Asuransi Mobil Listrik. Bagaimana Cara Kerjanya?

Des - 22
2020
Asuransi Mobil Listrik

Asuransi Mobil Listrik. Bagaimana Cara Kerjanya?

Mobil listrik menjadi topik pembicaraan terhangat di Indonesia setelah adanya pemberitaan Presiden Jokowi yang mengajak CEO Tesla, Elon Musk, untuk berinvestasi di Indonesia. Meskipun keberadaannya masih jarang di Indonesia, ternyata mobil listrik diprediksi memiliki potensi pertumbuhan yang sangat tinggi di tahun 2025. Bahkan Presiden Jokowi juga sempat menyatakan bahwa di ibu kota negara yang baru akan diterapkan kendaraan listrik dan autonomous vehicle sebagai bagian dari transportasi publik. Dari informasi ini, bukan hanya perusahaan otomotif yang mulai gencar merencanakan pengembangan bisnisnya ke mobil listrik untuk memenuhi keinginan market di Indonesia, tapi perusahaan asuransi juga harus mulai mempersiapkan inisiatif dan inovasi dalam menciptakan perlindungan asuransi mobil listrik di masa depan. 

Dengan perkembangan otomotif yang terus berubah, perusahaan asuransi pun dituntut untuk terus ter-update dan berinovasi, salah satunya dengan memenuhi kebutuhan perlindungan mobil listrik yang sedang ramai dibicarakan saat ini. Meskipun awalnya asuransi mobil listrik masih dalam tahap pembicaraan oleh para petinggi-petinggi perusahaan asuransi, tapi dengan adanya rencana pemerintah untuk mengisi pasar otomotif dengan mobil listrik di tahun 2025, maka perusahaan asuransi sudah harus mulai mengambil langkah pasti.

Daftarkan Gratis !

Dapatkan penawaran MENARIK dan diskon BESAR dari kami

I agree to have my personal information transfered to MailChimp ( more information )

I will never give away, trade or sell your email address. You can unsubscribe at any time.

Awalnya, salah satu CEO perusahaan asuransi di Indonesia menyatakan bahwa asuransi mobil listrik akan memiliki premi yang lebih mahal daripada mobil konvensional. Hal ini dikarenakan kendaraan listrik atau hibrida memiliki baterai dengan biaya yang sangat mahal di mana bisa meapai setengah harga dari mobil itu sendiri. 

Namun, jika ajakan Presiden Jokowi diterima oleh CEO Tesla, Elon Musk, untuk berinvestasi dan membuat pabrik pembuatan komponen mobil listrik termasuk baterai mobil listrik di Indonesia, mungkin perkiraan harga premi asuransi bisa lebih rendah, karena pembuatan baterai sudah dilokalisasi sehingga pembelian baterai tidak perlu import dari luar negeri lagi.

Meskipun belum ada pernyataan dan keputusan pasti terkait penciptaan ketentuan asuransi mobil listrik, namun dipastikan tidak butuh waktu yang lama untuk kita mengetahui perkembangannya. Untuk itu, pantau terus artikel dari Cekpremi.com untuk ketahui informasi terbaru mengenai asuransi mobil listrik ini, supaya nantinya para pengguna mobil listrik juga bisa merasa aman saat berkendara karena sudah terlindungi oleh asuransi.

Related Post

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *