Resesi adalah Penurunan Ekonomi Negara, Apa Saja Dampaknya?

Resesi adalah

Resesi adalah ancaman ekonomi yang mampu memengaruhi berbagai aspek kehidupan. Resesi bisa terjadi ketika perekonomian mayoritas negara sedang memburuk. Hal tersebut bisa terjadi akibat penurunan aktivitas di sektor perdagangan maupun industri.

Penyebabnya adalah karena sebagian besar negara mulai menjadikan tingkat suku bunga naik secara bersamaan. Dampaknya bisa berimplikasi pada krisis pasar keuangan dan pelemahan ekonomi suatu negara. Ancaman resesi ini, nyatanya memberikan sejumlah dampak bagi pemerintah, perusahaan, hingga para pekerja. 

Resesi adalah Penurunan Aktivitas Ekonomi

Resesi adalah suatu kondisi di mana terjadi penurunan signifikan dalam aktivitas ekonomi suatu negara atau wilayah. Secara umum, resesi ditandai dengan penurunan output ekonomi. Misalnya seperti penurunan PDB, penurunan tingkat produksi, penurunan permintaan barang dan jasa, hingga penurunan lapangan kerja.

Kondisi ini juga seringkali ditandai dengan penurunan harga aset seperti saham dan properti. Resesi biasanya terjadi setelah periode pertumbuhan ekonomi yang stabil dan berkelanjutan. Secara umum, resesi cenderung berlangsung dalam periode waktu tertentu 

Hal ini bisa lebih lama dibandingkan perlambatan ekonomi sementara. Kondisi tersebut dapat berlangsung di satu periode maupun dua periode, sehingga seringkali menimbulkan berbagai dampak ekonomi pada suatu wilayah atau negara. 

Resesi bukanlah kondisi yang menguntungkan bagi perekonomian, dimana berbagai jenis bisnis akan terkena dampaknya. Dampaknya, tidak hanya memengaruhi bisnis, tetapi juga aspek pemerintah maupun para pekerja.

Dampak Resesi Ekonomi

Terjadinya resesi ekonomi bisa berdampak di hampir semua skala bisnis, baik itu berskala besar maupun kecil. Ini penjelasannya. 

  1. Dampak Resesi pada Pemerintahan

Resesi adalah ancaman ekonomi yang bisa berdampak yang signifikan bagi pemerintah, mulai dari penurunan pendapatan. Selama resesi, aktivitas ekonomi melambat yang dapat menyebabkan penurunan pendapatan pemerintah dari pajak, bea dan cukai, serta sumber pendapatan lainnya. 

Hal ini dapat mengganggu anggaran pemerintah dan membatasi kemampuan untuk melaksanakan program dan kebijakan publik. Resesi juga seringkali berdampak negatif pada lapangan kerja dan kesejahteraan masyarakat. Banyak masyarakat mungkin kehilangan pekerjaan atau mengalami penurunan pendapatan. 

Sehingga masyarakat membutuhkan bantuan sosial seperti tunjangan pengangguran, bantuan makanan, atau program bantuan lainnya. Pemerintah harus memiliki anggaran pengeluaran untuk memenuhi kebutuhan sosial ini yang dapat membebani anggaran.

Pengeluaran juga terjadi untuk hal-hal lain demi menjaga perekonomian tetap berjalan. Misalnya saja pengeluaran untuk proyek infrastruktur, program pemulihan ekonomi, atau memberikan insentif kepada sektor bisnis. Namun, hal ini dapat mengakibatkan defisit anggaran yang lebih besar.

Penyebabnya adalah karena pengeluaran melebihi pendapatan pemerintah. Pemerintah kemudian harus mencari cara untuk mendanai defisit ini, seperti meminjam atau meningkatkan pajak, yang memiliki implikasi jangka panjang terhadap keuangan negara.

  1. Dampak Resesi pada Perusahaan

Resesi adalah ancaman bagi perusahaan, karena sangat mungkin menyebabkan kebangkrutan. Hal ini dipicu oleh berbagai faktor, seperti penurunan ekonomi, krisis kredit, jatuhnya harga aset berbasis utang, dan lain sebagainya. Ketika bisnis gagal, perusahaan mengalami penurunan pendapatan secara drastis.

Apalagi selama resesi, konsumen cenderung mengurangi pengeluaran mereka. Kondisi ini bisa mengakibatkan penurunan penjualan bagi perusahaan. Penurunan daya beli konsumen dan permintaan yang lebih rendah dapat menyebabkan berkurangnya pendapatan perusahaan. Hal tersebut berdampak pada menurunnya penjualan dan pendapatan, yang juga berpotensi menyebabkan penurunan laba perusahaan. 

Perusahaan berisiko menghadapi tekanan untuk mengurangi biaya operasional guna menjaga profitabilitasnya. Misalnya saja dengan cara menutup lini bisnis yang cenderung kurang menguntungkan dan juga memotong biaya operasional untuk hal-hal yang masih bisa ditekan. 

Mempertahankannya, justru bisa meningkatkan kerugian bagi perusahaan dan berpotensi menimbulkan kebangkrutan. Pada kondisi yang lebih buruk, cara mengatasi dampak resesi pada bisnis adalah dengan melakukan pemutusan hubungan kerja atau mengurangi jumlah karyawan. 

Keputusan ini sebagai bentuk respons terhadap penurunan penjualan dan pendapatan. Pemutusan hubungan kerja dapat berdampak negatif pada karyawan dan masyarakat secara luas. Hal tersebut dapat membuat perubahan perilaku konsumen dalam berbelanja. 

Selama resesi, konsumen cenderung lebih hemat dan mempertimbangkan dan mencari nilai lebih tinggi. Perusahaan harus beradaptasi dengan perubahan perilaku konsumen ini dengan menawarkan harga yang lebih terjangkau, promosi khusus, atau mengubah strategi pemasaran mereka.

  1. Dampak Resesi pada Pekerja

Resesi adalah sebuah ancaman ekonomi yang juga memberikan dampak nyata pada para pekerja di berbagai sektor. Selama resesi, perusahaan cenderung mengurangi jumlah karyawan untuk mengurangi biaya operasional. Hal ini dapat mengakibatkan meningkatnya tingkat pengangguran. 

Padahal, para pekerja ini tetap memerlukan uang guna memenuhi kebutuhan diri maupun keluarganya. Masalah pengangguran sendiri tidak hanya berdampak pada perekonomian, namun juga aspek sosial. Tingginya tingkat pengangguran bisa menyebabkan ketidakstabilan sosial, yang berpotensi vandalisme dan kerusuhan di masyarakat. 

Bahkan, pengangguran massal juga dapat mengancam tatanan sosial kehidupan berbangsa dan bernegara. Banyak pekerja yang kehilangan pekerjaan atau sulit menemukan pekerjaan baru. Perusahaan yang terkena dampak resesi seringkali juga mengadopsi kebijakan penghematan biaya dengan memotong gaji dan tunjangan karyawan. 

Hal ini bisa berdampak negatif pada penghasilan dan keuangan pribadi pekerja. Selama resesi, perusahaan mungkin tidak memiliki banyak kesempatan untuk promosi atau pengembangan karir. Kemajuan profesional dan pertumbuhan pekerja pun terhambat. Dampak resesi pada pekerja juga dapat berdampak negatif pada kesejahteraan mental dan fisik. 

Stres, kekhawatiran, dan ketidakpastian dapat menyebabkan peningkatan masalah kesehatan mental seperti depresi dan kecemasan. Selain itu, beban kerja yang meningkat juga dapat menyebabkan kelelahan fisik dan penurunan kesehatan secara keseluruhan.

Tidak heran, jika berbagai masalah kesehatan juga muncul. Melihat bahwa dampak resesi adalah sebuah ancaman, tentu saja masyarakat harus mulai melakukan antisipasi. Salah satunya adalah dengan menggunakan proteksi diri sebagai cara meminimalisir dampak dari resesi. 

Asuransi jiwa dan asuransi kesehatan bisa menjadi rekomendasi, guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Jaminan asuransi mampu meminimalisir risiko terganggunya keuangan Anda di masa resesi atas kebutuhan darurat terkait masalah kesehatan. 

Cekpremi.com menjadi pilihan platform terbaik yang bisa membantu Anda dalam memilih produk asuransi yang sesuai. Bandingkan setiap produk asuransi dan pilih sesuai kebutuhan. Kunjungi website cekpremi.com untuk mengetahui informasi lengkap seputar produk asuransi terbaik yang cocok untuk Anda! 

 

REFERENSI:

OCBC NISP

BFI

Gramedia

OCBC NISP