Cara Kerja Mobil Listrik, Apa Perbedaannya dengan Mobil BBM?

Charger Mobil Listrik

Pengguna kendaraan bertenaga listrik sudah marak terlihat di jalanan ibukota, mulai dari sepeda motor hingga kendaraan roda empat. Tak seperti mobil konvensional, cara kerja mobil listrik tentu berbeda. Walau jumlahnya belum banyak, kendaraan listrik memiliki peluang untuk berkembang pesat di Indonesia. Masa depan kendaraan listrik pun diprediksi akan semakin cerah.

Pemerintah Indonesia berambisi untuk mempercepat pengembangan mobil listrik. Dengan cara kerja mobil listrik yang menggunakan baterai, pemerintah memilih hal ini sebagai upaya penurunan emisi karbon melalui sektor energi dan transportasi. Strategi yang dilakukan salah satunya dengan mengadopsi standar ramah lingkungan untuk kendaraan dengan memanfaatkan penggunaan tenaga listrik.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), terdapat 121 unit mobil listrik berbasis baterai yang dipasarkan oleh beberapa merek yang tergabung asosiasi pada 2020. Per Mei 2021, angka tersebut naik hampir 70 persen dengan 395 unit BEV (Battery Electric Vehicle) yang dibeli konsumen.

Jumlah tersebut belum termasuk dengan mobil berteknologi hybrid dan plug-in hybrid. Yang mana total penjualan keduanya menyentuh angka lebih dari 1.000 unit pada 2020, dan Januari hingga Mei 2021.

Sebenarnya bagaimana cara kerja mobil listrik yang digadang-gadang sebagai kendaraan ramah lingkungan? Lalu apa perbedaannya dengan mobil berbahan bakar minyak? Berikut penjelasan selengkapnya.

Cara Kerja Mobil Listrik Secara Umum

Pada umumnya, kendaraan listrik bergerak dengan energi dari baterai. Mobil listrik memiliki kapasitas daya baterai pada minimal angka 75.000 watt. Sehingga memungkinkan untuk sebuah mobil menempuh jarak ratusan kilometer dalam sekali pengisian daya.

Alat penyimpan daya ini perlu diisi ulang atau recharge. Tidak seperti mobil konvensional yang menggunakan bahan bakar minyak (BBM), kendaraan listrik perlu dihubungkan ke charging station untuk mengisi baterainya hingga penuh.

Pengisian sumber daya listrik memungkinkan untuk dilakukan di rumah, apabila telah memiliki komponen electric vehicle charging station (EVCS) yang lengkap dan sudah terpasang.

Selain itu, pengisian daya juga bisa dilakukan pada stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) yang tersebar di kantor PLN, dealer, hingga area parkir mall. Sehingga kamu bisa mengisi daya baterai mobilmu sembari shopping

Cara kerja mobil listrik dapat digambarkan seperti ini. Ketika pedal pada mobil ditekan, maka:

  • Controller akan mengambil serta mengatur daya listrik dari baterai traksi dan inverter.
  • Dengan pengaturan dari controller, inverter kemudian mengirimkan sejumlah energi listrik ke motor (sesuai dengan kedalaman tekanan pada medal).
  • Motor traksi listrik mengubah energi listrik menjadi energi mekanik (rotasi atau putaran).
  • Putaran dari rotor pada motor akan memutar transmisi sehingga roda berputar lalu mobil pun bergerak.

Jenis-jenis Mobil Listrik

Jenis mobil listrik terus berkembang dan semakin maju. Bagi kamu yang tertarik untuk membeli kendaraan roda empat bertenaga listrik, terdapat beberapa jenis yang ada saat ini.

  • Battery Electric Vehicle (BEV)

Jenis ini dikenal juga dengan nama all-electric vehicle (AEV), yaitu kendaraan yang beroperasi sepenuhnya dengan menggunakan listrik di baterai. BEV tidak memiliki mesin pembakaran (ICE), sehingga listrik disimpan pada battery pack. Pengisian baterai dilakukan dengan menghubungkannya ke jaringan listrik eksternal.

Keunggulan mobil listrik BEV ini adalah mampu menyimpan tenaga saat mobil melambat atau melakukan pengereman. Komponen listrik yang ada berfungsi sebagai generator untuk menghasilkan tenaga dan menyimpan listrik ke dalam battery pack.

  • Hybrid Electric Vehicle (HEV)

HEV merupakan tipe mobil listrik yang mengandalkan tenaga listrik sebagian atau tidak sepenuhnya. Jenis mobil ini disebut juga standard hybrid atau paralel hybrid. Kendaraan ini memiliki dua sistem penggerak, yaitu mesin pembakar (ICE) dan motor traksi.

ICE mendapat energi dari bahan bakar minyak, dan motor mendapat daya dari baterai. Baterai yang terdapat pada mobil ini tidak bisa diisi ulang karena tak memiliki charging spot. Namun baterai bisa terisi secara otomatis saat kendaraan melakukan pengereman.

  • Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV)

PHEV merupakan jenis mobil listrik yang beroperasi dengan mengandalkan listrik pada baterai, sekaligus bahan bakar bensin secara bersamaan. Baterai atau sumber listrik pada mobil PHEV ini bisa diisi ulang secara eksternal maupun memanfaatkan gerakan kinetis.

PHEV biasanya dapat beroperasi setidaknya dalam dua mode yaitu all-electric mode di mana hanya listrik pada baterai sebagai energi menggerakkan mobil dan hybrid mode di mana listrik dan bensin digunakan bersamaan.

Beberapa tipe mobil listrik PHEV di Indonesia dapat menempuh lebih dari 70 mil dengan all-electric mode. Setelah baterai habis, model mobil ini beralih ke hybrid mode

  • Fuel Cell Electric Vehicle (FCEV)

Tipe ini juga dikenal sebagai fuel-cell vehicle (FCV) atau kendaraan zero emission. FCEV menggunakan hidrogen sebagai sumber energi untuk menghasilkan listrik dari sistem sel bahan bakar. Listrik dipakai untuk mengaktifkan motor agar dapat menjalankan kendaraan.

Cara kerja mobil listrik jenis FCEV hampir mirip dengan mobil listrik BEV. Hanya saja jenis FCEV memiliki sistem yang mengkonversi energi kimia pada fuel-cell menjadi listrik.

Perbedaan Mobil Listrik dan Mobil Bahan Bakar Minyak (BBM)

Bagi kamu yang ingin tahu perbedaan di antara Mobil Listrik dan Mobil BBM. Berikut perbedaannya.

  • Sumber Tenaga

Perbedaan paling jelas antara keduanya terletak pada sumber tenaganya. Mobil listrik membutuhkan tenaga listrik yang disimpan dalam baterai, sedangkan mobil BBM memerlukan bensin atau BBM pada tangki bahan bakar.

  • Harga Mobil

Harga mobil listrik lebih mahal dari mobil konvensional pada saat pembelian di awal. Namun pemilik kendaraan listrik dapat menghemat biaya operasional lebih banyak daripada pengguna BBM.

Biaya pengisian daya mobil listrik dibebankan berkisar Rp.1.650,- hingga Rp. 2.466,- per kWh. Sedangkan biaya BBM, untuk pertalite berada di Rp.7.650, dan pertamax di harga Rp. 12.500,-.

  • Lama Pengisian Sumber Tenaga

Sudah diketahui bahwa pengisian mobil konvensional sangat cepat, hanya membutuhkan beberapa menit untuk mengisi penuh tangki BBM. Sedangkan mobil listrik, pengisian daya bisa memakan waktu satu sampai tiga jam jika ingin mengisi penuh baterai.

  • Dampak pada Lingkungan

Electric vehicles menggunakan tenaga listrik dalam sumber tenaganya. Listrik diproduksi dari berbagai sumber daya, seperti batu bara atau gas. Namun listrik juga dapat dihasilkan dari tenaga yang terbarukan  seperti tenaga air, angin dan matahari.

Kendaraan listrik memang berkontribusi pada emisi gas rumah kaca, tetapi mobil konvensional  menyumbang emisi karbon dioksida lebih banyak dibanding mobil listrik.

Harga Mobil Listrik di Indonesia

  • DFSK Gelora E

Varian DFSK Gelora E merupakan mobil listrik murah di Indonesia. Untuk tipe Blind Van dibanderol dengan harga Rp. 480 juta, dan varian DFSK Gelora E Mini Bus dengan harga Rp. 510 juta.

  • Hyundai Ioniq

Produsen asal Korea Selatan ini merilis mobil listrik Hyundai Ioniq Prime dan Signature. Ioniq Prime berada di harga Rp. 637 juta untuk yang terendah, sedangkan Ioniq Signature berkisar mencapai Rp. 682 juta.

  • Nissan Leaf

Nissan mewakili pabrikan Jepang bersaing dengan Hyundai. Harga mobil listrik Nissan Leaf berkisar di harga Rp. 679 juta hingga Rp. 728 juta, tergantung lokasi.

  • Lexus UX 300e

Saudara dari Toyota ini membanderol Lexus UX 300e dengan harga Rp. 1,431 miliar, dua kali lipat dengan harga mobil-mobil sebelumnya.

Begitulah penjelasan cara kerja electric vehicle hingga harga mobil listrik di Indonesia. Bagi kamu yang ingin membeli mobil listrik dan langsung mengasuransikannya, kamu bisa kunjungi Cekpremi dan temukan produk asuransi yang cocok untuk mobilmu.

Kamu bisa dapatkan asuransi mobil All Risk dengan harga hemat, dan cashback hingga 25%*. 

*Syarat dan ketentuan berlaku

Pertanyaan Seputar Kendaraan Listrik

Penggunaan kendaraan listrik di Indonesia yang semakin meningkat, juga menambah rasa ingin tahu yang lebih mendalam. Berikut beberapa hal yang perlu diketahui tentang mobil listrik.

Apa Kelebihan Mobil Listrik?

Kelebihan dari mobil listrik: 1. Ramah lingkungan, 2. Kabin lebih senyap, 3. Biaya perawatan hemat, 4. Sekali pengisian daya, dapat menempuh ratusan kilometer.

Apa Kekurangan Mobil Listrik?

Beberapa kekurangan dari mobil listrik: 1. Stasiun pengisian listrik belum banyak, 2. Harga baterai mahal, 3. Pengisian daya yang lama, 4. Harga lebih mahal.