Virus Rabies Kembali Marak, Bisakah Asuransi Mengcovernya?

Virus Rabies

Rabies adalah infeksi virus yang menyerang otak dan sistem saraf, biasanya ditularkan ke manusia melalui gigitan hewan. Jika tidak diobati, virus rabies dapat menyebabkan kematian. Lyssavirus adalah virus penyebab rabies, ditularkan ke manusia terutama melalui gigitan hewan yang terinfeksi, menjadikannya penyakit zoonosis. Di Indonesia, penyakit ini biasa dikenal dengan istilah penyakit anjing gila.

Cara Penularan Virus Rabies

Istilah nama penyakit rabies ini mencerminkan fakta bahwa anjing adalah pembawa penyakit utama. Namun berbagai hewan lain, termasuk kucing, kelelawar, dan monyet, juga dapat menularkan penyakit ini. Hewan yang terinfeksi dapat menularkan virus melalui air liur, gigitan, cakaran, atau menjilati luka terbuka di kulit seseorang. 

Biasanya, risiko penularan rabies lebih tinggi pada hewan liar atau hewan peliharaan yang tidak divaksinasi. Adapun beberapa jenis hewan yang paling umum menularkan penyakit tersebut, diantaranya sebagai berikut :

  • Hewan peliharaan dan ternak, seperti kucing, anjing, musang, kambing, sapi, kuda.
  • Hewan liar, seperti kelelawar, berang-berang, rakun, rubah, monyet, sigung.

Dalam situasi yang cukup jarang terjadi, virus ini juga dapat menular ke penerima transplantasi organ atau jaringan yang berasal dari organ yang terinfeksi.

Gejala Infeksi Virus Rabies

Jika terinfeksi rabies, gejalanya biasanya muncul dalam rentang 3 hingga 12 minggu setelah kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi. Beberapa tanda awal melibatkan peningkatan suhu tubuh, sakit kepala, perasaan tidak enak badan, dan ketidaknyamanan di area gigitan. Beberapa hari setelahnya, biasanya akan timbul gejala lain, seperti :

  • Kebingungan atau perilaku agresif
  • Mengalami halusinasi, baik melihat atau mendengar sesuatu yang tidak nyata
  • Produksi air liur yang berlebihan
  • Kejang otot
  • Kesulitan menelan dan bernapas
  • Ketidakmampuan untuk bergerak, hingga mencapai keadaan lumpuh

Pencegahan Diri dari Paparan Rabies

Berikut beberapa langkah untuk menghindari paparan virus rabies:

  • Lakukan vaksinasi pada hewan peliharaan, terutama anjing dan kucing
  • Hindari kontak antara hewan peliharaan dan hewan liar, terutama yang menunjukkan gejala infeksi rabies
  • Tutup semua celah dan akses masuk rumah yang dapat menjadi sarang hewan liar
  • Dapatkan vaksin rabies, terutama jika sering bepergian atau berada di sekitar hewan yang mungkin terinfeksi.
  • Jika digigit atau dicakar oleh binatang liar, segera temui dokter.

Penanganan Pertama dan Pengobatan Gigitan Hewan Liar

Pertolongan pertama setelah tergigit hewan yang terindikasi infeksi rabies bisa Anda lakukan dengan langkah-langkah berikut:

  1. Tekan area luka dengan kain bersih jika terdapat perdarahan atau luka terbuka.
  2. Cuci luka gigitan atau cakaran hewan dengan air mengalir dan sabun selama 10 – 15 menit.
  3. Oleskan cairan antiseptik yang mengandung povidone iodine atau alkohol 70 persen pada area luka.
  4. Segera kunjungi rumah sakit untuk pertolongan lebih lanjut.

Di rumah sakit, dokter akan memeriksa dan membersihkan luka, serta memberikan serum dan vaksin rabies untuk penanganan infeksi virus tersebut.

Kapan Harus Memeriksakan Diri ke Dokter?

Penting untuk segera menjadwalkan pemeriksaan medis setelah tergigit, dijilat, atau dicakar oleh hewan, terutama yang mungkin terinfeksi rabies. Penanganan yang cepat dan tepat dapat mengurangi risiko komplikasi serius. Beberapa komplikasi yang dapat terjadi diantaranya adalah distonia (kontraksi otot tanpa terkendali), balismus (gerakan tubuh tanpa sadar), serta koreoatetosis (gerakan tidak terkendali berupa hentakan). 

Ada juga beberapa gejala lain yang juga kerap terjadi seperti, gangguan motorik halus, masalah pada komunikasi verbal dan nonverbal, gangguan pola berjalan, serta perubahan kekuatan motorik pada lengan dan juga tungkai. Rabies adalah penyakit berbahaya. Ketika gejala muncul, virus sudah menyerang otak, sehingga kondisi penderita dapat memburuk dengan cepat. 

Akibatnya, penderita dapat mengalami beberapa komplikasi seperti gagal napas, koma, henti jantung, hingga kematian. Meski pemerintah telah mengambil tindakan yang tepat dalam mencegah dan menangani infeksi rabies, namun penting bagi kita untuk tetap menjaga diri dan lingkungan dari risiko penyakit ini. 

Kepekaan yang tinggi diperlukan untuk deteksi lebih dini hewan peliharaan, hewan liar, atau seseorang supaya gejala rabies dapat ditangani dengan cepat. Selain itu, memiliki jaminan perlindungan juga merupakan langkah lain untuk mengatasi risiko infeksi rabies.

Jenis Vaksinasi untuk Virus Rabies 

Di Indonesia, umumnya digunakan dua pilihan vaksin untuk mencegah dan mengobati virus rabies. Yang pertama adalah vaksin rabies PrPP, yakni vaksin pencegahan sebelum terpapar virus. PrPP diberikan kepada seseorang yang memiliki risiko tinggi terpapar. Misalnya seperti petugas pengawas hewan, dokter hewan, atau orang yang tinggal atau bepergian ke daerah endemis rabies. 

Pemberian booster vaksin PrPP secara berkala juga disarankan untuk pencegahan tambahan, khususnya bagi merekaa yang pekerjaannya menempatkan dir pada risiko tinggi terpapar rabies. Kedua, ada vaksin rabies PEP. Vaksin ini digunakan untuk mencegah perkembangan rabies setelah paparan virus. 

Pengobatannya melibatkan pemberian human rabies immune globulin (HRIG) dan vaksin rabies ke dalam luka pada hari terpapar, diikuti dengan dosis tambahan pada hari ke-3, 7, dan 14. Rekomendasi dosis dapat bervariasi berdasarkan jenis kontak dengan hewan yang dicurigai terinfeksi rabies.

Perlindungan Risiko terhadap Infeksi Virus Rabies

Memiliki proteksi asuransi kesehatan memberikan jaminan perlindungan finansial untuk masa depan Anda. Dengan perlindungan ini, risiko tak terduga dapat diminimalkan, sehingga biaya rumah sakit yang besar tidak lagi menjadi beban pikiran. Fokus Anda bisa sepenuhnya pada pemulihan kesehatan tanpa khawatir tentang pembayaran. 

Selain itu, ketika mengalami sakit seperti infeksi virus rabies, produktivitas juga cenderung menurun. Namun dengan asuransi kesehatan, biaya perawatan dan pengobatan sepenuhnya ditanggung oleh pihak penyedia jaminan, mengurangi beban keuangan bagi keluarga atau orang terdekat.

Perusahaan asuransi juga umumnya memberikan dana tunai jika Anda jatuh sakit dan harus dirawat di rumah sakit. Dana tersebut bertujuan untuk menggantikan biaya transportasi atau pendapatan yang hilang selama masa perawatan. Dengan demikian, kesehatan Anda akan cepat pulih tanpa harus mengkhawatirkan finansial yang akan ditanggung untuk pengobatan maupun biaya hidup. 

Untuk mendapatkan produk asuransi yang tepat, Cekpremi dapat memudahkan Anda. Berbagai rekan asuransi kesehatan terpercaya dan aman Anda pilih sesuai kebutuhan. Pilih asuransi sesuai dengan kebutuhan dan biaya di Cekpremi.com!