Mau Beli Rumah? Simak Perbedaan Rumah Subsidi dan Komersil Ini!

Aug - 17
2021
cara beli rumah kpr

Mau Beli Rumah? Simak Perbedaan Rumah Subsidi dan Komersil Ini!

Sandang, pangan, papan merupakan kebutuhan pokok setiap manusia. Memiliki rumah menjadi  impian pemenuhan kebutuhan papan yang paling diidam-idamkan. Selain menjadi tempat tinggal bersama keluarga, rumah juga merupakan aset yang paling menjanjikan. Ada pilihan rumah subsidi dan komersial yang bisa dipilih. Lalu, apa perbedaan rumah subsidi dan komersil?

Kebutuhan akan perumahan terus meningkat setiap tahun. Hal ini diiringi dengan kenaikan harga yang juga terjadi terus-menerus. Harga yang tinggi membuat banyak orang sulit memiliki rumah. Sehingga memiliki rumah idaman di tengah harga yang semakin tinggi bak 2 sisi mata uang.

Di satu sisi rumah bisa menjadi investasi yang bagus, sementara di sisi lain juga cukup memberatkan finansial khususnya bagi para pekerja dengan penghasilan pas-pasan.

Beruntunglah Indonesia termasuk salah satu negara yang memiliki kebijakan untuk pemenuhan kebutuhan papan atau hunian ini. Dari hal tersebut kemudian terwujudlah istilah rumah subsidi dan rumah komersil atau non-subsidi.

Ini Perbedaan Rumah Subsidi dan Komersil dari Berbagai Perspektif

perbedaan rumah subsidi dan komersil

1. Harga

Perbedaan rumah subsidi dan komersil yang paling mencolok adalah harga rumah itu sendiri. Rumah subsidi yang merupakan bagian dari bantuan pemerintah, tentunya dibandrol dengan harga yang jauh lebih murah.Hal ini karena harga rumah subsidi tidak dikenakan PPN.

Jika Anda mengambil Kredit Kepemilikan Rumah (KPR), maka rumah subsidi juga menawarkan suku bunga yang lebih rendah dibandingkan dengan rumah non-subsidi atau komersil. Selain itu, cicilan KPR bersubsidi juga tetap atau flat karena sebagian bunga kredit dijamin oleh pemerintah.

2. Ukuran

Selain dari segi harga, perbedaan rumah subsidi dan non subsidi juga dapat dilihat dari ukuran atau tipe rumah. Umumnya, rumah bersubsidi memiliki ukuran luas maksimal 36 m2 (tipe 36). Sedangkan, rumah non subsidi ukurannya bisa di atas atau sama dengan 36 m2 (tipe 36).

Rumah dengan ukuran 36 pada dasarnya sangat ideal untuk pasangan muda yang belum banyak anggota keluarga. Selain itu, nantinya Anda juga akan terbantu karena tidak perlu repot membersihkan rumah yang terlalu besar di tengah kesibukkan atau aktivitas.

Meskipun demikian, Anda tidak perlu khawatir jika nantinya akan ada penambahan jumlah keluarga. Anda masih memungkinkan untuk membangun di kemudian hari.

Baca juga: Tak Pusing Budget, Ini 5 Tips Membangun Rumah Hemat Biaya

3. Fasilitas

Hampir seluruh jenis rumah menawarkan jenis fasilitas yang hampirmirip. Baik rumah non subsidi maupun subsidi sama-sama menyediakan kamar tidur, kamar mandi, dan ruangan lain yang umum ditemukan pada rumah. Namun, karena keterbatasan ruang, biasanya jumlah ruangan yang ada pada rumah subsidi pun terbatas.

Tidak perlu khawatir kualitas bangunan dari rumah subsidi, karena semuanya sudah ditentukan dan mengikuti standar yang diberikan oleh pemerintah.

4. Lokasi

Perbedaan rumah subsidi dan komersil yang signifikan lainnya yakni terkait lokasi rumah. Banyak rumah non subsidi yang memiliki lokasi strategis bahkan ada di pusat kota. Dari fasilitas umum pun sangat dekat sehingga sangat memudahkan. Sedangkan rumah subsidi justru ada di pinggir kota dan cukup jauh dari berbagai fasilitas umum.

Walau begitu, sekarang mulai banyak bermunculan rumah subsidi yang diproyeksikan sebagai bagian dari sebuah kota mandiri. Dengan menjadi bagian dari kota mandiri, rumah subsidi bisa tetap memiliki fasilitas yang sama dengan rumah non subsidi. Jadi, bagi yang menginginkan rumah murah namun tetap memiliki fasilitas terbaik, pilihlah rumah subsidi dalam kota baru yang sedang dikembangkan.

5. Renovasi

Perbedaan rumah subsidi dan non subsidi juga bisa dilihat dari perenovasian. Rumah non subsidi dapat direnovasi kapan pun dan seperti apa pun oleh pemiliknya. Dengan cara ini, harga jual rumah pun bisa naik. Sedangkan, rumah subsidi biasanya harus menunggu dua tahun untuk dapat direnovasi. Selama dua tahun pertama, pemilih rumah subsidi tidak boleh mengubah bentuk fisik rumah sedikit pun.

Nah, itu tadi perbedaan rumah subsidi dan komersil yang bisa Anda jadikan sebagai referensi untuk memilih jenis rumah yang akan Anda beli. Sebaiknya Anda pertimbangkan dengan saksama agar tidak ada penyesalan di kemudian hari mengingat harga rumah yang tidak sedikit. Selain itu, Anda juga bisa menambahkan asuransi untuk melingdungi aset Anda dari berbagai ancaman kerugian yang bisa terjadi di masa depan. Temukan tawaran menarik untuk Anda hanya di Cekpremi.com.

Baca juga: Terapkan 7 Cara Menabung Untuk Beli Rumah dengan Gaji 3 Juta

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

asuransi properti cekpremi