Risiko Asuransi: Jenis Risiko dan Bagaimana Cara Mengelolanya

Sep - 30
2021
risiko asuransi

Risiko Asuransi: Jenis Risiko dan Bagaimana Cara Mengelolanya

Risiko memanglah tidak bisa dipisahkan dari kehidupan seseorang. Setiap hal yang kita lakukan pastinya memiliki risiko baik itu kecil ataupun besar. Penggunaan asuransi memiliki tujuan untuk meminimalisir risiko kerugian finansial yang bisa timbul. Namun ternyata dalam dunia asuransi pun terdapat yang namanya risiko asuransi. Penasaran? mari simak pembahasan lengkapnya disini!

Apa kaitannya antara risiko dan asuransi?

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, resiko sudah pasti ada di setiap hal yang kita lakukan. Hal-hal seperti risiko kecelakaan, kebakaran rumah, kecelakaan kendaraan dan kematian seseorang memang tidak bisa dihindari.

Maka dari itu tercetuslah produk asuransi yang memberikan perlindungan untuk hal-hal yang disebutkan di atas. Berikut kaitan antara asuransi dan risiko:

  • Risiko kecelakaan – Asuransi kesehatan dan jiwa
  • Risiko kebakaran rumah – Asuransi properti
  • Risiko kecelakaan kendaraan – Asuransi mobil dan motor
  • Risiko kematian – Asuransi jiwa

Kalian bisa membaca artikel kami yang membahas mengenai jenis asuransi untuk penjelasan lengkapnya.

Apa saja klasifikasi sebuah risiko dalam asuransi?

1. Risiko murni (Pure risk)

Pertama ada jenis risiko murni, artinya jika sebuah risiko terjadi maka dipastikan seseorang akan mengalami kerugian. Sebaliknya jika risiko tidak terjadi maka tidak akan menimbulkan kerugian.

Risiko yang termasuk risiko murni adalah risiko kebakaran, kecelakaan, bangkrut dan lain sebagainya.

2, Risiko spekulatif (Speculative risk)

Nah di jenis risiko kedua ini potensi untuk terjadinya kerugian dan keuntungan masih belum pasti.

Biasanya jenis risiko ini dapat ditemukan saat kalian berinvestasi saham. Pergerakan saham yang tidak terduga pastinya akan menimbulkan risiko spekulatif.

3. Risiko khusus (particular risk)

Risiko ini memiliki ciri khusus yakni hanya menimbulkan kerugian pada ruang lingkup pribadi.

Contohnya adalah kasus pencurian, maka risiko yang ditimbulkan hanyalah terhadap si pencuri itu saja.

4. Risiko fundamental (fundamental risk)

Merupakan hal yang berkebalikan dengan risiko khusus, risiko fundamental menimbulkan dampak yang terasa oleh lingkungan yang luas.

Contohnya adalah bencana alam, kebijakan pemerintah dan lain sebagainya.

5. Risiko harta (property risk)

Berkaitan dengan kepemilikan suatu benda seperti mobil, perabot ataupun barang sejenis.

Contoh yang termasuk risiko harta adalah pencurian mobil, kebakaran rumah dan lain sebagainya.

6. Risiko tanggung gugat (liability risk)

Selanjutnya ada jenis risiko tanggung gugat maksudnya jenis risiko ini akan membuat kalian menanggung kerugian akibat tindakan orang lain.

Contohnya adalah ketika ada orang yang menabrak kendaraan kalian, dan pencurian pada suatu rumah.

Bagaimana cara meminimalisir risiko?

Setelah mengetahui apa saja jenis risiko yang mungkin terjadi, pastinya kalian bertanya-tanya bukan bagaimana cara meminimalisirnya. Mari simak pembahasan lengkapnya di bawah ini:

1. Siapkan dana darurat untuk biaya hidup setahun

Langkah pertama yang harus kalian lakukan untuk meminimalisir risiko, adalah dengan menyiapkan dana darurat untuk keperluan setahun.

Dengan begitu jika sewaktu-waktu risiko pengangguran mengancam, kalian tidak perlu pusing soal biaya hidup karena dana darurat sudah tersedia.

2.Beli produk asuransi

Mengingat produk asuransi memberikan proteksi kepada setiap aset berharga kalian, maka membeli produk asuransi dapat meminimalisir risiko.

Contohnya biaya berobat yang tidak murah bisa seluruhnya ditanggung oleh pihak asuransi jika kalian membeli produk asuransi kesehatan.

Apa saja risiko yang ditanggung oleh asuransi?

Pastinya kalian bertanya-tanya bukan lalu apa saja risiko yang ditanggung oleh asuransi? Yuk simak pembahasan lengkapnya di bawah ini:

  • Risiko yang terjadi karena ketidaksengajaan dan belum bisa diprediksi
  • Dampak dari risiko bisa dinilai dengan uang
  • Harus ada objek yang diasuransikan seperti mobil, rumah, ataupun kesehatan seseorang
  • Objek yang diasuransikan legal

Apa yang harus dilakukan jika klaim ditolak?

Meskipun jarang terjadi, namun tetap ada kemungkinan saat klaim kalian ditolak padahal kalian sudah mengikuti prosedur asuransi. Tidak perlu khawatir berikut adalah langkah penyelesaiannya:

  • Hubungi broker, atau langsung hubungi kantor perusahaan. Usahakan untuk berdiskusi terlebih dahulu secara musyawarah
  • Jika belum terpecahkan, kalian bisa melapor ke Badan Mediasi Asuransi Indonesia
  • Jalan terakhir jika masih buntu kalian bisa menempuh jalur pengadilan

 

Dapatkan berbagai pilihan produk asuransi di Cekpremi!

asuransi cekpremi

Jika sudah mengerti tentang apa saja risiko asuransi, ada baiknya kalian mempertimbangkan asuransi sebagai sarana proteksi! Kami memberikan banyak penawaran menguntungkan bagi customer baru kami segera kunjungi website Cekpremi yuk!

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *