Peringati Hari Tuberkulosis Sedunia : Perangi TB

Hari Tuberkolosis Sedunia

Memperingati hari Tuberkulosis atau yang lebih dikenal dengan TBC yang jatuh pada 24 Maret diperingati setiap tahunnya di seluruh dunia sebagai hari mengingat dan mengenang saudara/kerabat kita yang berjuang melawan penyakit tersebut.

Tahun ini tema Global HTBS untuk memperingati hari TB sedunia adalah “Unite To End TB”, dimana diharapkan tahun ini seluruh masyarakat dunia bisa bersatu untuk memusnakan TB. Sedangkan untuk tema nasional HTBS 2016 ini adalah “Gerakan Keluarga Menuju Indonesia Bebas TB” melalui sebuah gerakan “Temukan TB, Obati Sampai Sembuh (TOSS TB)”.

Tujuannya diadakan peringatan ini adalah untuk membangun kesadaran masyarakat dunia  tentang wabah Tuberkulosis yang tak kunjung usai setiap tahunnya dan juga diharapkan bisa membangun usaha-usaha yang lebih baik lagi dalam mengurangi penyebaran wabah mematikan ini.

Selain HIV/AIDS, Tuberkulosis merupakan penyakit menular yang mematikan dengan peringkat kedua di dunia, dan tentunya penyakit ini bukanlah jenis penyakit baru bagi masyarakat umum.

Penyakit yang disebabkan oleh strain mikrobakteri yaitu Mycobacterium Tuberculosis, penyakit yang menyerang paru-paru ini dapat berdampak pada bagian tubuh lainnya, seperti tulang, kelenjar, kulit, dll. Penyakit ini tidak memandang usia seseorang untuk menyerangnya, siapapun dapat terkena penyakit ini. Akan tetapi, bagi mereka dengan usia produktif yaitu 15 hingga 20 tahun dan juga anak-anak lebih mudah terserang.

Penyakit yang bisa menyebabkan kematian bila tidak diobati selama 5 tahun ini telah membunuh setidaknya 1,1 juta orang di seluruh dunia pada tahun 2012, data ini didapat dari laporan TB WHO. Awal dari gejala penyakit tuberculosis ini adalah batuk berdahak 2-3 minggu (bisa juga lebih), sedangkan gejala lainnya  yang akan dialami oleh pengidapnya adalah dahak yang bercampur dengan darah, sesak napas, badan lemas, dada terasa nyeri, berat badan menurun, nafsu makan berkurang dan juga berkeringat pada malam hari padahal tidak ada kegiatan fisik sedikit pun.

Tidak perlu takut karena penyakit ini sudah bisa dideteksi menggunakan mikroskop yaitu dengan cara menganalisa cairan yang keluar dari paru-paru (Sputum), namun yang amat disayangkan adalah cara diagnosa ini tidak dapat mendeteksi jenis TB yang resistan terhadap kombinasi obat (MDR-TB). Jika fasilitas memadai, bisa diperiksa menggunakan sinar x-ray pada bagian dada yang dapat digunakan untuk melihat adanya tanda pada paru-paru.

Proses penularan penyakit ini dapat melalui udara seperti ketika si penderita sedang batuk, bersin dan juga melalui butiran ludah yang keluar bersama dengan batuk dan dahak.

banner asuransi kesehatan

Adapun cara untuk pencegahannya ialah dengan:

1. Penderita diharapkan untuk menutup mulut pada waktu bersin dan batuk
2. Mencuci tangan dengan sabun setelah tangan digunakan untuk menutup batuk atau bersin
3. Rumah memiliki ventilasi yang cukup agar udara segar dan sinar matahari dapat masuk       kedalam ruangan
4. Usahakan juga, agar kamar tidur dan peralatan tidur lainnya terkena sinar matahari, dan jemurlah juga secara teratur peralatan tidur tersebut, karena kuman penyebab penyakit tersebut dapat mati terkena sinar matahari
5. Bagi para penderita untuk tidak meludah disembarang tempat, buanglah dahak langsung ke lubang wc atau timbun ke dalam tanah. Setidaknya jauh dari jangkauan banyak orang atau keramaian
6. Jika orang terdekat anda ada yang sedang menderita TBC, usahakan badan anda tetap fit dan tidak mudah terserang sakit. Dengan menerapkan pola hidup bersih dan sehat atau makan-makanan yang sehat pula

Langkah pengobatan bagi penderita ialah menelan obat anti TB (OAT) secara lengkap dan teratur, biasanya pengobatannya memakan waktu 6 hingga 8 bulan lamanya.

Tentunya banyak sekali biaya yang akan dikeluarkan bila terkena penyakit ini, mulai dari biaya perawatan, pengobatan, hingga biaya check up-nya.

Tidak perlu merasa khawatir, karena asuransi kesehatan baik negeri maupun swasta dapat menanggung biaya pengobatan TBC tersebut dengan kondisi penyakit yang diderita tersebut bukan merupakan jenis penyakit bawaan atau penderita sebelumnya telah didiagnosis mengidap penyakit tersebut sebelum masuk dalam program asuransi kesehatan. Jaminan dapat ditanggung oleh pihak asuransi terkait TBC yang sudah ada atau didiagnosis sebelumnya, setelah melewati masa tunggu sekurang-kurangnya 12 bulan dari periode penjaminan polis.

Jadi, bukan berarti mengidap penyakit Tuberkulosis hidup anda akan berakhir. Tidak, karena anda masih memiliki kesempatan untuk kembali sembuh, tentunya dengan kegigihan dan ketekunan untuk mengkonsumsi obat-obatan tepat waktu dan antisipasikan selalu diri anda dengan memiliki asuransi kesehatan yang dapat membantu anda menghadapi peristiwa-peristiwa merugikan seperti penyakit yang tidak terduga. Karena setiap anda berniat untuk memulai, disitulah jalan anda akan terbuka.

Mari memperingati hari Tuberkulosis sedunia di 24 Maret ini, dengan mencegah TB mulai sekarang, tutup angka 1,1 juta jiwa di seluruh dunia yang telah menjadi bukti keganasan penyakit ini. Bagi anda dan para penderita, marilah saling memberikan support dan selamatkan orang-orang disekitar kita, mulailah dengan gaya hidup bersih, sehat dan berkemauan untuk sembuh. TOSS TB!!

Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

March 10, 2016

Posted In: Health

Tags: ,

Leave a Comment

Kontak Cekpremi

Icon 21 Kebon Jeruk
BLok B no. 17 Jl. Meruya Ilir raya Srengseng - Kembangan
Jakarta Barat, ID 11620
Telp : 021-50517000


2014-2016 © PT. Reventon Mitra Pratama
DMCA.com Protection Status
Ikuti Kami