Melihat Tren Batu Akik Dari Sisi Fahion

Batu Akik
Image Source koleksibatu-akik.blogspot.com

Kembali ke zaman batu, mungkin itu tagline yang bisa menggambarkan bagimana fenomena akhir-akhir ini. Belakangan batu akik menjadi candu tersendiri bagi masyarakat Indonesia, di jalan-jalan banyak kita temui kumpulan para lelaki mulai dari yang muda sampai yang sudah setengah baya. Suara-suara mereka saru dalam nyaringnya gesekan batu dengan mesin gurinda. Apabila dilihat lebih dekat ternyata kumpulan para lelaki itu adalah tempat penjualan batu akik.

Batu yang terbentuk atas aktivitas magma ini sedang diburu oleh masyarakat Indonesia, tak ada yang faham siapa yang memulai fenomena ini tapi yang pasti setiap anda melangkahkan kaki keluar rumah, maka akan sering kita jumpai pedagang batu akik di sudut-sudut kota Jakarta.

Kepolpuleran batu seperti Bacan, Cubung, Sulaiman dll bahkan bisa mengalahkan batu mulia seperti safir, rubi, berlian, dan zamrud. Batu akik ini biasa ditemukan di tebing, gua, atau di sungai-sungai. Nah untuk batu akik favorit pria sendiri biasanya adalah yang berasal dari sungai.

Harga dari batu akik sendiri beragam ada yang hanya puluhan ribu, sampai yang paling mahal berharga ratusan hingga miliaran rupiah. Hal-hal yang mempengaruhi nilai jual batu tersebut adalah warna, ukuran, kejernihan, dan tingkat kekerasannya. Tentu harganya akan semakin meninggi jika batu akik tersebut memiliki motif atau gambar yang terbentuk secara alami.

Jika dilihat dari sisi tren dan juga harganya tentu batu akik tidak bisa dipandang sebelah mata. Lalu, bagaimana jika ditelaah dari segi fashion ?

Dari sisi fashion, batu akik sudah tidak lagi menjadi tren. Karena fenomena batu akik sekarang hanyalah sebagai koleksi dari gaya hidup masyarakat. Ha tersebut diungkapkan oleh seorang desainer aksesoris ternama di Indonesia, Rinaldi A. Yunardi.

Pria yang akrab dipanggil Yung Yung tersebut mengatakan bahwa masa tatanan klasik dari batu akik sudah lewat, jika ada batu tersebut dipakai oleh bapak-bapak atau perempuan maka hal tersebut hanya berdasarkan kecintaan saja.

Sejatinya batu akik lebih sering digemari oleh kaum adam, dengan bentuk klasik (oval) masih tergolong menarik untuk terus diburu. Sedangkan wanita hanya mengenakan batu akik dikarenakan oleh bentuk cincin yang cantik, tanpa memperdulikan arti dibalik batu tersebut.

Biasanya wanita lebih tertarik kepada batu yang lebih berkilau seperti batu mulia, batu dengan jenis berlian, rubi, safir, dan zamrud ini menarik perhatian para perempuan karena keindahan dan kilauan warnanya. Batu mulia ini biasanya dikemas dengan desain modern dan kemasan yang cantik. Hal inilah yang menarik minat dari selebriti dunia untuk mengoleksi batu mulia, sebut saja Hale Berry, Lady Gaga, dan Heidi Klum, mereka tidak pernah malu untuk menggunakan batu cincin yang besar di jari mereka ketika tampil di depan umum.

Yung Yung juga mengatakan bahwa industri mode di Tanah Air sudah jarang dipengaruhi oleh batuan. Namun tetap saja potongan batu yang besar dan unik tak akan kehilangan pembeli meskipun sudah tak lagi menjadi tren.

 

Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

March 6, 2015

Posted In: Lifestyle

Tags: , , ,

Leave a Comment

Kontak Cekpremi

Icon 21 Kebon Jeruk
BLok B no. 17 Jl. Meruya Ilir raya Srengseng - Kembangan
Jakarta Barat, ID 11620
Telp : 021-50517000


2014-2016 © PT. Reventon Mitra Pratama
DMCA.com Protection Status
Ikuti Kami