Inilah Jenis Jenis Kanker Paling Tinggi di Indonesia

jenis jenis kanker

Banyak sekali jenis jenis kanker yang saat ini dialami oleh masyarakat. Bukan tanpa alasan. Menurut Yayasan Kanker Indonesia, diketahui bahwa kondisi lingkungan dan gaya hidup merupakan beberapa faktor utama yang menyebabkan kanker menjadi penyakit terbesar di Indonesia.

Terlalu banyak mengonsumsi daging olahan, kebiasaan merokok, serta kurang berolahraga merupakan beberapa faktor lain. Perilaku gaya hidup ini terus menghasilkan karsinogen dan membuat seseorang rentan terkena kanker. Tingginya kasus penderita kanker ini juga berdasarkan penelitian yang dilakukan oleh World Health Organization (WHO). 

Melalui studi Global Burden of Cancer Research Center dari data WHO, tercatat terdapat 396.914 kasus kanker di Indonesia pada tahun 2020, dengan total kematian sebanyak 234.511 orang. Dengan jumlah kasus kanker ini, Indonesia menempati peringkat negara kedelapan dengan angka kanker tertinggi di Asia Tenggara.

Jenis Jenis Kanker Paling Banyak Terjadi di Indonesia

Melalui studi yang dilakukan Globocan pada tahun 2018, diketahui ada jenis jenis kanker yang sering terjadi di Indonesia. Jenis ini tidak spesifik menjangkit beberapa orang, namun siapa pun dapat mengalaminya tanpa memandang gender maupun usia.

1. Kanker Payudara

Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, terdapat 65.858 kasus kanker payudara di Indonesia pada tahun 2020. Penyakit ini terjadi ketika sel-sel jaringan payudara tumbuh tidak terkendali hingga merusak jaringan sehat. Kanker payudara bisa berbentuk seperti kelenjar atau jaringan lemak. 

Meski kanker payudara diketahui lebih sering terjadi pada wanita, namun bukan berarti pria tidak bisa terkena kanker payudara. Beberapa penyebab yang dapat memicu kanker payudara, diantaranya seperti obesitas, menstruasi dini, hingga kebiasaan merokok.

2. Kanker Serviks

Serviks atau dikenal sebagai leher rahim merupakan bagian dari rahim. Fungsi organ ini adalah untuk menghasilkan lendir yang mendorong sperma dari vagina menuju rahim saat berhubungan seksual serta melindungi rahim dari bakteri dan benda asing. Kanker serviks merupakan salah satu penyakit kanker yang paling umum dan mematikan di Indonesia. 

Terdapat 36.633 kasus kanker serviks dan total 21.000 kematian. Jenis jenis kanker ini terjadi ketika sel-sel normal di leher rahim bermutasi secara tidak normal dan tidak terkendali sehingga membentuk sel kanker. Penyebab perubahan genetik tersebut disebabkan oleh infeksi HPV

3. Kanker Paru-paru

Jenis jenis kanker yang satu ini erat kaitannya dengan gaya hidup. Salah satu penyebab kanker paru-paru adalah merokok. Sama seperti jenis lainnya, deteksi kanker paru-paru sedikit sulit. Ketika kanker sudah berukuran besar dan menyebar ke jaringan lain, gejala baru bisa muncul. 

Beberapa gejala umum termasuk batuk darah, sesak nafas, dan nyeri dada. Data menunjukkan kanker paru merupakan salah satu jenis kanker terbesar di Indonesia dengan jumlah kasus mencapai 34.783.

4. Kanker Hati

Hati adalah organ dalam yang sangat penting. Organ ini bertugas mengeluarkan racun dan zat berbahaya dari darah, membantu proses pencernaan, dan mengontrol pembekuan darah. Apabila terjadi mutasi abnormal pada sel hati, kondisi ini akan mengganggu fungsi-fungsinya. Beberapa gejala umum penyakit ini adalah hilangnya nafsu makan, mual, muntah, dan penurunan berat badan drastis.

5. Kanker Nasofaring

Kanker nasofaring biasanya berkembang sebagai tumor ganas pada tenggorokan. Terletak di belakang hidung dan langit-langit mulut, membuat penderita sering mengalami kesulitan berbicara, mendengar, dan bernapas. Penyebab penyakit ini diduga terkait dengan infeksi virus Epstein-Barr (EBV) yang terdapat dalam air liur. Virus ini dapat menyebar melalui kontak langsung atau barang yang terkontaminasi.

6.Kanker Usus Besar

Kanker usus besar atau kanker kolorektal, adalah kanker yang terjadi di usus besar. Secara khusus, kanker jenis ini biasanya terletak di bagian bawah usus besar yang terhubung ke anus. Penyebab penyakit ini bisa bermacam-macam, seperti usia atas 50 tahun, menderita diabetes, menjalani terapi radiasi pada perut, memiliki riwayat kanker, serta memiliki gaya hidup yang tidak sehat.

7. Limfoma atau Kanker Non-Hodgkin

Limfoma atau kanker non-Hodgkin disebut juga kanker kelenjar getah bening. Limfosit merupakan sel darah putih yang tersebar di kelenjar getah bening, sumsum tulang, dan saluran pencernaan, serta berfungsi membunuh virus. Limfoma terjadi ketika limfosit bermutasi secara tidak terkendali.

8. Kanker Rektal

Berbeda dengan kanker usus besar yang terjadi di bagian bawah usus besar, kanker rektum terjadi di ujung usus besar dekat anus. Penyebab kanker jenis ini tidak diketahui secara pasti. Namun beberapa faktor yang mempengaruhi perkembangannya antara lain obesitas, merokok, riwayat keluarga dengan kanker dubur, dan konsumsi alkohol secara teratur.

9. Leukemia

Kanker leukemia adalah penyakit di mana sel-sel sumsum tulang tidak mampu menjalankan fungsinya (yaitu melawan infeksi). Saat penyakit ini terjadi, sel sumsum tulang justru menghambat perkembangan sel darah sehat lainnya. Ketika jumlah sel leukemia meningkat, sel tersebut memasuki aliran darah dan menyebar ke organ lain di tubuh. 

Inilah sebabnya mengapa leukemia menjadi jenis jenis kanker yang mematikan. Penyebab kanker ini antara lain gangguan sistem kekebalan tubuh, penggunaan imunosupresan, paparan bahan kimia seperti pestisida, dan infeksi virus Epstein-Barr.

10. Kanker Ovarium

Jenis kanker ini terjadi pada jaringan ovarium atau indung telur. Penyakit ini mungkin terjadi akibat terapi penggantian hormon saat menopause, obesitas, dan paparan terapi radiasi. Untuk mendeteksi penyakit ini, dokter biasanya melakukan tes darah.

Pemeriksaan ini untuk mendeteksi protein CA-125, pemindaian ultrasonografi pada perut, atau biopsi menggunakan sampel jaringan ovarium. Setelah terdeteksi, pengobatan kanker ovarium meliputi pembedahan, terapi radiasi, kemoterapi, dan terapi pemeliharaan bagi pasien yang telah menyelesaikan pengobatan kanker ovarium.

Melihat banyaknya jenis jenis kanker yang bisa menjangkit siapa saja, maka penting bagi Anda untuk selalu menjaga kesehatan sebaik mungkin. Selalu miliki dana darurat sebagai langkah terbaik untuk mengantisipasi masalah kesehatan yang mungkin terjadi. Dalam hal ini, maka memiliki asuransi kesehatan bisa memberikan perlindungan atas pengobatan kanker. 

Pasalnya, pengobatan kanker bisa sangat mahal. Asuransi dapat membantu melindungi keuangan Anda dengan menanggung sebagian atau seluruh biaya pengobatan. Baik itu konsultasi dokter, perawatan, hingga pengobatan yang mungkin diperlukan selama pemulihan. 

Bila Anda membutuhkan informasi lengkap untuk membandingkan polis asuransi dari beberapa perusahaan, maka Cekpremi jawabannya. Untuk memilih polis asuransi kesehatan yang sesuai dengan kebutuhan dan anggaran, Anda bisa memeriksa situs resmi Cekpremi.com.

 

Sumber 

halodoc

beautynesia

Siap Dok