Terkena PHK? Ini Langkah yang Perlu Anda Lakukan

asuransi sakit kritis

Kondisi ekonomi yang tidak menentu tentu memang memaksa banyak perusahaan mengambil langkah efisiensi, termasuk pemutusan hubungan kerja (PHK). 

Terkena PHK atau kehilangan pekerjaan jelas bukan situasi yang diinginkan siapa pun. Ketika hal itu terjadi, strategi yang terukur sangat dibutuhkan agar kondisi keuangan tetap terkendali.

Berikut beberapa langkah yang bisa segera Anda lakukan.

1. Hitung Ulang Aset dan Kewajiban

Langkah pertama adalah memahami posisi keuangan Anda secara menyeluruh.

Catat semua aset yang dimiliki, baik:

  • Aset likuid (tabungan, deposito)
  • Aset investasi (reksa dana, saham)
  • Aset riil (kendaraan, properti)

Di saat yang sama, hitung juga seluruh kewajiban atau utang yang masih berjalan.

Jika memungkinkan, prioritaskan pelunasan utang untuk mengurangi beban bulanan. Namun jangan sampai semua dana habis untuk melunasi utang pastikan Anda tetap memiliki cadangan dana untuk memenuhi kebutuhan hidup minimal 6 bulan ke depan.

Jika kondisi utang cukup berat, opsi negosiasi dengan pihak kreditur juga layak dipertimbangkan.

2. Evaluasi dan Pangkas Gaya Hidup

Saat penghasilan terhenti, gaya hidup harus menyesuaikan.

Pengeluaran yang bersifat konsumtif atau tidak mendesak sebaiknya ditunda. Fokuskan anggaran pada kebutuhan utama seperti:

  • Makan dan kebutuhan harian
  • Cicilan atau kewajiban finansial
  • Tagihan rutin

Langkah ini sering terasa berat, tetapi penting untuk menjaga agar dana yang tersisa tidak cepat habis.

3. Kendalikan Pengeluaran Tidak Tetap

Ada jenis pengeluaran yang sering luput dari perhatian karena nilainya tidak selalu sama, seperti:

  • Listrik
  • Air
  • Bahan bakar
  • Pulsa atau internet

Di masa lebih banyak beraktivitas di rumah, biaya-biaya ini justru berpotensi meningkat.

Mengontrol penggunaan menjadi kunci. Tanpa disadari, pengeluaran kecil yang tidak terkontrol bisa mempercepat habisnya cadangan dana.

4. Pastikan Perlindungan Kesehatan Tetap Ada

Salah satu kesalahan fatal saat kehilangan penghasilan adalah menghentikan proteksi kesehatan.

Padahal, risiko sakit tidak berhenti hanya karena Anda tidak bekerja. Biaya medis justru bisa menjadi tekanan finansial terbesar.

Jika asuransi kesehatan swasta terasa berat, setidaknya pastikan Anda tetap terdaftar di BPJS Kesehatan sebagai perlindungan dasar.

Dengan begitu, Anda tetap memiliki akses layanan kesehatan tanpa harus mengorbankan seluruh tabungan.

Terkena PHK memang situasi yang tidak mudah, tetapi bukan berarti Anda kehilangan kendali atas kondisi keuangan.

Dengan memahami posisi aset, menyesuaikan gaya hidup, mengontrol pengeluaran, dan tetap menjaga proteksi dasar, Anda bisa memperpanjang “nafas” finansial sambil mencari peluang baru.

Yang sering menjadi pembeda bukan seberapa besar penghasilan sebelumnya, tetapi seberapa cepat Anda beradaptasi saat kondisi berubah.

Satu-satunya hal yang bisa dilakukan untuk mengamnakan keuangan dalam jangka panjang adalah memiliki sumber penghasilan lebih dari satu. Cekpremi memiliki program Cekpremi Affiliate yang bisa membantu setiap orang mendapat penghasilan ekstra dengan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya berasuransi.

Sebagai saluran distribusi resmi dari PT Pialang Asuransi Indotekno, setiap transaksi dan layanan di Cekpremi didukung oleh perusahaan pialang asuransi yang berizin resmi serta diawasi ketat oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

About Aulia Akbar, CFP®, AEPP®

Akbar adalah perencana keuangan independen bersertifikat global Certified Financial Planner (CFP®) dari Financial Planning Standard Board (FPSB) dan Associate Estate Planning Practitioner (AEPP®) dari Estate Planning Practitioners Limited (EPPL). Di saat dirinya memutuskan untuk menyelami keuangan, Akbar berkomitmen untuk meningkatkan literasi finansial di Indonesia melalui berbagai inisiatif yang berdampak.

View all posts by Aulia Akbar, CFP®, AEPP® →