Masyarakat tionghoa pantang sajikan durian saat imlek.

Feb - 22
2015
pantang sajikan durian saat imnlek

Masyarakat tionghoa pantang sajikan durian saat imlek.

pantang sajikan durian saat imnlek
image source google.co.id

Banyak orang setuju kalau sebuah durian bercita rasa lezat. Tapi tidak bagi masyarakat keturunan tionghoa, khususnya saat perayaan imlek. Mereka tidak boleh menyuguhkan durian karena buah ini memiliki kulit berduri tajam

Tahun baru di china yang selalu di rayakan dengan suka cita oleh warga keturunan tionghoa ternayata bukan hanya perayaan semata namun terkandung banyak filosofi dan makna, terutaman dari makanan yang di sajikan setiap makanan memiliki arti masing-masing yang secara garis besar berisi sarapan yang baik pada tahun –tahun mendatang

Daftarkan Gratis !

Dapatkan penawaran MENARIK dan diskon BESAR dari kami

I will never give away, trade or sell your email address. You can unsubscribe at any time.

Makanan yang di sajikan dalam perayaan imlek adalah makanan-makanan yang secara turun temurun di wariskan dari para leluhur salah satu yang wajib di sajikan dalam perayaan imlek adalah beragam jenis buah-buahan yang memiliki makna yang baik . beberapa buah tersebut anata lain jeruk mandarin, pisang ,semangka, dan buah pir.

Sebaiknya , ada beberapa buah yang pantang disuguhkan di meja makan saat perayaan imlek buah yang tidak boleh di suguhkan atau disajikan adalah buah yang memilliki kulit berduri, seperti buah durian dan salak

Pakar budaya dari asosiasi perenakan tionghoa Indonesia (APTI), aji’ chen bromokusumo menuturkan, bahwa buahyang memiliki kulit berduri sangat pantang di sajikan karena memiliki mkana yang kurang baik

Buah durian dan salak jenis buah yang memiliki kulit berduri, dan buahini tidak akan tersaji di meja makan saat imlek buah yang memilki kulit berduri dan tajam adalah lambing kesialan, ketidakharmonisan, dan pertikaian. Makanya tidak pernah ada saat perayaan imlek

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *