Tujuan Memperingati Hari Kesehatan Jiwa Sedunia

Hari Kesehatan Jiwa

Pasti masih ada banyak atau beberapa dari Anda yang tidak mengetahui adanya “Hari Kesehatan Jiwa” sedunia. Ya, sedunia. Tanggal 10 Oktober telah ditetapkan sebagai hari kesehatan jiwa sedunia oleh WHO (World Health Organization). Hal ini disebabkan oleh semakin memprihatinkannya kesehatan jiwa di dunia dan kurangnya kesadaran masyarakat akan pentingnya memperhatikan kesehatan jiwa, entah itu mengenai diri mereka sendiri, kerabat, atau pun orang lain.

Masyarakat pada umumnya lebih memperhatikan masalah kesehatan fisik saja. Padahal, sakit kejiwaan telah dilaporkan oleh WHO pada tahun 1990 sebagai 5 dari 10 masalah kesehatan utama yang menyebabkan kecacatan atau disabilitas. Jadi, tidak hanya masalah fisik saja yang menyebabkan seseorang mengalami disabilitas atau tidak bisa menjalani hidup dengan normal, kesehatan jiwa juga sangat berpengaruh. Seseorang tidak akan bisa melakukan segala sesuatu dengan baik tanpa jiwa yang sehat, meskipun fisiknya baik-baik saja.

5 masalah kesehatan jiwa utama di dunia meliputi depresi, gangguan bipolar, alkoholisme, obsesif kompulsif dan skizofrenia. Masalah-masalah kesehatan jiwa tersebut selain sebagai penyebab disabilitas seseorang juga bisa mengancam kehidupan bermasyarakat dan menaikan angka kematian. Contoh: depresi yang parah bisa membuat seseorang mengakhiri hidupnya (bunuh diri), seorang yang alcoholic bisa terancam kesehatannya dan mengganggu ketenangan masyarakat karena bisa melakukan tindak kriminal, dan yang paling penting adalah seseorang yang kesehatan jiwanya terganggu tidak akan menyadari apa yang dilakukannya (apakah itu benar atau tidak), lalu bisa saja melakukan tindakan fatal seperti membunuh orang. Bahkan di Jepang, bunuh diri karena depresi menjadi salah satu penyebab utama kematian.

Masalah kesehatan jiwa ini mendunia karena memang bisa terjadi di mana saja. Namun, yang paling beresiko adalah di kota-kota besar seperti Jakarta. Kerasnya kehidupan di ibu kota bukanlah sekadar ucapan semata. Mobilitas tinggi dan padatnya penduduk membuat tingkat persaingan di Jakarta juga menjadi sangat tinggi. Jika Anda tidak memiliki mental yang kuat, Anda tidak akan bisa bertahan hidup dengan baik di kota besar ini. Tekanan bisa berasal dari mana saja: lingkungan pekerjaan, sekolah, dan sebagainya.

Sayangnya, perhatian masyarakat, terutama pemerintah, terhadap masalah kesehatan jiwa masih sangat minim. Terbukti dari sarana dan prasarana rumah sakit jiwa yang masih sangat jauh dari harapan, bahkan Jakarta hanya memiliki 2 RSJ (Rumah Sakit Jiwa) yang berasal dari pemerintah, yang lainnya adalah dari pihak lain seperti Swasta. Kurangnya sarana dan prasarana ini membuat masih banyaknya orang tidak waras yang berkeliaran di jalan.

Keadaan yang memprihatinkan tersebutlah yang menjadi alasan Hari Kesehatan Jiwa sedunia ini ada. Agar masyarakat dan pemerintah bisa lebih menyoroti pentingnya memperhatikan kesehatan jiwa. Kepedulian yang ditunjukan bisa dengan lebih meningkatkan lagi sarana dan prasarana Rumah Sakit Jiwa (bagi pemerintah), dan memperhatikan lingkungan sekitar dengan dimulai dari kerabat terdekat Anda mengenai kondisi mereka (bagi masyarakat).

Jadi, mulai dari sekarang mari memperhatinkan kesehatan jiwa anda dan keluarga maupun orang disekitar anda, mulai dari lebih berpikir positif, saling bertukar pikiran hingga menjaga silahturami yang baik. Sekali Lagi, Selamat Hari Kesehatan Jiwa Sedunia..

Leave a Reply

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>

October 7, 2016

Posted In: Hot News, Inspirational

Tags: , ,

Leave a Comment

Kontak Cekpremi

Icon 21 Kebon Jeruk
BLok B no. 17 Jl. Meruya Ilir raya Srengseng - Kembangan
Jakarta Barat, ID 11620
Telp : 021-50517000


2014-2016 © PT. Reventon Mitra Pratama
DMCA.com Protection Status
Ikuti Kami