Apa Saja Syarat Sah Sebuah Perjanjian? Ini Jawabannya!

syarat sah perjanjian

Last Updated on December 27, 2021 by Andrian

Perjanjian merupakan suatu hal yang lumrah terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Jika kita ingin melakukan kesepakatan bisnis, maka diperlukan adanya perjanjian. Saat kita membeli produk asuransi, juga terdapat yang namanya perjanjian.Mari simak apa saja syarat sah perjanjian di artikel ini!

Syarat Sah Perjanjian Umum

Menurut Kitab Undang-Undang Hukum Perdata Pasal 1320 ada 4 syarat yang harus dipenuhi jika ingin perjanjian yang kita buat sah di mata hukum. Berikut adalah syaratnya:

1. Kesepakatan antar mereka yang mengikatkan dirinya

Syarat pertama adalah kesepakatan antar kedua pihak yang mengikatkan diri. Kesepakatan ini harus tercapai tanpa adanya paksaan, dan penipuan.

Contohnya adalah ketika seorang nasabah membeli produk asuransi. Calon nasabah dan penyedia asuransi harus mencapai kesepakatan tanpa adanya paksaan dan tindak penipuan.

Di dalam perjanjian asuransi tersebut biasanya mencakup hal-hal seperti manfaat yang didapat, biaya premi dan juga cara klaim.

2. Memiliki cukup kecakapan untuk membuat perjanjian

Mengutip dari Pasal 1330 KUHP pihak-pihak yang melakukan perjanjian haruslah cakap. Kriteria orang yang bisa dibilang tidak cakap adalah orang yang memiliki kriteria berikut:

  • Orang yang belum dewasa
  • Orang yang sedang berada di kondisi khusus (cacat, gila, dinyatakan bangkrut oleh pengadilan dan sebagainya

3. Objek yang dijanjikan jelas

Objek atau jasa yang dijanjikan haruslah jelas dan bisa dipertanggungjawabkan. Contoh kasusnya adalah ketika proses jual beli rumah.

Rumah yang diperjualbelikan haruslah memiliki alamat dan spesifikasi yang jelas. Mulai dari luas, alamat, kelurahan dan kecamatan haruslah jelas.

4. Objek haruslah legal

Sebuah perjanjian akan dianggap tidak sah ketika objek yang diperjualbelikan adalah barang ilegal.

Contohnya ada proses jual beli obat-obatan terlarang seperti ganja, narkoba dan lain sebagainya.

Syarat Sah Perjanjian Asuransi

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, dalam proses jual beli asuransi terdapat yang namanya perjanjian. Berikut adalah syarat sah sebuah perjanjian asuransi:

  • Masa berlaku pertanggungan
  • Tenggang waktu polis
  • Cara pembayaran premi
  • Besaran premi
  • Kurs yang digunakan dalam polis asuransi
  • Kebijakan perusahaan mengenai keterlambatan pembayaran premi
  • Manfaat yang akan didapatkan oleh pemegang polis
  • Cara perpanjang kontrak asuransi
  • Pengecualian dalam pertanggungan
  • Cara memutuskan kontrak
  • Syarat dan cara pengajuan klaim
  • Cara penyelesaian sengketa jika terjadi konflik antara perusahaan asuransi dan pemegang polis

Pastikan sebelum kalian membeli polis, hal-hal diatas sudah dicantumkan dalam buku polis.

Asas dalam Perjanjian

Sesuai dengan yang disebutkan oleh KUHP, perjanjian itu sendiri memiliki 5 asas. Berikut adalah asas-asas perjanjian tersebut

1. Asas Kebebasan Kontrak

Setiap orang memiliki kebebasan dalam menentukan apa saja isi perjanjian itu sendiri, tidak hanya isi orang tersebut juga dapat bebas menentukan bentuk perjanjian tersebut.

2. Asas Konsensualisme

Konsensualisme artinya kedua belah pihak harus saling sepakat untuk mengikat sebuah janji.

Jika kedua belah pihak sudah sepakat, maka secara otomatis perjanjian tersebut akan berlaku. Namun beda halnya jika perjanjian yang dilakukan adalah perjanjian formal. Diperlukan yang namanya prosedur untuk mengesahkan suatu perjanjian formal.

3. Asas Kepastian Hukum

Sesuai dengan pasal 1338 KUHP, perjanjian yang sudah sah harus dilakukan sebagaimana menuruti peraturan undang-undang.

Jika kedua belah pihak ada yang mengingkari perjanjian tersebut, maka pihak yang melanggar bisa saja mendapatkan hukuman sesuai dengan keputusan hakim.

4. Asas Itikad Baik

Saling percaya, saling jujur dan saling terbuka adalah hal-hal yang harus dilakukan oleh kedua pihak yang terikat perjanjian.

5. Asas Kepribadian

Setiap perjanjian haruslah mengikat pihak-pihak yang terlibat secara langsung. Artinya pihak-pihak yang terlibat dalam perjanjian tidak boleh diwakilkan.

Akibat Syarat Sahnya Sebuah Perjanjian Tidak Dipenuhi

Jika syarat sah nomor 1 dan 2 tidak dipenuhi, maka proses pembatalan perjanjian harus dilakukan melalui pengadilan.

Sedangkan jika poin 3 dan 4 yang tidak dipenuhi, maka perjanjian dianggap tidak pernah ada karena objeknya saja tidak jelas.

Kalau ada salah satu pihak yang ingkar janji, dan itu merugikan pihak satunya, maka kemungkinan besar pihak yang mengingkar janji akan dituntut di pengadilan. Biasanya hakim juga akan memberikan sejumlah sanksi.

 

Dapatkan berbagai pilihan produk asuransi di Cekpremi!

asuransi cekpremi

Mari kunjungi Cekpremi Blog untuk berbagai informasi bermanfaat mengenai keuangan, dan bagi kalian yang sedang mencari asuransi klik gambar di atas ya!