para pendahulunya pada saat itu, dan juga bangga atas perjuangan apa yang dilakukan oleh para pendahulu pada saat itu.

Dinamakan “Hari Pahlawan” karena apa yang terjadi pada saat itu benar-benar menggambarkan semangat, ketulusan, dan jiwa seorang pahlawan dalam membela tanah air tercinta, Indonesia. Indonesia sudah lama sekali dijajah oleh bangsa asing: Portugis, Belanda, Inggris, Jepang. Indonesia sudah mengalami dan merasakan kekejaman dari para penjajah itu. Maka pada tahun 1945, ketika Indonesia akhirnya sudah memproklamasikan kemerdekaannya, tapi masih ada yang berniat merebut dan seakan melecehkan kedaulatan Indonesia pada saat itu, pemberontakan dan perlawanan pun terjadi secara besar-besaran. Semangat untuk mempertahankan kemerdekaan itu begitu kuat sehingga tentara asing tidak bisa menundukan kembali rakyat Indonesia.

Perlawanan diperpanas dengan insiden bendera di hotel Yamato, Surabaya. Ketika pihak Belanda mengibarkan benderanya di sana yang seolah melecehkan kedaulatan Indonesia pada saat itu. Perundingan dilakukan untuk menurunkan bendera tersebut namun tidak diindahkan oleh pihak Belanda sehingga mengakibatkan kericuhan yang memakan korban jiwa. Lalu pertempuran pun dipacu lagi oleh kematian Brigadir Jendral Mallaby sehingga pemerintah Belanda mengultimatum pemerintah Indonesia dan rakyatnya untuk tunduk kembali. Hal ini mengobarkan amarah yang sangat dari rakyat Indonesia sehingga melakukan perlawanan hingga titik darah terakhir. Perlawanan yang awalnya dikira oleh Belanda hanya akan berlangsung selama tiga hari, malah berlansung selama berhari-hari dan berminggu-minggu kemudian. Dalam kurun waktu tersebut, banyak korban yang berguguran, entah terluka atau pun meninggal dunia, tapi Indonesia, tepatnya rakyat Surabaya masih belum menyerah. Perlawanan tersebut merupakan perlawanan yang paling gigih dan mengobarkan semangat hingga ke pelosok-pelosok Indonesia yang lain sehingga apa yang terjadi pada hari itu haruslah selalu diperingati dan dihayati dan tidak dilupakan, karena peristiwa tersebut bukanlah peristiwa yang bisa dianggap lalu begitu saja.

Oleh karena itulah, sangat penting bagi para pemuda-pemudi untuk memahami pentingnya peristiwa ini untuk mengobarkan semangat juang seperti pada kala itu. Indonesia memang sudah tidak dijajah lagi oleh negara asing, tapi sadarkah kita jika secara tidak langsung Indonesia masih dijajah? Dijajah oleh segala gaya hidup dan pemikiran dari luar, dijajah kemiskinan dan perbedaan yang seharusnya mempersatukan kita. Pemuda kini harus bisa mencontoh apa yang dilakukan oleh pemuda pada zaman dahulu. Jika pemuda zaman dahulu bisa, mengapa sekarang tidak bisa? Apalagi sekarang sudah didukung dengan kebebasan berpendapat dan kemajuan teknologi yang seharusnya bisa dimanfaatkan secara positif.

Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

November 10, 2016

Posted In: Hot News, Inspirational

Tags: ,

Leave a Comment

Kontak Cekpremi

Icon 21 Kebon Jeruk
BLok B no. 17 Jl. Meruya Ilir raya Srengseng - Kembangan
Jakarta Barat, ID 11620
Telp : 021-50517000


2014-2016 © PT. Reventon Mitra Pratama
DMCA.com Protection Status
Ikuti Kami