Kenali Tahapan Dan Penyebab Penyakit Herpes Sebelum Terlambat!

penyebab penyakit herpes

Herpes merupakan kelompok virus yang dapat menyebabkan infeksi pada manusia. Virus ini dapat menyerang siapapun terutama orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah. Selain itu riwayat kontak dengan penderita virus ini juga merupakan faktor yang bisa meningkatkan penyebab penyakit herpes dan risiko tertular virus herpes.

Ada beberapa jenis virus herpes. Herpes simplex virus (HSV) dan varicella-zoster merupakan dua jenis virus herpes yang banyak ditemukan menyerang manusia. Infeksi virus herpes biasanya ditandai dengan kulit kering, luka melepuh, atau luka terbuka yang berair.

Infeksi virus herpes biasanya terjadi dalam beberapa tahap, yakni stadium primer, stadium laten, stadium peluruhan, dan stadium rekurensi (muncul kembali). Setiap tahap infeksi virus herpes dapat menimbulkan gejala yang berbeda-beda. Berikut ini ulasan tahapan infeksi herpes.

Stadium Primer

Stadium primer dapat dikenali dengan beberapa gejala, di antaranya adalah blister, vesikel, atau ruam lepuh pada kulit yang berukuran kecil. Gejala tersebut juga menimbulkan rasa sakit. Blister biasanya merupakan cairan berwarna kuning atau keruh. Jika blister pecah atau jadi terbuka, maka dapat menimbulkan luka terbuka. Bahkan tidak jarang menimbulkan warna kemerahan. Stadium primer biasanya terjadi pada hari ke-2 hingga ke-8 setelah terinfeksi.

Stadium Laten

Pada tahap laten ini, blister dan luka yang timbul pada tahap awalnya akan mulai mereda. Namun, fase tersebut tidak boleh Anda anggap enteng. Pasalnya pada tahap ini, blister atau luka sedang berkembang biak pada ujung saraf organ tubuh. Perlu Anda ingat, bahwa ketika masuk tahap ini, Anda harus berhati-hati sekali karena jika virus herpes terkandung dalam cairan tubuh seperti air mani atau vagina. Pada tahap ini, penderita dirapatkan akan mau menunggu sedikit lebih lama. Jika Anda

Pada stadium ini, blister dan luka yang sebelumnya muncul akan mereda. Namun, pada fase ini, virus sedang berkembang dan menyebar ke saraf dekat saraf tulang belakang yang ada di bawah kulit.

Stadium Peluruhan

Tahap ini pada umumnya tidak memberikan efek apapun. Virus mulai berkembang biak pada ujung saraf organ tubuh. Jika ujung saraf yang terinfeksi terletak pada organ tubuh yang menghasilkan cairan, seperti testis atau vagina, maka virus herpes dapat terkandung dalam cairan tubuh seperti air mani dan lendir vagina.

Stadium Rekurensi (Muncul kembali)

Dalam tahap ini dapat menimbulkan beberapa gejala seperti blister pada kulit yang muncul pada stadium primer, dapat kembali muncul meskipun tidak separah pada kemunculan awal. Gejala lainnya yang timbul pada tahap ini adalah gatal, kesemutan, dan nyeri di daerah infeksi pada stadium pertama.

Penyebab Penyakit Herpes

cara menyembuhkan herpes

Ada 8 jenis virus herpes yang dapat menyerang manusia. Yang paling sering ditemukan adalah dari kelompok alfa herpesvirus. Berikut ini hal-hal yang dapat menyebabkan infeksi virus herpes kelompok alfa.

1. Herpes simplex virus type 1 (HSV 1)

HSV 1 merupakan jenis virus herpes yang sering menyebabkan herpes oral (mulut) atau herpes labial (bibir). Akan tetapi, HSV 1 juga dapat menyebar dari mulut ke alat kelamin dan menyebabkan terjadinya herpes kelamin (genital) pada orang yang menerima seks oral dari penderita herpes oral.

HSV 1 dapat menyebar melalui kontak langsung dari penderita herpes ke orang yang sehat. Contohnya adalah lewat berciuman, berbagi pakai peralatan makan, atau berbagi kosmetik bibir, seperti lipstik.

HSV 1 juga dapat ditularkan dari penderita HSV 1 yang tidak mengalami gejala. Faktanya, sebagian besar penderita HSV 1 tertular oleh penderita yang tidak mengalami gejala. Namun, risiko penularan akan lebih tinggi jika terjadi kontak dengan penderita yang mengalami luka terbuka akibat HSV 1.

2. Herpes simplex virus type 2 (HSV 2)

HSV 2 merupakan penyebab utama penyakit herpes genital. Infeksi virus ini bisa kambuh, frekuensi kekambuhannya akan bervariasi pada tiap penderitanya.

Virus HSV 2 menyebar melalui kontak langsung dengan luka yang dimiliki penderita herpes, misalnya saat hubungan seksual. Selain itu, HSV 2 juga dapat ditularkan dari ibu kepada bayinya pada saat persalinan.

3. Varicella-zoster virus (VZV)

VZV merupakan virus yang menjadi penyebab cacar air (varicella) dan cacar ular (herpes zoster). Cacar air terjadi ketika varicella-zoster virus menginfeksi seorang untuk pertama kali.

Sedangkan, herpes zoster atau dikenal juga dengan herpes kulit terjadi saat virus VZV yang mengalami fase laten kambuh kembali atau saat seseorang terinfeksi virus ini dari seseorang yang sedang menderita herpes zoster.

VZV utamanya menular melalui kontak langsung dengan penderita cacar air. Infeksi virus ini dapat dikenali dengan timbulnya bintil kulit yang berisi cairan (vesikel). VZV juga dapat menular melalui kontak langsung dengan cairan yang ada di dalam vesikel atau percikan liur yang keluar saat penderita bersin atau batuk.

Biasanya, virus memerlukan waktu inkubasi dalam tubuh penderita sebelum memunculkan gejala seperti ruam dan gejala lainnya adalah 7-21 hari. Namun, sejak 48 jam atau 2 hari setelah terinfeksi, seseorang dapat menularkan virus varicella zoster ke orang lain.

Penyebab penyakit herpes dapat menimbulkan berbagai gejala umum seperti demam dan ruam. Menjaga kebersihan dan kesehatan adalah investasi jangka panjang yang bisa Anda usahakan salah satunya dengan asuransi kesehatan. Yuk, lengkapi usaha Anda menjaga kesehatan dengan menambahkan asuransi kesehatan. Cek info lengkapnya di Cekpremi.com.

Reference: https://www.alodokter.com/herpes