Jangan Abai, Begini 9 Ciri Kanker Payudara Tahap Awal

Mei - 05
2021
ciri kanker payudara

Jangan Abai, Begini 9 Ciri Kanker Payudara Tahap Awal

Kanker payudara masih menjadi momok di masyarakat, terutama bagi kaum hawa. Sebagai salah satu penyakit yang paling mematikan, penting mengetahui ciri kanker payudara sebelum terlambat.

Meskipun penyebab pastinya belum diketahui, secara umum ahli menduga penyakit yang satu ini terjadi karena adanya kerusakan sel dan perubahan sifat genetik pada jaringan payudara manusia.

Mirip seperti gejala kanker lainnya, kanker payudara menyerang dalam beberapa fase. Karena itu, mengetahui ciri-ciri penyakit tersebut sangat direkomendasikan sebagai langkah pencegahan.

 

9 Ciri Kanker Payudara Tahap Awal (Stadium 1)

1. Adanya Benjolan di Organ Tubuh

Menurut American Cancer Society, salah satu ciri kanker payudara tahap awal yang paling umum terjadi ialah munculnya benjolan pada bagian tertentu – utamanya payudara – pada tubuh pasien.

Benjolan tersebut bisa berbentuk bulat, lunak, dan terasa sakit saat disentuh. Untuk memvalidasi gejala ini, dokter biasanya menggunakan alat mamografi sebagai langkah identifikasi.

2. Adanya Perubahan Tekstur Kulit

Tidak semua perubahan tekstur kulit dapat digolongkan ciri kanker payudara, namun jika kondisi tersebut dibarengi dengan rasa gatal dan kering di sekitar payudara maka kita patut waspada!

Merujuk Medical News Today, terdapat beberapa tanda-tanda perubahan tekstur kulit yang disebabkan oleh peradangan sel payudara di antaranya:

  • Kulit terasa bersisik atau sangat kering di sekitar puting
  • Terjadi penebalan di bagian kulit payudara
  • Sebagian penderita juga mengalami rasa gatal

3. Puting Mengeluarkan Cairan Putih

Berbeda dengan ASI, cairan putih ini muncul saat seorang wanita tidak menyusui. Cairannya tampak encer atau kental, warna bisa bening, keruh putih mirip susu, kuning, hijau, atau kemerahan.

4. Adanya Lekukan seperti Lesung Pipit

Ciri kanker payudara selanjutnya adalah timbulnya lekukan seperti lesung pipit di sekitar dada. Sel-sel kanker sendiri dapat menyebabkan penumpukan cairan getah bening sehingga timbul lekukan.

5. Perubahan Kelenjar Getah Bening

Kelenjar getah bening adalah kumpulan jaringan sistem daya tahan tubuh. Kelenjar ini berfungsi menyaring cairan dan menangkap sel-sel yang berpotensi berbahaya, seperti virus hingga sel kanker.

Bila seseorang mengalami gejala kanker payudara, biasanya terjadi pembekakan pada area ketika di sisi yang sama dengan dada. Benjolan ini pun dapat muncul di sekitar tulang selangkangan.

6. Perubahan Tampilan Puting

Perubahan tampilan puting bisa jadi salah satu ciri kanker payudara. Biasanya, penderita merasa puting mengalami perubahan bentuk, ukuran hingga pertumbuhannya terbalik ke bagian dalam.

Meski kondisi semacam ini sering terjadi saat ovulasi atau siklus menstruasi wanita, tidak ada salahnya jika Anda memeriksakan diri ke dokter apabila mengalami gejala serupa.

7. Terasa Nyeri di Sekitar Payudara

Beberapa perubahan yang terjadi pada kulit payudara tentu menimbulkan rasa sakit atau nyeri. Beberapa pasien menggambarkan rasa sakit tersebut mirip seperti sensasi terbakar.

8. Kulit Payudara Tampak Kemerahan

Apabila kulit payudara berubah menjadi kemerahan, ungu seperti memar atau kebiruan, Anda patut berhati-hati. Pasalnya, ciri-ciri tersebut cukup mirip dengan gejala kanker payudara tahap awal.

9. Pembengkakan pada Area Payudara

Ciri kanker payudara yang terakhir adalah terjadi pembengkakan pada area payudara. Coba perhatikan, apakah ukuran dan bentuk payudara Anda berbeda satu dengan lainnya.

Selain itu, gejala pembengkakan ini biasanya dibarengi dengan tekstur kulit yang mengencang. Jika hal semacam ini terjadi, jangan panik namun segera periksakan diri ke dokter spesialis.

Itu tadi beberapa ciri kanker payudara tahap awal yang patut diwaspadai. Segera daftarkan diri dengan polis asuransi kesehatan terpercaya, untuk mencegah risiko yang terjadi di masa depan!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner asuransi covid