Marginal Utility: Pengertian, Jenis, Contoh, dan Cara Kerja

Marginal Utility

Jika Anda sedang membuka sebuah usaha atau jasa, memperhatikan sebuah marginal utility cukup penting dipelajari. Tak jarang konsumen akan membeli sebuah produk  lebih dari satu buah, jumlah produk yang dibeli menggambarkan adanya nilai manfaat dari produk tersebut.

Hal ini berhubungan erat dengan adanya teori marginal utilitas dalam sebuah bisnis. Respon konsumen terhadap produk atau jasa yang ditawarkan sama pentingnya dengan jumlah penjualan yang dilakukan.

Keputusan konsumen dalam membeli produk atau menggunakan jasa menjadi salah satu teori marginal yang perlu Anda ketahui. Maka dari itu, sebelum membuka usaha atau bisnis ada baik Anda pelajari apa itu marginal utility.

Pengertian Marginal Utility

Tahukah Anda apa itu marginal utilitas? Marginal utilitas atau marginal utility adalah salah satu istilah ekonomi yang mengukur manfaat konsumen dalam membeli sebuah layanan produk. 

Nilai kepuasan pada marginal utilitas memberikan gambaran bagaimana manfaat dari produk yang ditawarkan oleh penjual. Biasanya, produk yang dibeli pertama kalinya oleh konsumen memberikan banyak utilitas.

Dengan kata lain, nilai utilitas akan menurun pada pembelian selanjutnya. Walaupun tidak menutup kemungkinan akan ada peningkatan nilai utilitas kembali pada produk tertentu.

3 Jenis Marginal Utility

Sebuah transaksi penjualan cukup dipengaruhi oleh adanya daya beli. Berdasarkan penilaian sebuah kepuasan konsumen, jenis marginal utilitas dibagi menjadi tiga jenis. Berikut tiga jenis utilitas yang bisa Anda pahami.

  • Utilitas Positif

Untuk jenis yang pertama ini, jumlah produk yang dikonsumsi oleh penjual tidak selalu berbanding lurus dengan kepuasan konsumen. Jika pembelian suatu produk masuk pada jumlah yang cukup banyak, maka dapat diartikan bahwa marginal utilitas menjadi positif.

Dengan adanya jenis utilitas positif ini, konsumen akan merasa lebih puas saat membeli produk. Hal ini tentunya cukup menguntungkan bagi penjual, karena konsumen akan terus bertransaksi. 

  • Utilitas Nol

Jenis kedua yaitu nilai utilitas nol. Jenis ini terjadi dengan tingkat kepuasan konsumen bernilai sama. Walaupun terlepas dari jumlah barang yang telah dibeli oleh konsumen. Di titik ini biasanya para penjual melakukan pembaruan-pembaruan pada produk agar konsumen mendapatkan kepuasan.

Dengan kata lain, tidak adanya peningkatan nilai kepuasan yang diberikan oleh konsumen, walaupun konsumen tersebut sudah membeli dan menggunakan produk yang dijual atau ditawarkan dalam jumlah banyak.

  • Utilitas Negatif

Utilitas jenis terakhir yaitu utilitas negatif. Dalam jenis ini, respon yang diberikan oleh konsumen justru membuat nilai kepuasan menurun. Rasa puas yang dirasakan oleh konsumen menjadi lebih sedikit atau tidak ada.

Konsumen yang membeli sebuah produk biasanya memiliki kelebihan untuk meningkatkan utilitas yang ada. Maka dari itu, utilitas negatif dapat diartikan juga sebagai penurunan kepuasan yang diberikan oleh konsumen setelah membeli dan menggunakan salah satu produk.

Kondisi adanya utilitas ini cukup lazim di dunia penjualan. Entah itu penjualan makanan, kosmetik, otomotif, ataupun penjualan lainnya. Maka dari itu, sebelum membuka sebuah usaha penjual, Anda diharapkan dapat memahami teori utilitas dalam hal peningkatan nilai kepuasan.

Contoh Marginal Utility

Setelah memahami pengertian dan tiga jenis marginal utilitas, tentunya Anda memiliki sedikit gambaran seperti apa marginal utilitas itu. Sebenarnya teori ini bisa Anda temukan di kehidupan sehari-hari, berikut contoh soal marginal utility:

  • Contoh Utilitas Positif

Untuk mendapatkan harga yang ekonomis, Anda bisa membeli satu dus mie instan. Anda cukup menyeduh satu bungkus mie instan dan merasa puas serta nikmat dari produk tersebut. Lalu, Anda membagikannya kepada keluarga, teman, ataupun sahabat untuk menikmati rasa mie instan tersebut. 

Dalam kasus ini, Anda akan merasakan puas oleh salah satu produk yang telah dibeli. Setelah itu, Anda membagikan rasa puas kepada keluarga, kerabat, serta teman-teman Anda untuk ikut menikmatinya. Hal ini termasuk ke dalam salah satu contoh utilitas positif dari suatu penjualan.

  • Contoh Utilitas Nol

Anda membeli satu porsi pizza yang dipotong menjadi empat bagian. Potongan pertama Anda menikmatinya dengan puas, tetapi sepotong pizza tersebut sudah membuat Anda merasa kenyang. Akibatnya, potongan selanjutnya ketika dimakan akan terasa biasa saja dan tidak ada rasa puas.

Dalam kasus ini, Anda tidak mendapatkan kepuasan saat mengonsumsi produk yang telah dibeli. Hal ini menjadi salah satu contoh dari marginal utilitas nol. Tidak adanya penambahan atau pengurangan dari tingkat penilaian yang diberikan.

  • Contoh Utilitas Negatif

Anda seorang mahasiswa yang tinggal di sebuah indekos dan akan menyetok beberapa butir telur. Setelah membelinya, Anda menyimpannya begitu saja di atas meja karena tidak adanya lemari pendingin. Hal tersebut membuat beberapa telur menjadi cepat busuk.

Hal yang terjadi menjadi salah satu contoh marginal utility negatif dari produk yang dibeli. Dalam hal ini produk yang dibeli memiliki resiko tinggi mengalami kerusakan. Sehingga kasus ini bisa termasuk ke dalam marginal utilitas negatif.

Semua produk yang ditawarkan kepada konsumen tentunya memiliki utilitas tersendiri. Setiap pembelian memiliki nilai peningkatan yang berbeda-beda, tergantung kepuasan konsumen dalam produk yang dibeli.

Cara Kerja dari Marginal Utility

Cara kerja dari marginal utilitas ini didapatkan dengan sebuah rumus. Adapun rumus yang digunakan yaitu MUX/MUY=PX/PY. Rumus ini cukup mampu untuk meningkatkan penilaian dalam penjualan produk. Adapun keterangan dari rumus yang digunakan sebagai berikut;

MUX : Marginal utility dengan barang X

PX : Harga per unit dari barang X

MUY : Marginal utility dengan barang Y

PY : Harga per unit dari barang Y

Dengan demikian, cara kerja dari marginal utilitas ini menyebabkan adanya peningkatan atau penurunan nilai kepuasan yang diberikan oleh konsumen. Meningkatnya nilai kepuasan juga akan dilihat seiring dengan adanya pembelian sebuah produk.

Selain penjual yang perlu memperhatikan nilai kepuasan, seorang pembeli juga perlu memperhatikan dan memahami adanya utilitas. Adanya utilitas tentunya memberikan banyak keuntungan dalam berbisnis. 

Misalnya dalam pembelian sebuah mobil, Anda perlu memperhatikan utilitas yang diberikan kepada pembeli lainnya. Selain memperhatikan utilitas untuk sebuah bisnis, Anda juga perlu memperhatikan dan menyiapkan sebuah asuransi mobil untuk memaksimalkan perlindungan pada kendaraan yang dimiliki atau bahkan yang dijual.

Anda bisa kunjungi website cekpremi.com untuk mengetahui segala informasi perbandingan asuransi terbaik di Indonesia. Adanya marginal utility dan asuransi secara bersamaan, dapat membuat bisnis atau usaha menjadi lebih meningkat dan mendapatkan utilitas positif.

Referensi

TeknaTekno

Majoo