4 Rahasia Mengatur Keuangan Rumah Tangga Agar Cash Flow Lancar!

budgeting bulanan

Mengatur keuangan pribadi dengan rumah tangga sebenarnya hampir mirip, namun ada beberapa pos tambahan yang harus masuk ke budgeting bulanan. Oleh karen aitu, penting untuk membuat perencanaan keuangan dengan tepat. Seberapa besarpun gaji, jika tidak diatur dengan baik, bisa saja membuat cash flow menjadi minus. Berikut adalah beberapa manfaat perencanaan keuangan dan cara mengatur keuangan rumah tangga

Manfaat Membuat Perencanaan Keuangan Keluarga

Menjadi Lebih Realistis

Setelah Anda mengetahui bagaimana kondisi keuangan, kebutuhan dan gaya hidup bisa disesuaikan. Perencanaan keuangan harus didasarkan oleh besarnya pendapatan dan kondisi kehidupan.

Lebih Spesifik dan Terukur

Adanya perencanaan keuangan akan memperlihatkan dengan jelas sampai mana kemampuanmu dalam membiayai kebutuhan hidup, seperti makan, transportasi, sewa rumah, dan lainnya sehingga kamu bisa membuat budgeting bulanan secara jelas.

Memiliki Target Waktu

Setiap tujuan keuangan sebaiknya memiliki target waktunya masing-masing. Adanya target waktu ini akan mempermudah pencapaiannnya.

Mengetahui Tindakan yang Harus Dilakukan

Setelah mengetahui tujuan keuangan dan target waktunya, Anda bisa langsung memikirkan bagaimana mewujudkannya. Contohnya, Anda akan mengurangi nongkrong di luar agar bisa berinvestasi dan mewujudkan membeli mobil impian.

Cara Mengatur Keuangan Rumah Tangga

cara mengatur keuangan keluarga

Atur Cash Flow dan Budgeting

Cash flow yang baik adalah kunci kestabilan keuangan. Elemen dalam cash flow ini adalah penghasilan dan pengeluaran. Penghasilan sendiri dibagi menjadi 3 jenis, yaitu:

Penghasilan Aktif

Berupa penghasilan yang didapatkan dari hasil bekerja. Contoh: gaji, bonus, tunjangan, komisi dan lainnya.

Penghasilan Hasil Investasi

Penghasilan ini didapatkankan dari uang yang bekerja sendiri untuk menghasilkan pemasukan. Contoh: penghasilan dari bunga deposito, keuntungan penjualan saham, dividen saham, return reksadana, dan lainnya.

Penghasilan Pasif

Berupa penghasilan yang didapatkan dari asset. Contoh: penghasilan dari uang sewa rumah, royalti, penghasilan dari iklan di website, dan lainnya.

Untuk pengeluaran, secara umum dibedakan menjadi dua, yaitu:

Pengeluaran Produktif

Pengeluaran yang bertujuan untuk membeli asset. Contoh: cicilan rumah, cicilan hutang untuk bisnis, dll.

Pengeluaran Konsumtif

Pengeluaran yang bertujuan untuk memenuhi kebutuhan ataupun keinginan. Contoh: belanja kebutuhan rumah tangga, belanja gadget, dll

Untuk memiliki cash flow yang baik, penghasilan harus lebih besar dari pengeluaran, sehingga semua pos keuangan bisa terpenuhi. Penting juga untuk membuat budgeting bulanan dan mencatat setiap pengeluaran agar tidak ada lagi ketika akhir bulan Anda berpikir, “Kemana aja ya uang saya? Kok tinggal segini.”

Lalu, berapa budgeting yang ideal? Tidak ada nilai yang pasti dalam mengatur budgeting rumah tangga. Semua bergantung dengan kebutuhan dan prioritas masing-masing. Penting untuk diingat adalah alokasi cicilan atau hutang per bulan maksimal 30% dari pendapatan. Tujuan dari batas maksimal ini adalah adar alokasi untuk kebutuhan lain bisa terpenuhi.

Mengumpulkan Dana Darurat

Dana darurat adalah salah satu pos keuangan penting yang harus ada dalam perencanaan keuangan. Tujuannya adalah digunakan sebagai dana cadangan untuk kebutuhan yang sifatnya darurat. Misalkan tiba-tiba atap rumah bocor, kehilangan gadget, atau terjadi PHK. Besarnya dana darurat bervariasi, tergantung dari profil keuangan masing-masing individu. Sebagai referensi, berikut jumlah dana darurat yang bisa disiapkan.

Single dengan tidak memiliki tanggungan: 6x pengeluaran bulanan

Menikah tanpa anak: 9x pengeluaran bulanan

Menikah memiliki anak: 12x pengeluaran bulanan

Untuk menyimpan dana darurat bisa dalam berbagai instrumen keuangan. Tapi pastikan ada dalam bentuk cash di tabungan dan instrumen keuangan lain yang memiliki likuiditas tinggi atau mudah dicairkan saat dibutuhkan. Selengkapnya tentang dana darurat ada di sini.

Memiliki Proteksi atau Asuransi

Mungkin beberapa orang kadang merasa asuransi tidak terllau penting. Padahal asuransi sangat penting untuk dimiliki agar terhindar dari kerugian finanasial atau harus mengeluarkan uang dalam jumlah banyak secara tiba-tiba. Asuransi yang penting untuk dimiliki keluarga adalah asuransi kesehatan dan asuransi jiwa. Asuransi kesehatan membantu untuk mengcover biaya rumah sakit, baik rawat jalan maupun rawat inap. Saat membeli asuransi, Anda tidak perlu khawatir lagi jika sewaktu-waktu terjadi hal yang tidak diinginkan. Misal, kecelakaan yang membutuhkan biaya pengobatan besar. Dengan asuransi, biaya tersebut akan dicover dari premi yang kita bayarkan setiap bulan.

Untuk pencari nafkah, penting untuk memiliki asuransi jiwa yang melindungi keluarga jika suatu saat si pencari nafka meninggal dunia tau mengalami kecelakaan hingga menyebabkan cacat dan tidak bisa mencari nafkah. Asuransi jiwa dapat memberikan uang pertanggungan dimana ahli waris atau keluarga yang ditinggalkan bisa memanfaatkannya untuk melanjutkan hidup, seperti melunasi hutang atau biaya pendidikan anak, dan lainnya. Dapatkan berbagai pilihan terbaik asuransi kesehatan dan asuransi jiwa di Cekpremi.

Investasi

Cara mengatur keuangan yang penting dilakukan setelah mengatur cash flow dengan baik, memiliki dana darurat dan suransi, adalah memiliki investasi. Tujuan dari investasi adalah untuk memperoleh keuntungan di masa akan datang dan mendukung tujuan keuangan tercapai. Ada banyak jenis investasi yang tersedia dengan modal dan resiko yang bervariasi juga. Sebelum melakukan investasi, Anda haru mengetahui bagaimana cara kerjanya, keuntungan, dan resikonya. Pastikan juga Anda nyaman dengan jenis investasi tersebut. Sebaiknya lakukan diversifikasi investasi, tempatkan investasi di beberapa instrumen untuk berjaga-jaga jika investasi A mengalami kerugian maka Anda masih memiliki investasi B yang tidak terkena imbas.

Cara mengatur keuangan keluarga tersebut merupakan dasar penting agar keuangan tetap stabil dan semua tujuan keuangan bisa tercapai. Jadi tidak ada lagi persoalan gaji yang habis di tengah bulan, tidak bisa bayar cicilan, atau harus hutang kesana-kemari saat mengalami musibah.