Mengenal Gejala dan Penanggulangan Penyakit Malaria

Penyakit Malaria
Image Source telegraph.co.uk

Ada banyak penyakit yang bisa ditularkan melalui gigitan nyamuk, dan dua diantaranya cukup berbahaya. Yaitu penyakit Demam Berdarah Dengue atau yang biasa dikenal dengan DBD, dan satu lagi adalah penyakit malaria.

Mungkin sudah banyak dilakukan penyuluhan tentang penyakit DBD namun sayangnya di Indonesia masih kurang perihal penyuluhan tentang malaria. Akibatnya jumlah korban yang mengidap malaria dari tahun ke tahun jumlahnya semakin meningkat.

Penyakit yang disebabkan oleh protozoa yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles ini sedikitnya sudah menyebabkan 300 juta orang di dunia tertular penyakit tersebut setiap tahunnya, dan tak sedikit korban kehilangan nyawa akibatnya.

Di Indonesia sendiri daerah yang paling banyak ditemukan kasus malaria berasal dari daerah timur, salah satunya adalah Papua Barat yang mana terdapat 10,6 persen warganya terkena kasus malaria. Serta di beberapa wilayah Papua lainnya dan Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Dikarenakan semakin banyak ditemukan kasus malaria di Indonesia, maka penting bagi kita untuk mengetahui apa saja gejala yang ditimbulkannya. Dengan mengetahuinya maka akan semakin mudah mendiagnosa pasien yang terkena malaria, dan memudahkan kita untuk memberikan penanganan yang tepat.

Gejala yang biasa dialami oleh penderita malaria adalah kelelahan, tidak enak badan, menggigil, nyeri sendi, nyeri otot, demam, dan berkeringat. Gejala awalnya yang biasa dirasakan adalah menggigil yang dapat berlangsung selama satu sampai dua jam yang disertakan demam tinggi.

Selain gejala umum tersebut, gejala lainnya yang bisa terjadi adalah gangguan pola makan, lesu, mual, muntah, diare, dan sakit kepala.

Walaupun anda merasa bahwa gejala yang dirasakan merupakan penyakit malaria, namun jangan terlalu cepat mendiagnosa bahwa anda terserang malaria. Dibutuhkan diagnosis yang tepat untuk anda mengetahuinya. Yaitu dengan cara menggunakan mikroskop atau dengan Rapid Diagnoses Test (RDT).

Jika terjadi malaria pada wanita hamil, maka ada beberapa pengecualian diagnosis yang bisa dilakukan. Pengecualian ini di berikan bagi pasien yang memiliki kasus malaria berat, anak-anak yang berumur lima tahun, dan wanita hamil. Jadi ketia kategori pasien tersebut harus menggunakan cara lain untuk bisa mendiagnosis penyakit malaria.

Untuk penyembuhan terhadap wanita hamil pun berbeda, Wanita hamil dan anak-anak dilarang mengkonsumsi obat Doxycycline dan Tetrasiklin. Sebagai gantinya dokter akan memberikan Clindamycine dengan dosis yang berbeda.

Sejauh ini kasus malaria yang ditemukan di dunia sangat beragam, oleh karena itu penting bagi kita untuk melakukan pencegahan dan deteksi sejak dini. Hal ini penting untuk mencegah penyebaran malaria tidak semakin parah dan berkembang.

 

Penyakit Malaria
Lindungi kesehatan anda dari resiko penyakit malaria dengan asuransi kesehatan. Cek premi termurahnya disini (klik gambar)

Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

August 18, 2015

Posted In: Health

Tags: , , , , ,

Leave a Comment

Kontak Cekpremi

Icon 21 Kebon Jeruk
BLok B no. 17 Jl. Meruya Ilir raya Srengseng - Kembangan
Jakarta Barat, ID 11620
Telp : 021-50517000


2014-2016 © PT. Reventon Mitra Pratama
DMCA.com Protection Status
Ikuti Kami