Kenali Badai Sitokin yang Dialami oleh Deddy Corbuzier

badai sitokin

Sempat ‘menghilang’ beberapa minggu dari media sosial, Deddy Corbuzier kembali dengan kabar yang mengejutkan. Ya, pria kelahiran 28 Desember 1976 ini membeberkan jika dirinya sempat kritis akibat badai sitokin yang diderita pasca dirinya terkonfirmasi positif Covid-19.

Apa itu badai sitokin? Mengapa kondisi ini masuk ke dalam kategori gawat darurat pada pasien Covid-19? Simak penjelasannya berikut ini.

Apa Itu Badai Sitokin?

Badai sitokin (cytokine storm) adalah kondisi ketika sistem imun bereaksi secara tidak normal sehingga menyebabkan terjadinya peradangan besar-besaran di dalam tubuh yang lantas berujung pada kerusakan organ.

Pasalnya, sistem imun memproduksi protein kekebalan bernama sitokin dalam jumlah banyak. Sitokin adalah protein yang sebenarnya bertugas mengirimkan sinyal agar tubuh bisa segera melakukan mekanisme pertahanan terhadap serangan penyakit.

Namun, banyaknya sitokin yang diproduksi membuat fungsi sel-sel normal tubuh menjadi terganggu. Inilah yang kemudian memicu peradangan hebat. Celakanya, cytokine storm lebih berbahaya dari penyakit utama, dan jika tidak segera ditangani, kondisi ini bisa merenggut nyawa penderitanya.

badai sitokin
Deddy Corbuzier mengalami badai sitokin saat terkena Covid-19 (sumber foto: Youtube Deddy Corbuzier)

Pada kasus Deddy Corbuzier, cytokine storm terjadi karena adanya infeksi virus Covid-19. Sebagaimana diketahui, virus SARS-CoV-2 menyerang paru-paru. Saat hal ini terjadi, maka sitokin akan menuju organ pernapasan tersebut untuk kemudian mengikatkan diri pada reseptor sel.

Setelah itu, sel-sel kekebalan akan ikut menyusul ke paru-paru guna melakukan perlawanan terhadap virus. Apabila sudah sampai, sitokin pun akan berhenti menjalankan tugasnya.

Namun, karena produksi sitokin terlalu berlebihan, protein ini jadi tidak terkendali dan terus mengirimkan sinyal bahaya sehingga sel-sel kekebalan tubuh terus berdatangan ke paru-paru.

Seorang pakar virologi dan imunologi dari Georgia State University yakni Mukesh Kumar, Ph.D mengatakan bahwa adanya “badai” ini dapat memicu matinya sel dan jaringan paru-paru. Itu sebabnya, badai sitokin adalah kondisi gawat darurat yang harus segera ditangani.

Baca juga:Cegah Corona dengan Makanan Penambah Imun Ini!

Penyebab Badai Sitokin

Apa penyebab sistem imun jadi memproduksi sitokin terlalu banyak sehingga menyebabkan cytokine storm ini? Sayangnya, hingga saat ini para ahli medis pun belum dapat memastikannya.

Namun, terjadinya reaksi abnormal ini diduga terkait dengan sejumlah faktor risiko seperti:

  • Penyakit autoimun
  • Infeksi berat
  • Terapi pengobatan kanker (kemoterapi, radioterapi, dsb.)

Gejala Badai Sitokin

Gejalacytokine storm umumnya meliputi:

  • Demam
  • Tubuh membengkak
  • Kulit menjadi berwarna kemerahan
  • Kelelahan
  • Perut mual

Cara Mengatasi Badai Sitokin

Cytokine storm harus segera ditangani untuk mencegah komplikasi lebih lanjut yang bisa membahayakan nyawa penderitanya. Cara mengatasi badai sitokin disesuaikan dengan organ tubuh yang terkena dampaknya.

Pada kasus Covid-19 yang notabene menyerang paru-paru, maka pengobatan dilakukan dengan memberikan ventilator untuk alat bantu napas. Selain itu, dokter juga akan memberikan obat infus seperti Actemra. Obat yang biasa digunakan untuk rheumatoid arthritis ini bekerja dengan cara menghambat reseptor sitokin IL-6.

Dari sejumlah laporan klinis, diketahui jika Actemra cukup efektif dalam meringankan gejala kondisi ini, walaupun uji klinis lanjutan tetap masih perlu dilakukan.

Baca juga:Kenali Penyakit Kritis yang Bisa Menyerang Usia Mudah dan Cara Menanganinya

Lindungi diri Anda dan keluarga dari Covid-19 dan penyakit berbahaya lainnya dengan asuransi kesehatan terbaik. Bandingkan berbagai asuransi kesehatan di Cekpremi.com sekarang juga dan dapatkan diskon hingga 10 persen!