Fakta-Fakta Penting Mengenai Vaksin Sinovac. Apakah Efektif dan Aman?

Vaksin Sinovac

Sudah sekitar empat bulan vaksin Sinovac resmi digunakan di Indonesia. Meskipun begitu, ternyata masih banyak masyarakat yang takut bahkan meragukan penggunaan vaksin ini. Apakah Sinovac efektif dan aman untuk digunakan?

Sinovac menjadi satu dari dua jenis vaksin yang dipilih pemerintah untuk membantu menghentikan penyebaran Covid-19 di Indonesia.

Sebelum resmi digunakan, vaksin Sinovac juga telah melalui berbagai proses mulai dari uji klinis, uji coba, hingga sertifikasi MUI.

Proses vaksinasi yang tengah bergulir ternyata tak lepas dari suara sumbang dan berita miring yang menerpa silih berganti.

Bahkan, hingga saat ini masih banyak masyarakat Indonesia yang tak percaya dan menganggap proses vaksinasi Sinovac adalah bagian dari konspirasi.

Apakah vaksin Sinovac efektif dan aman untuk digunakan?

Apa Itu Vaksin Sinovac?

Sinovac atau CoronaVac merupakan suatu jenis vaksin Covid-19 yang dibuat oleh perusahaan Sinovac Biotech, Tiongkok.

Menurut berbagai keterangan, Sinovac dibuat dari partikel-partikel virus SARS-CoV-2 atau Covid-19 yang sudah tidak aktif (inactivated virus) atau dilemahkan.

Vaksin ini dibuat dari sampel pasien corona di China, Inggris, Italia, Spanyol, hingga Swiss.

Cara penggunaan vaksin Sinovac yaitu disuntikkan dalam dua tahap dengan jarak 14 hari dan dosis untuk setiap suntikan sebanyak 0,5 ml.

Vaksin berisi sel virus corona nonaktif yang disuntikkan ke dalam tubuh dan antigen di dalamnya akan bekerja menciptakan antibodi.

Setelah disuntik oleh vaksin Sinovac, sistem kekebalan tubuh akan bereaksi dan mengatasi infeksi serta memblokir virus corona.

Jika sudah divaksinasi, tubuh akan memiliki sel khusus yang bernama sel B yang berfungsi untuk mengikat dan menyimpan informasi terkait virus corona.

Seberapa Efektif Penggunaan Vaksin Sinovac?

Salah satu alasan Indonesia memilih vaksin Sinovac yaitu karena tingkat efektivitasnya yang cukup tinggi dibandingkan dengan vaksin lainnya.

Berdasarkan hasil uji coba yang dilakukan oleh Biofarma dan perusahaan Sinovac, diketahui bahwa tingkat efektivitas vaksin Sinovac di Indonesia mencapai 65,3 persen.

Angka tersebut lebih tinggi daripada vaksin AstraZeneca yang juga dipakai di Indonesia yang hanya memiliki tingkat efektivitas 62,1 persen.

Hasil efikasi tersebut didapatkan dari uji klinis tahap ketiga di Indonesia yang melibatkan sekitar 1.600 orang.

Penting untuk diingat, tingkat efektivitas ini akan memiliki perbedaan antara satu negara dengan negara lainnya.

Sebagai contoh, tingkat efikasi CoronaVac di Brazil sebesar 78 persen dan di Turki sebesar 91,25 persen.

Meskipun begitu, tingkat efikasi CoronaVac hasil uji coba di Indonesia ini sudah memenuhi standar minimal 50 persen yang ditetapkan organisasi kesehatan dunia (WHO).

Efek Samping Penggunaan Vaksin Sinovac

Penny K. Lukito selaku Kepala BPOM mengatakan kepada tribunnews.com alasan lain dipilihnya vaksin Covid-19 asal Tiongkok ini karena hanya menghasilkan efek samping tingkat ringan.

Beberapa efek samping yang tercatat yaitu nyeri otot, kelelahan, serta demam.

Sementara itu, catatan mengenai tingkat efek samping berat hanya dilaporkan sebanyak 0,1% hingga 1% saja.

Menurut laman alodokter.com, beberapa efek samping yang mungkin ditimbulkan dari vaksin Covid-19 CoronaVac yaitu:

  • Rasa nyeri, kemerahan, serta bengkak pada bekas suntikan;

  • Demam;

  • Kelelahan;

  • Nyeri otot;

  • Sakit kepala;

  • Mual; serta

  • Muntah

Jika Anda merasakan gejala-gejala tersebut setelah divaksin Sinovac, langsung hubungi dokter terdekat ya!

***

Itulah fakta-fakta terkait vaksin Sinovac yang perlu Anda ketahui.

Jika masih takut atau bingung, lebih baik langsung minta penjelasan lebih lengkap kepada ahlinya.

Selain menjaga diri, memiliki asuransi kesehatan juga penting untuk perlindungan dari virus Corona!