P2P Lending, Seberapa Menarikkah?

Jan - 03
2021
kiat investasi

P2P Lending, Seberapa Menarikkah?

P2P Lending atau peer-to-peer lending adalah kegiatan pinjam meminjamkan sejumlah dana antar perorangan tanpa adanya perantara seperti bank atau lembaga finansial lainnya. Wadah yang memberikan pinjaman bersifat online yang disebut dengan marketplace. Di Indonesia sendiri, sudah banyak marketplace P2P Lending yang tersedia, sehingga memudahkan perorangan untuk melakukan pinjaman atau meminjamkan uang dengan cepat dan mudah.

Hingga di akhir 2020, orang yang berinvestasi dengan cara ini cenderung meningkat, karena return/imbal hasil yang didapatkan cukup tinggi yaitu 18% hingga 20% pertahun di mana setara dengan return yang bisa didapatkan dengan berinvestasi di pasar saham atau reksadana saham. Namun, dalam dunia investasi tentunya ada yang namanya risiko dan risiko ini berbanding lurus hubungannya dengan return yang didapatkan. Semakin besar return yang didapatkan tentu semakin tinggi juga risiko yang akan dihadapi investor.

Daftarkan Gratis !

Dapatkan penawaran MENARIK dan diskon BESAR dari kami

I will never give away, trade or sell your email address. You can unsubscribe at any time.

Risiko utama yang harus siap dihadapi oleh para investor di P2P Lending adalah gagal bayar, atau kreditur yang tidak melunasi pinjaman mereka, dan risiko tersebut sepenuhnya ditanggung oleh investor sedangkan pihak marketplace biasanya hanya membantu penagihan. Tapi jangan khawatir, ada kok beberapa marketplace P2P Lending yang menjamin para uang investor kembali karena mereka memanfaatkan asuransi kerugian. Dengan begitu, investor tidak ragu lagi untuk melakukan investasi. 

Makanya, sebelum berinvestasi di P2P Lending sangat disarankan agar calon investor untuk mencari tahu bagaimana platform yang akan mereka gunakan untuk berinvestasi, seperti: 

  1. Pastikan pembayaran para peminjam lancar
  2. Sudah berada di dalam pengawasan OJK 
  3. Dilindungi asuransi kerugian
  4. Memiliki testimoni atau history yang baik dari investor sebelumnya.

Untuk mekanismenya sendiri mirip seperti berinvestasi di reksadana dan deposito, di mana P2P Lending memiliki berbagai produk yang bisa dipilih, dan memiliki jumlah minimal uang yang harus di investasikan di mana investor tidak bisa menarik investasi di tengah jalan seperti deposito.

Kehadiran platform fintech  yang menawarkan cara alternatif untuk berinvestasi dengan return yang menarik dan juga proses yang mudah memang layak untuk dicoba. P2P Lending bisa membantu kamu untuk hasilkan pendapatan pasif meskipun memiliki sejumlah risiko, tapi apalah arti berinvestasi tanpa adanya risiko. Untuk itu, wajib bagi kamu yang ingin berinvestasi di P2P Lending untuk mengetahui bagaimana kondisi marketplace P2P Lending yang akan kamu pilih seperti yang sudah disebutkan di atas. Good luck!

Related Post

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *