7 Perbedaan Reksadana dan Saham, Lengkap dengan Tips Memilih!

Aug - 04
2021

7 Perbedaan Reksadana dan Saham, Lengkap dengan Tips Memilih!

Banyak orang yang masih menganggap reksadana dan saham adalah hal yang sama, padahal pada kenyataannya reksadana dan saham adalah 2 hal yang berbeda. Meskipun instrumen yang dimainkan sama yaitu saham, namun cara kerja keduanya sangatlah berbeda. Nah daripada kalian penasaran, yuk simak perbedaannya di bawah ini!

Perbedaan reksadana dan saham

Dibawah ini kami sudah menyajikan tabel yang berisikan mengenai perbedaan antara reksadana dan saham:

No Perbedaan Saham Reksadana
1 Pengelola dana Dana dikelola oleh satu individu secara mandiri Dana dikelola oleh sekelompok orang yang berpengalaman
2. Tingkat resiko Resiko besar karena semua keputusan investasi ada di masing-masing individu Resiko kecil, karena dana dikelola oleh orang-orang yang berpengalaman
3. Tingkat keuntungan Besar, keuntungan dari jual beli tidak dibagi-bagi Keuntungan dibagi-bagi untuk jasa pengelola aset
4. Minimum investasi Lumayan besar, karena sistemnya beli perusahaan secara mandiri. Tidak terlalu besar karena sistem yang dipakai adalah patungan antar investor.
5. Pajak Pajak sebesar 0,1% akan dikenakan saat penjualan, dan pajak 10% akan dikenakan saat pembagian dividen Tidak ada pajak yang dikenakan, namun kalian wajib untuk melaporkan hasil keuntungan dari reksadana dalam laporan SPT tahunan.
6. Pilihan saham Banyak, kalian dapat memilih dari sekian banyak perusahaan yang terdaftar di bursa Tidak dapat memilih perusahaan, karena pihak manajemen investasi sudah menentukannya terlebih dahulu.
7. Lama waktu pencairan dana Cepat, cukup menunggu 1-2 hari Lama, estimasi sekitar 5-7 hari.

Mana yang cocok bagi kalian?

Jika ditanya mana yang cocok, maka itu semua tergantung dari profil resiko kalian. Profil resiko sendiri secara garis besar dibagi menjadi 2:

1. Profil resiko tinggi

Kalau kalian adalah orang yang siap dengan fluktuasi harga di pasar saham, dan psikologi kalian kuat maka kalian adalah orang yang memiliki profil resiko tinggi. Cocok sekali untuk bermain di pasar saham secara langsung yang artinya kalian tidak perlu bantuan dari pihak manajemen investasi.

Namun pastikan kembali sebelum terjun langsung ke pasar saham, kalian sudah paham dengan analisa fundamental dan teknikal dari suatu perusahaan ya!

2. Profil resiko rendah

Berkebalikan dengan orang yang profil resikonya tinggi, orang yang memiliki profil resiko yang rendah cocok berinvestasi di reksadana. Uang kalian dijamin ada di tangan yang mengerti dengan seluk beluk dunia investasi. Sehingga resiko kerugian bisa diminimalisir.

Tips berinvestasi di reksadana

Bagi kalian yang tertarik untuk berinvestasi di reksadana, kami ada beberapa tips yang bisa kalian terapkan:

1. Gunakan uang dingin

Uang dingin artinya adalah uang yang murni diperuntukkan untuk investasi. Pastikan uang yang kalian pakai bukanlah uang yang digunakan untuk keperluan sehari-hari seperti makan, cicilan dan lain-lain.

2. Kenali perusahaan manajemen investasi kalian

Berinvestasi di reksadana artinya kalian memercayakan uang kalian ke pihak ketiga yaitu pihak manajemen investasi. Pilih perusahaan manajemen investasi yang sudah diawasi oleh OJK agar uang kalian aman.

Tips berinvestasi di pasar saham

Selanjutnya kami ada beberapa tips bagi kalian yang ingin terjun langsung ke dunia pasar saham, simak selengkapnya di bawah ini:

1. Tentukan tujuan terlebih dahulu

Sebaiknya sebelum terjun, pastikan kalian mempunyai tujuan yang spesifik seperti investasi saham untuk dana pendidikan, pernikahan atau lain sejenisnya. Hal ini diperlukan agar investasi kalian sehat dan konsisten, bayangkan saja jika sudah berhasil untung sedikit uang langsung ditarik rugi bukan?

2. Pahami analisa fundamental dan teknikal

Jika sudah menentukan tujuan selanjutnya kalian harus paham dengan teknik analisa fundamental dan teknikal.

Teknik analisa fundamental lebih diperuntukkan bagi orang yang memiliki tujuan investasi selama 5-10 tahun ke depan. Laporan keuangan adalah hal yang harus kalian pelajari.

Sedangkan teknik analisa teknikal lebih diperuntukkan bagi orang yang memiliki tujuan investasi selama 1-2 tahun saja. Membaca grafik pergerakan harga adalah

3. Siap mental

Menghadapi perubahan harga yang cepat tentunya membuat kalian was-was dengan harga saham perusahaan yang kalian beli. Jika kalian sudah mengerti analisa fundamental dan teknikal seharusnya hal ini tidak mengganggu kalian.

 

Berikan perlindungan bagi keluarga kalian!

asuransi cekpremi

Selain berinvestasi, kalian juga bisa membeli produk asuransi jiwa yang melindungi keluarga kalian dari segala resiko finansial. Pilih dan bandingkan berbagai produk asuransi jiwa di Cekpremi!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

banner asuransi covid