Mengenal Asuransi Kesehatan Syariah, Perlindungan Aman dan Nyaman

Mar - 29
2021
asuransi syariah

Mengenal Asuransi Kesehatan Syariah, Perlindungan Aman dan Nyaman

Hampir semua orang pasti sudah mengetahui tentang asuransi kesehatan dan manfaatnya sebagai perlindungan dari kerugian keuangan apabila sakit. Tapi kalau asuransi kesehatan syariah, apakah Anda sudah tau manfaatnya? Nah, bukan hanya sekedar label, asuransi syariah memiliki skema yang berbeda dari asuransi-asuransi konvensional pada umumnya.

Asuransi syariah cocok untuk yang ingin mendapatkan perlindungan, tanpa mengesampingkan prinsip keislaman. Pengertian asuransi syariah sendiri menurut Undang-Undang Nomor 40/2014 tentang Perasuransian adalah kumpulan perjanjian yang terdiri atas perusahaan asuransi dan antara pemegang polis dalam rangka pengelolaan dana untuk menolong dan melindungi para pemegang polis.

Manfaat Asuransi Kesehatan Syariah yang Tidak Ada di Asuransi Konvensional

asuransi kesehatan syariah

Prinsipnya yang sedikit berbeda, maka manfaat yang diberikan oleh asuransi syariah juga berbeda, berikut adalah rinciannya:

1. Berdiri dengan prinsip tolong menolong

SIstem pada asuransi konvensional adalah pemegang polis membayar premi kepada perusahaan asuransi, kemudian perusahaan asuransi akan memberikan ganti rugi atau pertanggungan ketika pemegang polis mengajukan klaim. Sehingga dapat disimpulkan dalam asuransi konvensional, resiko dan keuntungan menjadi milik perusahaan asuransi.

Sementara asuransi syariah, premi yang dibayar peserta masuk dalam rekening bersama yang disebut Tabarru yang berarti membagi resiko kepada semua peserta. Ketika ada klaim maka dana dikeluarkan dari Tabarru tersebut. Jadi dalam asuransi ini hubungan antara peserta dengan peserta lain adalah saling menanggung resiko dan perusahaan asuransi sebagai administrator.

2. Tidak ada dana hangus

Pada asuransi konvensional ada skema dana hangus ketika tidak ada klaim yang diajukan pada masa pertanggungan. Sedangkan pada asuransi syariah, cicilan premi yang dibayarkan kepada perusahaan asuransi dapat ditarik kembali bahkan sebelum jatuh tempo dan tanpa klaim. Asuransi syariah menggunakan konsep wadiah atau titipan sehingga dana akan dikembalikan dari rekening peserta yang telah dipisahkan dari rekening tabarru.

Lalu, bagaimana perusahaan asuransi mendapatkan dana operasional? Tentunya perusahaan tetap menjalankan bisnis dengan menagihkan biaya operasional kepada peserta asuransi sekitar 30% dari premi. 

3. Tidak ada riba

Perusahaan asuransi syariah menjamin model bisnis yang dijalankan berdasarkan prinsip syariat Islam. Beberapa prinsip yang dimaksud adalah menghindari riba, ketidakpastian dalam transaksi, spekulasi atau judi, penipuan, ketidakjujuran, dan lainnya. Dana yang masuk juga akan dikelola dan diputar pada instrumen investasi yang sesuai dengan prinsip islam.

Setiap investasi yang ditawarkan perusahaan asuransi syariah juga menggunakan akad yang jelas, sehingga peserta bebas memilih akad apa yang paling membuat nyaman. Sistem bagi hasilnya lebih transparan, baik mengenai resiko maupun keuntungannya. Semua produk dan kebijakan dalam asuransi ini diawasi oleh Dewan Pengawas Syariah (DPS).

4. Bisa double claim

Beberapa perusahaan asuransi syariah menawarkan fasilitas double klaim yang tidak terdapat pada asuransi konvensional. Sistem double claim berarti Anda dapat mengajukan klaim ke dua perusahaan asuransi berbeda untuk mendapatkan pertanggungan yang lebih besar. Contohnya, Anda sudah memiliki BPJS Kesehatan yang menanggung biaya perawatan, namun ternyata terbatas sampai 80% total biaya. Maka, Anda bisa mengajukan sisa pembayaran yang kurang ini dengan asuransi syariah.

5. Pembagian keuntungan

Jika pengelolaan dana pada asuransi konvensional tidak dijabarkan secara transparan kepada peserta asuransi, makan berbeda cerita dengan asuransi kesehatan syariah atau asuransi syariah lainnya, ada penjelasan transparan soal pembagian investasi dan keuntungan.

Karena keuntungan dan resiko sama-sama dibagi kepada semua peserta, maka kemungkinan yang bisa terjadi adalah:

  • Kontribusi lebih besar dari jumlah klaim- Surplus Keuntungan.
  • Klaim lebih besar dari jumlah kontribusi-Defisit Keuntungan.

Berikut adalah ketentuan surplus yang bisa dimiliki pemegang polis asuransi syariah:

  • Surplus operasional yang diberikan kepada pemegang polis tanpa memperhatikan si pemegang polis sudah menerima atau belum klaim ganti rugi.
  • Surplus operasional selanjutnya ada pula yang diberikan pada pemegang polis yang belum terima klaim ganti rugi.
  • Surplus operasional dibagikan pada pemegang polis dengan pertimbangan jumlah kontribusi premi yang disetorkan.
  • Surplus operasional dibagi antara peserta asuransi syariah dengan pihak perusahaan.
  • Surplus operasional dibagikan dengan metode lain sesuai dengan kesepakatan.

Semakin besar kontribusi maka semakin besar pula surplus yang akan didapat. Sebaliknya semakin kecil kontribusi semakin kecil keuntungan yang didapat.

Jadi, selain melindungi diri sendiri dengan memiliki asuransi syariah artinya Anda juga dapat menolong orang lain yang tertimpa musibah atau bencana. Jika Anda sedang mencari asuransi syariah atau jenis asuransi lainnya bisa langsung mengunjungi cekpremi.com.

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

banner asuransi covid